Mengawali pekan ini, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat meski tipis di level 230,3842

  • Mengawali pekan ini, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat meski tipis yakni +0,08% di level 230,3842. Demikian pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) yang naik +0,08% ke level 225,4856. Adapun INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik paling tinggi sebesar +0,11% ke level 254,8662. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola Rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat turun sebesar: tenor pendek (<5tahun) -1,42bps, menengah (5-7tahun) -0,58bps, dan panjang (>7tahun) -0,83bps. Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun turun sebesar –0,88bps dan mendorong INDOBeXG-Effective Yield bergerak positif yakni turun –0,0025poin ke level 8,6034. Harga seri SUN benchmark bergerak mixed dengan rata-rata harga pada seluruh serinya menguat sebesar +3,85bps. Harga seri FR0064 dan FR0075 masing-masing menguat sebesar +22,40bps dan +1,42bps. Sementara harga seri FR0063 dan FR0075 turun masing-masing sebesar –3,23bps dan –5,19bps. Mayoritas harga SBN tipe FR juga didominasi penguatan dengan rata-rata harga naik sebesar +2,84bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin naik sangat tipis +0,01% ke level 105,0833. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi tampak masih belum semarak dengan total volume transaksi sebesar Rp4,57tn (+2,84%), dan total frekuensi sebanyak 380 kali (-18,80%). Sepinya transaksi juga dialami seri-seri SUN benchmark. Total volume transaksi SUN benchmark pada perdagangan kemarin hanya tercatat sebesar Rp728miliar. Seri benchmark, FR0065, tercatat sebagai seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp499miliar. Sementara seri FR0072 tercatat sebagai yang teraktif sebanyak 51 kali. Pada transaksi obligasi korporasi, total volume transaksi terbesar dicatatkan seri TBIG03CN2 sebesar Rp281miliar. Sementara frekuensi teraktif dicatatkan seri SIEXCL02ACN1 sebanyak 25 kali. Awal pekan ini, faktor trading tampak men-drive pergerakan pasar obligasi. Minimnya sentimen baru ditengah berbagai tekanan yang datang baik dari dalam maupun luar negeri mendorong sepinya transaksi di pasar sekunder, dan memicu tipisnya pergerakan pasar. Pergerakan tingkat imbal hasil yang diminta juga relatif tipis yakni dikisaran –0,88bps hingga –1,68bps. Rupiah di pasar spot kemarin kembali melemah –6,0poin ke level Rp15.223/US$. Pada perdagangan hari ini, pasar obligasi diprediksi akan kembali tertekan paska wacana Amerika yang akan menerapkan bea masuk baru pada produk-produk China. Berbeda halnya dengan pasar obligasi, IHSG pada penutupan kemarin ditutup melemah –0,52% di level 5.754,61. Harga SBN berpotensi terkoreksi pada perdagangan hari ini setelah tersiar kabar bahwa Amerika sudah menyiapkan bea masuk baru pada barang-barang impor China senilai US$257miliar. Kondisi tersebut dihawatirkan akan semakin menekan nilai tukar Rupiah terhadp US Dollar. 

EKONOMI GLOBAL

  • Harga emas kemungkinan bergerak volatile pada pada hari ini melihat belum stabilnya bursa saham global. Bursa saham AS pada perdagangan Senin kemarin sempat menguat, namun di akhir perdagangan berbalik melemah. Bursa saham Asia pagi ini mengikuti pergerakan bursa AS, sempat dibuka melemah, dan perlahan bergerak naik. Data sentimen konsumen AS pukul 21:00 WIB jika dirilis lebih rendah dari perkiraan 136,3 dapat memperburuk risk appetite pelaku pasar, berpotensi menekan bursa saham lebih dalam dan emas memiliki peluang kembali menguat, begitu juga sebaliknya. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah kembali menguatnya dollar indeks akibat buruknya kinerja beberapa mata uang utama khususnya euro dan pound sterling. Penguatan indeks dollar dapat membatasi penguatan harga emas.

Potensi Pergerakan

Emas

Pagi ini harga emas bergerak di dekat support di kisaran 1228, selama bertahan di atas support tersebut peluang emas untuk kembali menguat cukup besar, dengan target ke area 1236 atau lebih jauh ke 1240. Namun jika 1228 ditembus secara konsisten, emas berpeluang turun kembali ke 1225, dan lebih jauh ke 1221.

Minyak Mentah

Perekonomian global yang diperkirakan melambat menimbulkan kecemasan akan kemungkinan menurunnya permintaan minyak mentah yang membuat harganya mengalami tekanan. Selama tidak menembus ke atas resisten 67.30, minyak berpeluang melemah ke level 65.70.

EURUSD

Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang menyatakan tidak lagi maju dalam pemilihan Pimpinan Partai CDU menjadi sentimen negatif bagi kurs euro. Jika menembus support 1.1355, EURUSD berpotensi turun ke area 1.1320. Resisten terdekat di kisaran 1.1410.

GBPUSD

Selama belum ada keputusan resmi masalah Brexit, GBPUSD masih sulit untuk menguat. GBPUSD pada pukul 8:24 WIB berada di kisaran 1.2800, jika turun dan bergerak konsisten di bawah level tersebut, GBPUSD berpeluang besar turun ke area 1.2745.

USDJPY

Stabilitas bursa saham juga akan memmengaruhi USDJPY, jika bursa saham melemah USDJPY berpeluang turun ke area 112.00. Namun sebaliknya, USDJPY berpotensi naik ke level 112.85 jika mampu menembus konsisten di atas resisten 112.55, dan jika bursa saham menguat pada hari ini.

AUDUSD

Rilis data ijin membangun Australuia beberapa saat lalu yang menunjukkan kenaikan (meksi di bawah estimasi) menjadi sentimen positif bagi AUDUSD jika dibandingkan dengan rilis sebelumnya. Selama bertahan di atas level 0.7050, AUDUSD berpotensi naik ke level 0.7105.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 30/10/2018 pukul 11.16WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.