Menutup perdagangan Jumat, INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) melemah sebesar –0,0202poin ke level 235,3979

  • Menutup perdagangan Jumat, INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) melemah sebesar –0,0202poin ke level 235,3979 sehingga turut mendorong Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,0066poin ke level 240,1755. Namun demikian kinerja INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) masih sanggup menguat +0,0933poin ke level 263,6431. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) turun masing-masing sebesar –1,69bps dan –0,69bps. Sedangkan rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) naik sebesar +1,33bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin Jumat ditutup di level 8,1913 atau naik +0,0043poin dari penutupan sebelumnya. Koreksi harga berlanjut mewarnai seluruh seri SUN benchmark. Rata-rata harga SUN acuan turun sebesar –23,04bps dengan pelemahan harga terbesar dicatatkan seri FR0079 yakni –36,80bps. Sedangkan koreksi harga terendah tercatat sebesar –2,50bps oleh seri FR0077. Mayoritas harga seri SBN baik tipe FR maupun ORI juga didominasi terkoreksi dengan rata-rata pada ke 42 serinya turun –3,37bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin melemah –0,03% ke level 107,8378. Kemarin, aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi mencatatkan penurunan total frekuensi yakni sebesar –5,26% dari 627 kali menjadi 594 kali, sementara total volume sanggup menguat +8,40% dari Rp10,22tn menjadi Rp11,08tn. Kenaikan volume lebih didorong oleh transaksi SUN tenor panjang yang mencatatkan akumulasi kenaikan volume sebesar Rp1,06tn dalam sehari. Sejalan dengan kondisi tersebut, seri FR0068 (TTM15,16thn) mencatatkan total volume transaksi terbesar yakni Rp1,82tn. Seri tersebut juga menjadi SBN teraktif yang diperdagangankan sebanyak 68 transaksi. Pada obligasi korporasi, seri BEXI04ACN3 mencatat volume terbesar yakni Rp250miliar sekaligus menjadi yang teraktif dengan 6 transaksi. Senada dengan pergerakan sesi siangnya, pasar obligasi Indonesia bergerak mendatar pada penutupan sesi Jumat kemarin. Kondisi tersebut terlihat dari tipisnya rentang perubahan yield sehingga ketiga indeks return pasar obligasi domestik (ICBI, pemerintah, dan korporasi) turut bergerak tipis. Seiring minimnya sentimen penggerak, pelaku pasar cenderung menunggu update lanjutan dari berbagai isu global seperti perkembangan Brexit, penutupan sementara pemerintahan AS, rilis pertumbuhan ekonomi China untuk Q4-2018, dan penyelesaian damai dagang antara AS-China. Dari sisi persepsi risiko, indikator risiko investor global terhadap pasar Indonesia yang tercermin dari CDS tenor 5-tahun sanggup mencatatkan penurunan ke level 124,98bps dan nilai mata uang Rupiah terhadap USD berhasil ditutup menguat 14poin ke level Rp14.178/US$ (Bloomberg). Pada perdagangan awal pekan ini, pasar obligasi domestik berpotensi menguat secara terbatas. Pelaku pasar akan wait and see terhadap rilis pertumbuhan ekonomi China yang notabene menjadi mitra dagang utama Indonesia. Disisi lain, update terbaru terkait rencana China yang akan memberikan penawaran menaikkan impor produk asal AS untuk 6 tahun kedepan berpotensi menjadi faktor pendorong kinerja pasar obligasi Indonesia.

EKONOMI GLOBAL

  • Data pertumbuhan produksi domestik bruto (PDB) China diekspektasikan akan melambat di angka 6,4%. Jika benar, maka hal ini akan memicu sentimen pasar. Pasalnya, di tengah harapan positif dari negosiasi dagang antara AS-China yang akan berlanjut, kekhawatiran perlambatan ekonomi di China sebelumnya sempat mendominasi sentimen pasar. Dampak dari perang dagang antara AS-China masih disebut sebagai alasan utama. Selain itu, data PDB China juga berpotensi memicu pergerakan harga minyak. Jika benar adanya perlambatan, maka ini bisa menjadi katalis negatif untuk harga minyak karena outlook melambatnya permintaan.

Potensi Pergerakan

Emas

Jika kekhawatiran akan perlambatan ekonomi China mendominasi, potensi penguatan harga emas ke level tersebut perlu menembus konsisten di atas 1286 sebelum mengincar area 1292. Support di level 1277.

Minyak Mentah

OPEC yang melaporkan bahwa produksi dari 14 negara produsen sudah turun secara signifikan, dimana program pemangkasan output memang sudah dijalankan sejak Januari 2019. Hal ini berpeluang topang kenaikan harga minyak ke 55.25 jika mampu konsisten bergerak di atas 54.40. Sebaliknya, jika kekhawatiran perlambatan ekonomi China kembali menjadi sentimen, potensi harga turun ke 52.70.

EURUSD

EURUSD berpeluang menguat terbatas selama harga konsisten bergerak di atas 1.1345 untuk mengincar area resisten 1.1400. Support di level 1.1320.

GBPUSD

Hari ini adalah tenggat waktu bagi Perdana Menteri Theresa May untuk mengatakan Plan B setelah proposal kesepakatan awal ditolak oleh parlemen. Sentimen negatif tersebut berpotensi tekan GBPUSD 1.2800 jika mampu menembus konsisten ke bawah 1.2835. Resisten di area 1.2900.

USDJPY

Permintaan terhadap yen sebagai safe haven berpotensi kembali meningkat jika rilis data PDB China mendominasi sentimen pasar. Jika mampu konsisten bergerak di bawah 109.50, potensi turun lebih lanjut ke 109.20. Resisten terdekat di level 109.90.

AUDUSD

Data PDB China akan menjadi katalis penggerak. Potensi turun menguji level 0.7135 sebelum mengincar 0.7110. Resisten terdekat di level 0.7185.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 21/01/2018 pukul 11.06WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.