Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup melemah –0,11% di level 248,2413

  • Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup melemah –0,11% di level 248,2413. Penurunan juga terjadi pada INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) masing-masing sebesar –0,12% ke level 242,9800 dan –0,06% ke level 275,1799. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Yield seluruh tenor 1-30tahun naik dengan rata-rata naik +2,28bps. Kenaikan yield tertinggi dicatatkan kelompok tenor menengah (5-7tahun) sebesar +5,18bps. Sementara rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) naik +3,64bps, dan panjang (>7tahun) naik +1,66bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin naik +0,0336poin ke level 8,0089. Seluruh harga seri SUN benchmark berlanjut terkoreksi dengan rata-rata harga turun sebesar –36,04bps. Harga seri FR0079 terkoreksi paling dalam hingga –74,17bps. Sedangkan koreksi harga terendah dicatatkan FR0077 sebesar –11,82bps. Harga SUN seri FR dan ORI juga didominasi pelemahan dengan rata-rata pada ke 41 serinya turun sebesar –18,13bps. INDOBeXG-Clean Price pada perdagangan kemarin ditutup di level 108,4607 (-0,19%). Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau meningkat pada kedua sisinya. Total volume naik sebesar +10,07% menjadi Rp14,10tn, dan total frekuensi naik +15,12% menjadi 708 transaksi. Kenaikan volume transaksi dialami pada seri-seri SUN bertenor panjang yakni sebesar Rp1,54tn, dan obligasi korporasi tenor menengah sebesar Rp122miliar. Seri FR0077 ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp1,73tn. Sedangkan seri FR0079 bertahan menjadi seri SUN teraktif ditransaksikan 165 kali. Pada obligasi korporasi, seri AGII01ACN1 mencatat total volume terbesar senilai Rp40miliar, sedangkan seri teraktif diraih oleh BVIC01SBCN2 dengan 8 transaksi. Mengawali pekan ini, pasar obligasi domestik tampak masih belum sanggup keluar dari tekanan. Concern pasar masih tertuju pada perkembangan terkini hubungan dagang AS-China paska larangan penggunaan produk Huawei oleh Donald Trump. Dan setelah larangan tersebut, induk usaha Google, Alphabet juga telah menghentikan sementara beberapa kegiatan bisnisnya dengan Huawei seperti yang dilansir dalam berita CNBC Indonesia. Pasar obligasi diprediksi masih akan berlanjut tertekan pada perdagangan hari ini sejalan dengan belum adanya sentimen baru yang dominan di pasar, serta adanya pelaksanaan lelang SBN. Hari ini, Pemerintah akan menyeleggarakan lelang SBN dengan target indikatif ditetapkan sebesar Rp15,00tn dan nilai maksimal Rp30,00tn. Terdapat 7 seri yang akan dilelang, terdiri dari 1 seri new issuance SPN tenor 3-bulan, dan 6 seri reopening (1 seri SPN, dan 5 seri FR). Berbeda halnya dengan pasar SUN, IHSG kemarin ditutup menguat +1,38% di level 5.907,12. Pasar obligasi domestik berpotensi bergerak terbatas pada perdagangan hari ini. Selain faktor isu dagang, kali ini situasi politik dalam negeri diprediksi akan menjadi concern pasar. Sebagaimana diketahui, hari ini KPU telah menetapkan Petahana sebagai pemenag Pilpres periode 2019-2024. Selain itu, adanya pelaksanaan lelang SBN pada hari ini diperkirakan juga akan mempengaruhi aktivitas pasar sekunder obligasi.

EKONOMI GLOBAL

  • Perilisan hasil notula rapat dari pertemuan terakhir Reserve Bank of Australia pukul 8:30 WIB berpotensi akan memicu volatilitas pada pergerakan AUDUSD setelah kemarin menguat setelah kemenangan petahan PM Scott Morrison dalam pemilu Australia serta dia isyaratkan akan ada pengurangan pajak untuk merangsang pertumbuhan. Selanjutnya fokus akan tertuju pada laporan perkembangan inflasi dari Bank of England pukul 15:30 WIB yang akan menjadi pemicu pergerakan GBPUSD lebih lanjut setelah alami tekanan turun akhir-akhir ini yang disebabkan ketidakpastian Brexit.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek di tengah sentimen kejatuhan pasar ekuitas untuk menguji level resisten di $1281 – $1286. Namun, jika penguatan dollar AS kembali mendominasi pasar, harga emas berpeluang untuk bergerak turun menguji support di $1273 – $1268.

Minyak

Ketegangan yang masih berlangsung di Timur Tengah dan adanya pernyataan yang bertentangan antara Arab Saudi dengan Rusia terkait kebijakan OPEC+ berpeluang menopang kenaikan harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $63.80 -$64.30. Jika bergerak turun, area $63.00 – $62.50 akan bertindak sebagai level support.

EURUSD

Pergerakan EURUSD berpotensi akan bergerak turun dalam jangka pendek di tengah adanya kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian politik di Italia dan menjelang pemilu parlemen Eropa untuk menguji level support di 1.1140 – 1.1090. Namun, EURUSD berpotensi untuk bergerak naik jika data keyakinan konsumen zona Euro yang dirilis pukul 21:00 WIB menunjukkan level yang baik dari estimasi untuk menguji resisten di 1.1200 – 1.1250.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang masih akan dalam tekanan turun dalam jangka pendek karena outlook ketidakpastian Brexit dan potensi mundur lebih cepatnya PM Theresa May untuk menguji level support di 1.2700 – 1.2650. GBPUSD berpeluang untuk bergerak naik jika laporan inflasi BOE pukul 15:30 WIB menunjukkan pandangan yang optimis untuk menguji level resisten di 1.2760 – 1.2810.

USDJPY

Outlook meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven karenan kejatuhan pasar ekuitas dan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global berpeluang mendorong penurunan USDJPY untuk menguji support di 109.70 – 109.20. Namun, jika sentimen penguatan dollar mendominasi pasar, USDJPY dapat bergerak naik menguji resisten di 110.30 – 110.80.

AUDUSD

Perilisan minutes RBA pukul 8:30 WIB yang dipandang optimis berpeluang menjaga tren kenaikan AUDUSD pada hari ini untuk menguji resisten di 0.6950 – 0.7000. Namun, jika hasilnya sebaliknya, AUDUSD berpeluang untuk bergerak turun membidik support di 0.6890 – 0.6840.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 21/05/2019 pukul 11.21WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.