Kinerja positif kembali mewarnai ketiga indeks return obligasi Indonesia

  • Kinerja positif kembali mewarnai ketiga indeks return obligasi Indonesia. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,60% di level 231,1468, sementara INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) masing-masing ditutup menguat +0,65% di level 226,6539, dan +0,28 di level 252,8323. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola bullish. Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun turun hingga –8,34bps dengan penurunan terbesar terjadi pada tenor menengah (5-7tahun) yakni –9,75bps. Adapun rata-rata yield pada dua kelompok tenor lainnya masing-masing turun sebesar: pendek (<5tahun) -5,81bps dan panjang (>7tahun) -8,60bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin ditutup turun –0,1006poin di level 8,3860. Penguatan harga yang mewarnai keempat seri SUN benchmark bertahan hingga penutupannya. Harga SUN bencmark ditutup menguat di rentang +45,15bps (FR0063) hingga +119,31bps (FR0064) dan mencatatkan penguatan rata-rata harga sebesar +78,81bps. Harga seluruh SBN tipe FR kemarin juga kompak menguat dengan rata-rata harga naik +58,88bps. Penguatan harga pada tipe FR berada di rentang +0,74bps (FR0061) hingga +136,19bps (FR0074). Oleh karena itu, INDOBeXG-Clean Price ditutup semakin ke atas ke level 106,6009 (+0,63%). Seri-seri obligasi di pasar sekunder kemarin ditransaksikan sebanyak 657 kali (turun –4,51% dari sehari sebelumnya). Namun demikian, total volume tampak meningkat sebesar +22,89% menjadi Rp12,07tn. Kali ini peningkatan volume lebih didorong oleh volume transaksi SUN tenor panjang yang naik sebesar Rp1,32tn. Pada perdagangan kemarin, FR0072 menjadi seri SBN yang ditransaksikan dengan frekuensi terbanyak yakni 95 kali dan sekaligus total volume terbesar Rp1,65tn. Sementara untuk obligasi korporasi, frekuensi terbanyak dicatatkan WSKT03BCN1 yakni 9 kali, dan total volume terbesar oleh TLKM02B Rp160miliar. Pasar obligasi Indonesia berhasil mempertahankan tren positifnya ditengah bayang-bayang memanasnya kembali perang tarif lanjutan antara AS dan China, tren kenaikan imbal hasil US Treasury 10-tahun yang kembali tembus ke level 3,06%, dan volatilitas Rupiah. Investor tampak tidak terlalu merespon pengumuman tarif impor baru produk China oleh Donald Trump senilai US$200miliar yang langsung di balas China dengan juga mengumumkan tarif impor baru terhadap produk AS meski dengan nilai yang lebih kecil yakni US$60miliar. Tercermin sejak Donald Trump mengumumkan pengenaan bea impor tersebut, mayoritas harga SBN masih terus menunjukkan penguatannya dan mendorong tingkat imbal hasil SBN cenderung bergerak turun/bullish. Sebagai informasi, Bank Sentral Jepang kemarin memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter longgarnya ditengah bayang-bayang kenaikan suku bunga acuan FFR pekan depan. Senada dengan pasar obligasi, IHSG kemarin turut ditutup menguat +1,06% di level 5.873,60. Pada perdagangan hari ini, pasar obligasi diprediksi bergerak mendatar dengan tren menguat. Saat ini, concern investor diperkirakan mulai beralih ke pelaksanaan rapat FOMC dan RDG-BI pekan depan. Menurut survey di Bloomberg, probabilitas kenaikan FFR di pekan depan sudah mencapai angka 100%, dan akan menyisakan 1 kali lagi kenaikan di akhir tahun ini. Di sisi lain, Bank Indonesia juga memutuskan masih akan membuka peluang kenaikan suku bunga acuannya guna menjaga stabilitas Rupiah.

 EKONOMI GLOBAL

  • Sentimen pelemahan dolar yang didorong oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang dagang antara AS dan China karena Washington hanya menerapkan tarif 10% untuk saat ini, sebelum menaikan menjadi 25% di akhir tahun 2018, daripada langsung naikan menjadi 25% berpotensi menopang kenaikan aset berisiko dan harga emas dalam jangka pendek. Sementara itu fokus lainnya akan tertuju pada perkembangan Brexit setelah PM Theresa May menolak usulan Uni Eropa terkait perbatasan Irlandia dan adanya pernyataan dari Presiden Uni Eropa Jean Claude Juncker yang mengatakan bahwa kesepakatan Brexit “masih jauh” untuk tercapai. Data ekonomi penting hari ini akan datang dari perilisan suku bunga SNB pukul 14.30 WIB, retail sales Inggris pukul 15.30 WIB, Philadelphia Fed Manufacturing Index AS pukul 19.30 WIB, Existing Home Sales AS pukul 21.00 WIB dan pidato Presiden Bundes Bank Jens Weidmann pukul 22.15 WIB.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang menguat dalam jangka pendek di tengah pelemahan dolar AS seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang dagang antara AS dan China dengan mengincar resisten di $1210-$1212. Sementara itu jika harga bergerak turun, level support terlihat di $1200-$1197.

Minyak

Sentimen turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan EIA kemarin serta ekspektasi untuk suplai minyak global yang ketat berpeluang menopang kenaikan harga minyak dalam waktu dekat untuk membidik level resisten di $71.60 – $72.10. Sementara itu jika melemah, level support berada di $71.00-$70.50.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk mengincar level resisten di 1.1700 – 1.1720 di tengah sentimen pelemahan dolar AS serta kenaikan yield obligasi Italia. Namun jika pasar mengkhawatirkan ketidakpastian Brexit, EURUSD berpotensi untuk berbalik turun mengincar support di 1.1640 – 1.1625. Data dan event penting hari ini akan tertuju pada data consumer confidence zona Euro pukul 21.00 WIB dan pidato Presiden Bundes Bank Jens Weidmann pukul 22.15 WIB.

GBPUSD

Keputusan PM Theresa May yang menolak usulan Uni Eropa terkait perbatasan Irlandia serta pernyataan Presiden Uni Eropa Jean Claude Juncker yang mengatakan bahwa kesepakatan Brexit “masih jauh” untuk tercapai, berpotensi akan menjadi beban bagi pergerakan GBPUSD dengan mengincar support di 1.3100 – 1.3060. GBPUSD berpotensi untuk dapatkan sentimen positif jika data retail sales Inggris dirilis optimis dengan membidik resisten di 1.3180 – 1.3220.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek jika sentimen pelemahan dolar masih mendominasi pergerakan pasar dengan membidik level support di 112.00 – 111.60. Namun dengan outlook Bank of Japan yang masih dovish, USDJPY berpotensi untuk bergerak naik dengan level resisten berada di 112.60 – 113.00

AUDUSD

Meredanya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang dagang AS dan China serta menguatnya harga komoditas, khususnya tembaga, berpeluang mempertahankan penguatan AUDUSD dalam jangka pendek dengan mengincar resisten di 0.7290 – 0.7310. Namun, jika investor melakukan aksi profit taking pasca penguatan selama tiga sesi terakhir, AUDUSD berpeluang melemah untuk membidik support di 0.7230 – 0.7200.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 20/09/2018 pukul 10.56WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.