Kamis, 28 Januari 2021

  • Kinerja Pasar Obligasi Domestik Berlanjut Terbatas. Seluruh indeks return obligasi konvensional dan sukuk ditutup menguat tipis pada rentang +0,02% hingga +0,07%. Harga SUN seri fixed rate bervariasi dengan rata-rata perubahan harga naik +2,64bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara naik +0,06bps.  Kurva yield PHEI-IGSYC bergerak mixed. Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun naik tipis +0,09bps dimana kenaikan yield terjadi pada kelompok tenor panjang.  Total volume obligasi di pasar sekunder turun –20,59% menjadi Rp21,92tn dan total frekuensi turun tipis –0,32% menjadi 1.535 transaksi. Senada dengan sesi siangnya, pergerakan pasar pada sesi penutupan Rabu diperkirakan juga didorong oleh faktor trading. Pasar masih menantikan sentimen dominan lanjutan seperti bagaimana update kebijakan moneter terbaru The Fed dinihari nanti waktu Indonesia. Dari domestik, concern pasar juga terfokus pada rencana terbaru Presiden Jokowi untuk lebih menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia dengan menerapkan “karantina wilayah terbatas”. Pada perdagangan Rabu, kurs spot Rupiah ditutup melemah tipis 10 poin ke level Rp14.050/US$. Today’s Outlook Tren sideways diperkirakan masih mewarnai pergerakan pasar obligasi Indonesia pada perdagangan Kamis. Bayangbayang sentimen negatif diperkirakan masih berasal dari peningkatan risiko terhadap pemulihan ekonomi Indonesia. Terlebih lagi setelah IMF memangkas proyeksi GDP Indonesia tahun 2020 dari 1,9% menjadi 1,5% serta tahun 2021 dari 6,1% menjadi 4,8%.

ECONOMIC GLOBAL

  • UST 10-yr yield turun ke level 1.02% di tengah tekanan pada pasar saham serta setelah The Fed mengumumkan untuk mempertahankan suku bunga dan melakukan pembelian aset dalam jumlah yang tetap stabil sekitar $120bn per bulan.  Bursa saham AS melemah DJIA -2.05%, S&P 500 -2.57%, dan Nasdaq -2.61% di tengah rilis data pendapatan yang mengecewakan serta meningkatnya kekhawatiran tentang aktivitas perdagangan yang spekulatif di kalangan investor retail. Bursa saham Eropa melemah DAX -1.81%, FTSE -1.30%, dan CAC – 1.16%. Bursa saham Asia mayoritas melemah Nikkei +0.31%, HSI -0.32%, dan Kospi -0.57%.

Peluang Pergerakan

EMAS

Abaikan sikap dovis The Fed, harga emas berakhir melemah $19.32 di level $1831.23 pada hari Rabu karena tertekan penguatan dollar AS di tengah kekhawatiran rencana stimulus ekonomi dari Presiden Biden tidak akan secepat dan sebesar yang diharapkan.  Pagi ini (28/1), harga emas berpotensi masih dalam tekanan jual menargetkan level support $1831 selama harga tertahan di bawah level resisten $1848. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten ini bisa memicu aksi beli harga emas menguji level resisten berikutnya $1852. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1831 – $1854.

MINYAK

Abaikan data cadangan minyak AS yang dirilis lebih rendah dari perkiraan, harga minyak ditutup turun sebesar $0.09 ke level $52.63 karena pasar yang terus mengkhawatirkan tingginya kasus baru covid-19 yang bisa memicu perlambatan pemulihan ekonomi global. Pagi ini (28/1), potensi jual harga minyak bisa berlanjut menguji level support $51.80 apabila harga tertahan di bawah level resisten $52.85. Tetapi, kenaikan lebih tinggi dari level resisten ini bisa memicu aksi beli terhadap harga minyak menargetkan level resisten berikutnya $53.30. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $51.80 – $53.30.

EURUSD

Data German GfK Consumer Climate yang dirilis di bawah ekspektasi serta dolar AS yang mampu rebound di tengah ekspektasi penundaan stimulus AS telah menekan EURUSD turun sebesar 48 pip ke level 1.2111 di akhir sesi perdagangan hari Rabu. Pagi ini (28/1), aksi jual terhadap EURUSD berpotensi terus berlanjut menargetkan level support 1.2055 selama harga konsisten bergerak di bawah level resisten 1.2130. Namun, bila harga mampu menembus level resisten tersebut, EURUSD berpotensi dibeli menguji resisten berikutnya 1.2150. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.2055 – 1.2150.

GBPUSD

Penguatan dollar AS akibat kekhawatiran penundaan dan ekspektasi angka yang lebih kecil dari rencana stimulus ekonomi Presiden Biden serta outlook suram ekonomi Inggris yang tertekan pandemi covid-19, telah  menekan turun GBPUSD sebesar pip 47 ke level 1.3687 di akhir sesi perdagangan hari Rabu.  Potensi jual ini bisa terus berlanjut pagi ini (28/1) menargetkan level support 1.3615 selama harga tidak mampu menembus resisten 1.3695. Namun, bila harga mampu menembus level resisten tersebut, maka GBPUSD berpotensi dibeli menargetkan resisten 1.3730. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 13615 – 1.3730.

USDJPY

USDJPY ditutup naik sebesar 48 pip ke level 104.10 pada perdagangan hari Rabu, karena kekhawatiran rencana stimulus ekonomi dari Presiden Biden tidak akan secepat dan sebesar yang diharapkan telah mendorong permintaan terhadap dollar AS. USDJPY berpotensi dibeli pagi ini (27/1) menargetkan level resisten 104.60 selama harga mampu bertahan di atas level support 104.00. Penembusan level support ini bisa memicu aksi jual USDJPY menguji level support selanjutnya 103.75. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 103.75 – 104.60.

AUDUSD

Aksi beli dolar AS di tengah outlook penundaan stimulus besar dari Presiden AS Joe Biden telah  menekan turun AUDUSD sebesar 84 pip dan ditutup di level 0.7662 pada perdagangan hari rabu. Potensi jual ini bisa berlanjut pagi ini (28/1) menguji level support 0.7600 selama harga tidak mampu menembus level resisten 0.7665. Kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut bisa memicu aksi beli AUDUSD menguji resisten selanjutnya 0.7695. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7600 – 0.7695.

NIKKEI

Indeks Nikkei berakhir turun sebesar 535 poin di level 28185 karena investor yang terbebani oleh kekhawatiran pemulihan ekonomi global di tengah kenaikan kasus covid-19. Pagi ini (28/1), indeks Nikkei berpotensi dijual menargetkan level support 27940 karena tertekan oleh outlook suram pemulihan ekonomi global di tengah kenaikan kasus covid-19. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 27940 – 28520.

HANG SENG

Redupnya minat pada aset berisiko akibat kekhawatiran rencana stimulus ekonomi dari Presiden Biden tidak akan secepat dan sebesar yang diharapkan, telah menekan indeks Hang Seng turun 518 poin ke level 29122 kemarin. Potensi jual ini bisa terus berlanjut pagi ini (28/1) menargetkan level support 28675 selama harga tidak mampu menembus resisten 29300. Namun, bila harga mampu menembus level resisten tersebut, maka indeks Hang Seng berpotensi dibeli menargetkan resisten berikutnya 29470. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 28675 – 29475.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya