Kamis, 5 September 2019

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat +0,08% ke level 264,5273 pada perdagangan kemarin. INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) juga menguat masing-masing ke level 259,5715 (+0,08%) dan 287,9166 (+0,09%). Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan Rata-rata yield 1-30 tahun turun –1,97bps. Rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) turun masing-masing sebesar –3,39bps dan –2,06bps. Sementara itu hanya rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) yang naik +0,63bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Effective Yield perdagangan kemarin bergerak turun sebesar –0,0149poin ke level 7,2413. Harga seluruh seri SUN benchmark menguat di rentang +3,60bps hingga +25,00bps dan mencatatkan rata-rata kenaikan sebesar +12,10bps. Secara keseluruhan, harga SUN seri FR dan ORI juga dominan menguat dengan rata-rata sebesar +3,86bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price ditutup naik sebesar +0,06% ke level 113,2987. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau meningkat dari sisi total volume yakni sebesar +20,52% menjadi Rp21,79tn. Sementara itu total frekuensi tercatat menurun sebesar –5,41% menjadi 734 transaksi. Peningkatan volume yang cukup signifikan dipicu oleh kenaikan volume perdagangan obligasi negara tenor menengah dan panjang dengan akumulasi kenaikan masing-masing sebesar Rp1,94tn dan Rp5,88tn dalam sehari perdagangan. Seri FR0075 kembali menjadi SBN teraktif dengan 110 transaksi, sedangkan seri dengan volume terbesar dicatatkan FR0078 yakni senilai Rp1,28tn. Adapun untuk obligasi korporasi, seri BBKP02SBCN1 menjadi yang teraktif dengan 10 transaksi (total volume Rp88miliar). Senada dengan sesi siangnya, pasar obligasi Indonesia melanjutkan penguatan secara terbatas hingga sesi penutupan perdagangan Rabu kemarin. Tercermin dari kenaikan harga mayoritas seri-seri SBN sehingga turut menopang penurunan imbal hasil obligasi negara mayoritas tenornya dan kenaikan indeks return obligasi domestik. Ditengah masih tingginya kekhawatiran terhadap kelanjutan negosiasi dagang antara AS-China serta deadline hard Brexit yang semakin dekat, penguatan pasar pada perdagangan kemarin diperkirakan lebih digerakkan oleh faktor trading investor. Selain itu, tren penguatan nilai Rupiah terhadap US Dollar diprediksi juga menambah tenaga untuk penguatan pasar SBN. Senada dengan pergerakan pasar surat utang, kinerja pasar saham domestik juga sanggup menguat yang tercermin dari kenaikan IHSG sebesar +0,13% ke level 6.269,66. Pada perdagangan Kamis ini, pasar obligasi berpotensi untuk meneruskan tren positifnya. Penguatan pasar diperkirakan lebih dipicu oleh respon positif investor terhadap solidnya data ekonomi terbaru dari China ditengah ancaman perang dagang, tensi geopolitik yang mereda di Hongkong, serta persetujuan anggota parlemen Inggris untuk kembali menunda No Deal Brexit.

EKONOMI GLOBAL

  • Permintaan terhadap aset berisiko berpeluang meningkat pada awal perdagangan hari Kamis (5/9) di tengah adanya laporan bahwa AS dengan Tiongkok akan segera adakan pertemuan untuk negosiasi dagang kembali. Selain itu laporan lainnya yang berpeluang meningkatkan permintaan terhadap aset berisiko juga datang dari meredanya kekhawatiran politik di Italia dan Hong Kong, serta keberhasilan oposisi di parlemen Inggris untuk memaksa PM Inggris meminta penundaan waktu Brexit. Fokus data penting hari ini yaitu : trade balance Australia pukul 8:30 WIB, pesanan pabrik Jerman pukul 13:00 WIB, ADP Non-Farm Employment Change AS pukul 19:15 WIB, ISM indeks sektor jasa AS pukul 21:00 WIB serta data cadangan minyak mentah AS dari EIA pukul 22:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di $1540 – $1535 di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset berisiko seiring meredanya ketidakpastian politik global serta akan bertemunya AS-Tiongkok pada awal Oktober ini. Namun, harga emas berpeluang untuk berbalik untuk menguji level resisten di $1550 – $1555 jika dollar AS melemah pada sejumlah data ekonomi AS.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $56.50 – $57.00 di tengah pasar yang menyambut baik berita akan bertemunya dua konsumen raksasa minyak dunia yaitu AS-Tiongkok. Namun, harga minyak berpotensi untuk bergerak turun untuk menguji level support di $55.70 – $55.20 jika pasar dapatkan katalis negatif dari kenaikan cadangan minyak dalam laporan EIA pada pukul 22:00 WIB.

EURUSD

EURUSD berpeluang untuk bergerak naik untuk menguji level resisten di 1.1070 – 1.1120 dalam jangka pendek pada sentimen pernyataan Christine Lagarde, calon ketua ECB, yang mengkhawatirkan skala stimulus moneter serta efek sampingnya. Namun jika bergerak turun, level support berada di 1.1000 – 1.0950.

GBPUSD

Kemenangan parlemen Inggris dalam mengagalkan upaya pemilu lebih awal oleh PM Inggris Boris Jhonson dan meminta untuk menunda waktu Brexit berpeluang menopang kenaikan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.2280 – 1.2320. Jika bergerak turun, level support terlihat di 1.2200 – 1.2150.

USDJPY

Pulihnya permintaan terhadap aset beriko pasca pengumuman akan bertemunya AS-Tiongkok untuk negosiasi dagang berpeluang menopang kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 106.70 – 107.20. Jika bergerak turun, level support berada di 106.00 – 105.50.

AUDUSD

Perilisan data neraca perdagangan Australia yang optimis pagi ini serta meredanya tensi dagang AS-Tiongkok berpeluang memicu kenaikan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 0.6830 – 0.6880. Jika bergerak turun, level support berada di 0.6760 – 0.6710.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 05/09/2019 pukul 09.45WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.