Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) berhasil menguat +0,5114poin ke level 240,6869

  • Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) berhasil menguat +0,5114poin ke level 240,6869. Kenaikan tersebut didorong oleh kinerja INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) yang naik sebesar +0,5050poin ke level 235,9029 serta INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yang naik +0,5339poin ke level 264,1770. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) turun paling besar yakni –5,25bps. Kemudian disusul oleh tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) yang turun masing-masing sebesar –3,19bps dan –0,41bps. Dengan demikian INDOBeXG-Effective Yield kemarin ditutup di level 8,1595 atau turun –0,0318poin dari penutupan sebelumnya. Rebound harga mewarnai seluruh seri SUN benchmark. Rata-rata harga SUN acuan naik sebesar +25,82bps dengan kenaikan harga terbesar dicatatkan seri FR0078 yakni +41,27bps. Sedangkan penguatan harga terendah tercatat sebesar +11,07bps oleh seri FR0077. Mayoritas harga seri SBN baik tipe FR maupun ORI juga didominasi kenaikan dengan rata-rata pada ke 42 serinya naik +14,00bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin menguat sebesar +0,15% ke level 108,0008. Kemarin, aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi mencatatkan penurunan. Total frekuensi turun sebesar –16,33% dari 594 kali menjadi 497 kali, sementara total volume turun sebesar –33,63% dari Rp11,08tn menjadi Rp7,35tn. Penurunan volume lebih didorong oleh transaksi SUN tenor panjang yang mencatatkan akumulasi penurunan volume sebesar Rp2,83tn dalam sehari. Seri FR0067 mencatatkan total volume transaksi terbesar yakni Rp1,29tn. Sedangkan untuk seri teraktif diperdagangankan dicatat oleh seri FR0068 sebanyak 68 transaksi. Pada obligasi korporasi, seri PNBN02SBCN2 menjadi seri teraktif diperdagangkan dengan 9 transaksi (volume Rp46miliar). Pasar obligasi dalam negeri akhirnya sanggup menguat setelah mencatatkan pelemahan pada 4 hari perdagangan terakhir. Rebound-nya pasar siang ini terlihat dari kenaikan harga mayoritas seri obligasi negara sehingga turut memicu penurunan imbal hasil mayoritas tenor SUN. Alhasil, seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk kompak mencatatkan performa positif. Selain karena faktor trading investor memanfaatkan koreksi harga yang telah terjadi sebelumnya, penguatan pasar diperkirakan juga dipicu oleh perkembangan terbaru proses penyelesaian sengketa tarif dagang AS-China dimana pada pekan depan akan dilakukan pertemuan lanjutan antara Wakil Perdana Menteri China dengan Menkeu AS di Washington. Pada perdagangan kemarin, indikator risiko investor global terhadap pasar domestik juga turun yang tercermin dari nilai CDS Indonesia yang turun sebesar –2,00bps ke level 122,98bps. Pada perdagangan Selasa ini, pasar obligasi Indonesia berpotensi melanjutkan penguatan namun secara terbatas. Katalis positif diperkirakan berasal dari persepsi positif investor terkait perkembangan terbaru proses penyelesaian damai dagang US-China. Namun disisi lain, statement terbaru dari IMF yang memangkas proyeksi ekonomi global tahun 2019 dan rapat lanjutan polemik Brexit sore nanti diperkirakan dapat memicu wait & see investor serta berpotensi menahan laju penguatan pasar SBN.

EKONOMI GLOBAL

  • Perdana Menteri Inggris, Theresa May, berpidato di hadapan Parlemen Inggris dan menegaskan tetap akan melakukan negosiasi untuk memperlancar proses Brexit. Yang terdekat PM May akan berdiskusi dengan DUP, partai politik terbesar di Irlandia Utara, untuk membahas masalah perbatasan dengan Republik Irlandia atau yang dikenal dengan istilah “Backstop”. PM May juga mengadakan akan lebih fleksibel dengan Parlemen dalam membuat proposal yang baru. Pasca pidato tersebut GBPUSD berbalik menguat. Rilis data tenaga kerja Inggris, khususnya indeks rata-rata upah pukul 16:30 WIB berpotensi menguatkan GBPUSD jika dirilis lebih tinggi dari perkiraan.

Market Mover hari ini

Potensi Pergerakan

Emas
Risk appetite pelaku pasar yang masih tinggi meski pertumbuhan ekonomi China melambat membuat emas tertekan. Jika bursa saham kembali menguat pada hari ini, emas berpotensi melemah khususnya jika menembus support 1277. Target penurunan ke area 1271, dengan resisten terdekat di kisaran 1284.

Minyak Mentah

Berada di level tertinggi satu bulan, harga minyak mentah kemunginan diterpa aksi profit taking dan dapat membawa harga turun ke level 52.90. Namun secara untuk keseluruhan selama level 52.90 tidak ditembus, minyak mentah masih cenderung akan menguat. Target kenaikan ke area 55.15.

EURUSD

Rilis data sentimen ekonomi Jerman pada pukul 17:00 WIB yang diperkirakan menurun menjadi -18,8 dari sebelumnya -17,5 berpotensi menekan EURUSD. Jika support 1.1350 ditembus, EURUSD berpotensi turun ke area 1.1320, dengan resisten terdekat di kisaran 1.1390.

GBPUSD

Pasangan mata uang ini berpotensi menguat jika indeks rata-rata upah Inggris dirilis lebih tinggi dari 3,3%. Target penguatan ke area 1.2955, dengan support terdekat berada di kisaran 1.2945.

USDJPY

Bergerak dalam rentang sempit (40 pip) pada perdagangan Senin kemarin, volatilitas USDJPY dapat meningkat pada hari ini, dan berpotensi naik ke 110.10 jika bursa saham kembali menguat hari ini. Support terdekat di kisaran 109.30.

AUDUSD

Pertumbuhan ekonomi China yang mencatat pertumbuhan terendah dalam 28 tahun terakhir memberikan tekanan bagi AUDUSD. Selama tertahan di bawah level 0.7175, AUDUSD berpotensi turun ke area 0.7115.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 22/01/2018 pukul 09.53WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.