Magang Dharma Komitmen Bank Jateng Kembangkan SDM Unggul

Bank Jateng terus mengembangkan Program Magang Dharma (PMD) sebagai bentuk komitmen untuk ikut mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di Jawa Tengah, dengan memberi kesempatan para lulusan sekolah menengah atas dan kejuruan serta diploma menjalani praktek kerja langsung di bank milik wong Jateng ini. Meski statusnya magang, peserta selain diberi pelatihan yang memadai juga mendapatkan uang saku.

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, mengatakan PMD Bank Jateng yang dimulai sejak tahun 2018 telah memberi kesempatan kepada siswa dan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja di bidang perbankan secara nyata di Bank Jateng selama maksimal dua tahun. “Tujuannya memberikan pengalaman kerja yang riil sebagai bekal untuk menjadi sumber daya yang unggul di masa mendatang,” kata Supriyatno, Rabu (14/10/2020).

Awalnya, PMD Bank Jateng hanya memberi ruang magang untuk posisi teller saja. Alasannya, karena posisi teller adalah basic dari kerja professional di lembaga keuangan perbankan, sehingga pengalaman sebagai teller menjadi semacam kewajiban bagi orang yang ingin berkarir sebagai bankir. Namun dalam perkembangannya, bisa dipertimbangkan untuk ditempatkan di pos lainnya.

Menurut Supriyatno, tidak ada keharusan bagi peserta PMD untuk menjadi karyawan, karena tujuan program ini bukan bagian dari rekrutmen Bank Jateng. Peserta diberi kebebasan untuk memilih karir yang sesuai dengan keinginannya. “Tapi kalau ada yang kebetulan cocok, dan ada formasi yang sesuai, bisa saja peserta PMD lanjut menjadi karyawan,” tuturnya.

PMD Bank Jateng terbuka untuk pria dan wanita, diprioritaskan yang berdomisili di Jawa Tengah, berusia antara 18 – 24 tahun, nilai UAN minimal 7,0 untuk lulusan SMA/SMK dengan nilai UAN minimal 7,0 dan IPK minimal 2,5 untuk lulusan Diploma (D1-D3), sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter serta  berkelakuan baik yang ditunjukkan dengan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Juga disyaratkan untuk sanggup dan bersedia untuk penempatan magang di seluruh Unit Kerja Bank Jateng, serta bersedia untuk tidak menikah selama menjalani program magang.

Sedangkan fasilitas yang diberikan oleh Bank Jateng meliputi program pelatihan keahlian kerja, uang saku, pemberian beasiswa, diberi sertifikat magang yang berlaku seperti surat pengalaman kerja, dan fasilitas lain yang dimungkinkan diberikan oleh perusahaan. Tidak tertutup kemungkinan peserta PMD diikutsertakan dalam seminar dan kursus singkat untuk meningkatkan kualifikasi keahlian.

Sebagaimana diketahui, bank yang berdiri 13 Maret 1963 di Semarang dengan nama Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah ini, tengah mengembangkan teknologi informasi untuk menunjang usahanya. Di setiap lini kegiatannya didukung pemanfaatan teknologi informasi, mengingat ke depan usaha perbankan akan banyak sekali menggunakan teknologi digital. (***)