Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya mampu menguat

  • Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, hari ini menyampaikan dua hal terkait dengan perkembangan nilai tukar Rupiah. Pertama, Bank Indonesia terus melakukan serangkaian langkah stabilisasi, tidak hanya melalui kebijakan suku bunga yang terukur, namun juga melalui intervensi untuk memastikan tersedianya likuiditas dalam jumlah yang memadai baik valuta asing (valas) maupun Rupiah, serta melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar. Kedua, terkait dengan pergerakan nilai tukar Rupiah, Gubernur BI mengatakan bahwa hal tersebut harus diukur secara relatif dibandingkan dengan negara-negara lain. Saat ini pelemahan nilai tukar terhadap USD juga tengah terjadi atau dialami oleh negara-negara regional. Secara relatif, pergerakan nilai tukar Rupiah tersebut masih terkendali (manageable) sebagai bagian dari fenomena global yang terjadi saat ini. Ke depan, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian perkembangan ekonomi global, khususnya stabilitas nilai tukar Rupiah.
  • Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya mampu menguat dan lepas dari level Rp14.400-an per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu (4/7/2018) pukul 08.47 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 64 poin atau 0,44% ke level Rp14.333 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.327per USD-Rp14.370 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 57 poin atau 0,40% menjadi Rp14.318 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.305 per USD hingga Rp14.365 per USD. Seperti yang diketahui, kurs dolar Amerika Serikat (AS) turun tipis pada akhir perdagangan Selasa (3/7/2018) waktu setempat karena para investor menunggu risalah terbaru dari pertemuan Federal Reserve (The Fed) terakhir yang akan dirilis pekan ini. Bank sentral AS akan menerbitkan risalah untuk pertemuan Juni pada Kamis (5/7/2018). Para investor akan melihat lebih cermat untuk mengkaji apakah The Fed berada di jalur untuk dua kenaikan suku bunga lagi sisa waktu tahun ini.
  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup melemah –0,34% di level 232,0604 pada perdagangan kemarin. Penurunan terbesar dicatatkan INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) yakni –0,38% ke level 227,8528. INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turut ditutup melemah –0,06% ke level 251,8106. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) masih didominasi Rata-rata yield tenor 1-30tahun naik sebesar +3,88bps. Rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing naik sebesar +5,19bps dan +4,53bps. Sementara rata-rata yield pada tenor pendek (<5tahun) turun sebesar –0,84bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin ditutup di level 7,9990, naik +0,0598poin dari penutupan sebelumnya. Harga seluruh seri SUN acuan berlanjut terkoreksi. Rata-rata harga pada seluruh seri SUN benchmark turun sebesar –47,94bps dengan koreksi terbesar dicatatkan seri FR0063 (-67,93bps). Mayoritas harga seri SBN tipe FR dan ORI juga didominasi terkoreksi dengan rata-rata pada ke 42 seri-nya turun sebesar –31,85bps. Dominasi koreksi pada seri-seri SBN menyebabkan INDOBeXG-Clean Price ditutup semakin melemah sebesar –0,41% di level 109,0496. Aktivitas pasar sekunder obligasi berlangsung lebih ramai dari perdagangan kemarin. Total volume naik signifikan +111,46% menjadi Rp15,20tn, sementara total frekuensi naik +19,45% menjadi 694 kali. Kenaikan volume hingga lebih dari 100% dipicu ole h transaksi SUN tenor pendek dan panjang dengan akumulasi kenaikan volume pada masing -masing tercatat sebesar Rp3,76tn dan Rp3,77tn. Seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar dicatatkan oleh seri FR0065 (Rp1,74tn). Sementara seri SB N dengan frekuensi teraktif dicatatkan FR0072 (109 kali). Untuk obligasi korporasi, volume terbesar dan frekuensi teraktif dica tatkan oleh 1 seri yang sama yakni NISP02ACN3 (Rp312miliar, 20 kali transaksi). Ditengah berbagai tekanan yang datang baik dari dalam maupun luar negeri, investor tampak mulai bermain aman. Tercermin dari harga mayoritas seri SBN yang berlanjut terkoreksi. Di satu sisi, dollar AS semakin menunjukkan penguatannya dan menyebabkan tren pelemahan Rupiah. Dari global, isu perang dagang diprediksi akan semakin memanas paska Donald Trump berupaya memblokir China Mobile, perusahaan penyedia jasa telekomunikasi terbesar di dunia yang dimiliki China, untuk masuk ke AS dengan alasan keamanan. Dari dalam negeri, setelah rilis data neraca perdagangan Indonesia yang defisit lebih besar dari konsensus, dan pelemahan Rupiah, maka perkiraaan Bank Indonesia bahwa defisit neraca transaksi berjalan Indonesia di kuartal II-2018 bisa berada di atas 2,5% dari PDB semakin memberikan tekanan bagi pasar domestik. Senada dengan pasar obligasi, IHSG kemarin ditutup di level 5.633,94, turun –1,96% dari penutupan Senin. Koreksi harga diprediksi masih akan membayangi pergerakan harga seri-seri SBN terpicu belum adanya sentimen positif di pasar. Hari ini, pasar masih akan concern terhadap isu perang dagang, dan perkembangan data-data ekonomi Indonesia.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Dolar jatuh pada Selasa karena investor yang melakukan aksi profit taking kenaikan baru-baru ini dan kurang fokus pada ketegangan perdagangan, meningkatkan selera aset risiko pasar yang telah mendorong beberapa aliran ke mata uang seperti euro dan dolar Australia. Potensi penggerak lainya datang dari data retail sales dan trade Bblance Autralia yang akan dirilis pukul 08.30 WIB. jika kedua data dirilis lebih besar dari estimasi maka akan menopang kanaikan pada AUDUSD. Selanjutnya data service PMI Inggris akan dirilis pada pukul 15.30 WIB dengan estimasi yang tidak berubah dari data sebelumnya di level 54.0. Potensi pergerakan

Emas

Harga emas berpotensi naik menguji resisten dalam jangka pendek di level $1263 – $1265, aksi profit taking dollar oleh pelaku pasar mendorong kenaikan harga emas.

Minyak

Potensi gangguan supply minyak dari Libia dan Kanada serta sanksi AS terhadap Iran berpeluang mendorong harga emas menguji level resisten di $75.00 -$75.40.

EURUSD

Pelemahan dollar dan diiringi minat pada aset beresiko berpeluang topang pergerakan EURUSD menguji level resisten di level 1.1700 – 1.1750.

GBPUSD

Pernyataan BoE MPC Saunders yang bernada positif berpotensi menopang GBPUSD bergerak naik dalam jangka pendek menguji level resisten di 1.3240 – 1.3280.

USDJPY

USDJPY dalam jangka pendek berpotensi menguji level support di 110.20 – 109.90 seiring pelemahan terhadap dollar dan menurunnya imbal hasil tenor 10 tahun AS.

AUDUSD

RBA yang bersikap optimis terhadap pasar tenaga kerja dan positifnya data ekonomi Australia berpeluang mendorong kenaikan AUDUSD menguji level resisten di level
0.7450 – 0.7480.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 04/07/2018 pukul 10.18 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.