Marketplace BIMart Bank Jateng Dirancang Ramah UMKM

Ruang untuk jual-beli online atau marketplace yang disediakan Bank Jateng untuk mendukung pemasaran produk dari pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), BIMart, dirancang ramah UMKM. Dengan begitu BIMart yang tersedia di Playstore modelnya sangat sederhana, mudah dioperasikan namun tetap dijaga keamanannya.

Marketplace yang memiliki 10 kelompok produk mulai dari kebutuhan rumah tangga, fashion, kerajinan, kecantikan, makanan dan minuman, kesehatan, otomotif,, buku dan ATK, otomotif serta elektronik ini terlihat perkembangannya karena didukung dengan koneksitas dengan fasilitas transaksi pembayaran yang kekinian. Layanan ini untuk sementara disediakan kepada para pelaku usaha yang sudah menjadi nasabah Bank Jateng.

BIMart menarik untuk dimanfaatkan karena jumlah pengunjungnya terus bertambah dari hari ke hari.  “Tahapan pertama pembayarannya melalui Bank Jateng. Tapi, ke depan tidak menutup kemungkinan untuk menjangkau keseluruhan bank. Jadi pembeli bisa membayar melalui mobile banking yang dimiliki oleh pembeli produk,” kata Direktur Utama Bank Jateng, Supriyanto,  dalam acara Empaty for Charity bertema “Berbagi untuk Dunia Pendidikan yang Lebih Baik”, Selasa (6/10/2020).

Platform e-commerce ini diberi nama  BIMart yang merupakan akronim dari Bima Market. Nama Bima diambil dari tokoh pewayangan yang dijadikan ikon produk tabungan unggulan Bank Jateng. Dengan kebesaran dan popularitas nama Bima atau Werkudara ini, ruang transaksi online ini diharapkan menjadi ruang yang kuat dan kokoh.

Supriyatno yang akrab dipanggil Nano ini mengajak masyarakat yang belum menjadi nasabah Bank Jateng untuk segera membuka tabungan, deposito atau giro di banknya wong Jateng ini agar bisa memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Dia juga mengingatkan para nasabah juga berpeluang mendapatkan hadiah tabungan yang pengundiannya dilakukan dari tingkat cabang, cabang utama dan pusat.

Direktur Bisnis Bank Jateng, Hanawijaya, mengatakan dibangunnya e-commerce Bimart adalah untuk melengkapi pelayanan Bank Jateng kepada para nasabahnya. “Kenapa ikon-nya Bima, karena kita punya tabungan namanya Bima, kita juga punyai layanan e-bima dan seterusnya. Sehingga nama Bima ini sekaligus simbol untuk Bimart,” ujar Hanawijaya.

Secara tegas dia meminta agar seluruh cabang Bank Jateng aktif mengajak dan melibatkan nasabah serta para pelaku UMKM agar bergabung di Bimart untuk menjual produknya. Di era digital, kata dia, memanfaatkan marketplace adalah sebuah keniscayaan. Apalagi saat kondisi pandemic COVID-19 dimana orang mengurangi interaksi langsung, transaksi online menjadi solusi. (**)