Kamis, 29 Agustus 2019

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,14% ke level 264,1838 pada perdagangan kemarin. Sedangkan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) turun –0,15% ke level 259,2444 dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun –0,03% ke level 287,4574. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield 1-30 tahun naik +1,77bps dengan kenaikan tertinggi dicatatkan tenor menengah (5-7tahun) yakni +3,01bps. Rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) naik masing-masing sebesar +1,25bps dan +1,70bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin naik +0,0262poin ke level 7,2469. Harga seluruh seri SUN benchmark berlanjut melemah dengan penurunan rata-rata sebesar –33,99bps. Secara keseluruhan, harga SUN seri FR juga dominan melemah. Rata-rata harga SUN seri FR kemarin turun sebesar –16,63bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price juga semakin bergerak turun yakni –0,18% ke level 113,3934. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau meningkat. Total frekuensi naik +9,38% menjadi 1.049 transaksi, dan total volume naik +24,26% menjadi Rp17,28tn. Bahkan volume transaksi benchmark naik signifikan hingga +245,13% menjadi Rp3,44tn dalam 105 transaksi. FR0080 menjadi SBN teraktif ditransaksikan kemarin yakni 160 kali, sedangkan transaksi tersolid ditransaksikan dicatatkan FR0064 dengan total volume Rp2,11tn. Adapun untuk obligasi korporasi, seri BVIC01SBCN2 menjadi yang teraktif ditransaksikan yakni 15 kali. Sedangkan total volume terbesar senilai Rp325miliar oleh BBTN03ACN1. Pelemahan berlanjut mewarnai performa pasar obligasi domestik hingga pertengahan pekan ini. Mayoritas harga SUN seri FR semakin dominan terkoreksi. Dari 41 seri FR yang beredar hanya 2 seri yang ditutup menguat, sedangkan selebihnya turun di kisaran –1,37bps hingga –59,61bps. Demikian pula dengan tingkat imbal hasil SBN yang berlanjut tertekan naik pada seluruh tenor di rentang –0,07bps hingga –3,55bps. Meningkatnya ketidakpastian hubungan dagang AS-China paska China membantah klaim sepihak Presiden Trump yang menyatakan bahwa kesepakatan dagang diantara mereka akan segera tercapai kemungkinan semakin mendorong sikap antisipasi di pasar. Tekanan yang melanda pasar obligasi domestik diprediksi masih akan berlanjut pada hari ini. Selain itu, pasar juga dihadapkan pada perselisihan dagang antara Jepang dan Korsel setelah Jepang menghapus Korsel dari daftar mintra dagang favoritnya. Selain itu, sentimen negatif juga datang dari gejolak politik di Inggris terkait Brexit. Pasar obligasi domestik diprediksi masih akan berada dalam tekanan terpicu oleh situasi global yang semakin tidak kondusif. Selain kekisruhan perang dagang AS-China, kali ini pasar juga dihadapkan pada ancaman perang dagang antara Jepang- Korsel. Selain itu, kegaduhan politik di Inggris setelah secara mendadak PM Inggris Boris Johnson bermanuver akan membekukan parlemen Inggris.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Pasar bersikap hati-hati pada hari Kamis 29 Agustus 2019 setelah semalam melakukan aksi lepas aset safe haven di tengah meredanya kekhawatiran perang dagang AS – Tiongkok dapat makin memanas setelah sanggahan pemerintah Tiongkok akan adanya komunikasi dengan Presiden Trump minggu lalu. Fokus data utama pasar hari ini pada data Preliminary GDP kuartal ke-2 AS malam nanti. Data-data ekonomi lainnya yang dapat menggerakkan pasar hari ini di antaranya, Private Capital Expenditure Australia, Prelim CPI dan Unemployment Change Jerman,juga data Current Account Kanada.

Potensi Pergerakan

EMAS

Aksi ambil untung terhadap aset safe haven berpeluang tekan hatga emas turung menguji level $1530-1532, sebaliknya peluang naik masih dibayangi resisten $1550 – 1555.

MINYAK

Laporan persediaan minyak mentah AS yang menyusut signifikan menopang peluang naik menguji level $56.35 – 56.70, sebaliknya kekhawatiran peningkatan produksi masih berpotensi tekan harga minyak turun ke level 54.80 – 55.20

EURUSD

EURUSD menantikan data inflasi dan pengangguran, berpotensi turun menguji support 1.1000 – 1.1050, Sebaliknya bila data menunjukan hasil yang lebih baik berpeluang angkat harga EURUSD naik ke level 1.1100 – 1.1110.

GBPUSD

Ketegangan politik internal Inggris berpeluang menekan harga GBPUSD turun menguji level support 1.2150 – 1.2200. Sebaliknya perkebangan Brexit yang lebih baik dapat mengangkat GBPUSD naik ke level 1.2250 – 1.2300.

USDJPY

Fokus pada data kepercayaan konsumen Jepang siang ini, USDJPY berpotensi naik bila data dirilis lebih rendah dari estimasi, menguji resisten 106.35 – 106.75. Sebaliknya dapat menekan USDJPY turun ke level 105.00 – 105.50.

AUDUSD

Data Private Capital Expenditure Australia yang dirilis lebih rendah dari ekspektasi pagi ini menekan harga AUDUSD turun, berpotensi uji level support 0.6700 – 0.6720. Sebaliknya bila terjadi penguatan dapat menguji resisten 0.6750 – 0.6775.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 29/08/2019 pukul 11.21WIB

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.tiny