Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup melemah –0,10% di level 240,9785

  • Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup melemah –0,10% di level 240,9785. Demikian pula dengan kedua indeks return lainnya yakni INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) yang turun –0,10% ke level 236,0579, serta INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yang turun –0,07% ke level 265,4579. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun naik +1,68bps. Seluruh kelompok tenor mencatatkan kenaikan yield dengan rata-rata sebesar: pendek (<5tahun) +5,94bps; menengah (5-7tahun) +2,58bps; dan panjang (>7tahun) +0,82bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin ditutup naik sebesar +0,0263poin ke level 8,1771. Penurunan harga mewarnai mayoritas seri SUN benchmark dengan rata-rata turun sebesar –7,24bps. Hanya harga FR0077 yang naik +8,39bps. Sedangkan sisanya kompak terkoreksi pada rentang –5,98bps hingga –17,76bps. Harga SBN tipe FR dan ORI secara keseluruhan juga bergerak melemah dengan rata-rata sebesar –10,95bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price kemarin tercatat melemah sebesar –0,1358poin ke level 107,8554. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi meningkat dimana total frekuensinya naik menjadi 799 transaksi (+10,97%), dan total volume mencapai Rp23,36tn (+7,06%). Peningkatan aktivitas tersebut lebih didorong oleh transaksi obligasi Negara tenor pendek dengan kenaikan frekuensi sebesar 54 transaksi dan kenaikan volume sebesar Rp3,48tn. FR0079 menjadi seri SBN teraktif dengan total frekuensi mencapai 108 transaksi (volume Rp1,15tn). Untuk obligasi korporasi, seri teraktif dicatatkan oleh seri obligasi BSSB02ACN1 dengan total frekuensi sebesar 11 transaksi (volume Rp132miliar). Melanjutkan sesi siangnya, kinerja pasar obligasi dalam negeri bergerak melemah. Kondisi tersebut terpantau dari 39 seri fixed rate yang beredar, 35 seri (89,74%) kompak mencatatkan koreksi harga pada rentang –0,19bps hingga –32,99bps. Alhasil, mayoritas tenor obligasi negara mencatatkan kenaikan imbal hasil serta penurunan return. Sentimen negatif berasal dari beberapa peristiwa global seperti penolakan perpanjangan waktu Brexit oleh parlemen Inggris serta tuntutan hukuman dari AS untuk Huawei yang telah meningkatkan kekhawatiran investor terhadap kelancaran proses perdamaian sengketa dagang AS-China. Pada perdagangan kemarin, kinerja Rupiah juga terdepresiasi terhadap USD ke level Rp14.131/US$ (Bloomberg) sehingga diprediksi turut menambah tekanan untuk pasar surat utang domestik. Pada perdagangan sesi Kamis ini, pasar obligasi Indonesia berpotensi rebound. Rilis rapat FOMC yang mempertahankan level FFR sekaligus pernyataan Jerome Powell yang semakin menegaskan bahwa peluang kenaikan suku bunga berikutnya semakin kecil diperkirakan menjadi sentimen utama pendorong penguatan pasar hari ini. Namun disisi lain, pasar juga akan mencermati bagaimana hasil pembahasan damai dagang yang tengah berlangsung di Washington. Pada pagi ini Rupiah dibuka menguat ke level Rp14.040/US$.

EKONOMI GLOBAL

  • Di tengah sentimen pelemahan dollar, hari ini data GDP zona euro Q4 yang akan dirilis pukul 17.00 WIB akan menjadi katalis penggerak selanjutnya, khususnya untuk EURUSD. Sebelumnya, ECB sudah memproyeksikan bahwa perlambatan ekonomi zona euro akan terjadi di tahun 2019. Jika sampai akhir tahun lalu sudah mulai memperlihatkan adanya perlambatan, maka EURUSD berpeluang untuk melemah. Dari The Fed, dollar sudah tertekan pasca Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pihaknya akan lebih berhati-hati untuk menaikkan suku bunga di tahun 2019. Isu geopolitik seperti belum jelasnya Brexit dan perlambatan ekonomi di China menjadi salah satu pertimbangan.

Market Movers Hari Ini

Emas

Kebijakan dovish The Fed berpotensi masih menjadi katalis penguatan harga emas. Potensi penguatan lebih lanjut perlu konsisten bergerak di atas 1324 sebelum mengincar 1328. Support di level 1315.

Minyak Mentah

Mulai memudarnya kekhawatiran oversupply karena sanksi yang dijatuhkan ke Venezuela, berpotensi menopang harga minyak. Jika mampu menembus konsisten ke atas 55.00, peluang penguatan selanjutnya mengincar 56.00. Support di level 53.50.

EURUSD

Jika dari rilis data GDP zona euro sudah menunjukan adanya tanda-tanda perlambatan ekonomi, maka EURUSD berpotensi untuk melemah ke area support 1.1440. Sebaliknya, jika sentimen pelemahan dollar masih mendominasi penggerak pasar, tidak menutup kemungkinan EURUSD berpeluang lanjut menguat menguji resisten 1.1550.

GBPUSD

Minim rilis data penting dari Inggris, pergerakan GBPUSD kemungkinan masih terpengaruh sentimen terhadap dollar. Selama harga masih bergerak di atas 1.3080, peluang penguatan GBPUSD akan menguji resisten terdekat di level 1.3160.

USDJPY

Pelemahan tajam yang sudah terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya berpotensi memicu aksi profit taking dengan area resisten terdekat di level 109.20. Namun jika sentimen pelemahan dollar masih mendominasi pergerakan, potensi turun lebih lanjut ke level 108.60.

AUDUSD

Data aktivitas manufaktur China yang dirilis lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi menjadi penopang tambahan untuk penguatan AUDUSD. Jika mampu menembus ke atas 0.7275, potensi penguatan mengincar level 0.7300. Support di level 0.7210.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 31/01/2018 pukul 11.08WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.