Kamis, 27 Agustus 2020

  • Berbalik Melemah, ICBI Ditutup Turun –0,15%.  Indeks return obligasi Indonesia, ICBI, melemah –0,15% sore ini, sementara INDOBeXG-TR turun –0,16%.  Koreksi harga mewarnai mayoritas seri SUN Fixed Rate sore ini dengan rata-rata turun –18,73bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola bullish. Rata-rata yield tenor menengah tertekan naik paling tinggi yakni +6,10bps. Demikian pula dengan yield obligasi korporasi.  Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder hari ini tercatat sebesar Rp20,24tn (-5,38%) dan total frekuensi sebanyak 1.555 transaksi (+15,44%). Senada dengan sesi siang, koreksi harga sore ini merupakan salah satu bentuk antisipasi pasar terhadap kemungkinan resesi dalam negeri, serta pidato Jerome Powell pada esok hari terkait update kebijakan the Fed. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS hari ini sedikit melemah ke level Rp14.678/US$ dari Rp14.649/US$.  Berbeda halnya dengan pasar obligasi, IHSG hari ini ditutup menguat meski tipis yakni +0,03% ke level 5.340,33. Pasar obligasi diprediksi berlanjut melemah meski terbatas pada perdagangan Kamis. Ditengah belum adanya sentimen lanjutan yang dominan, pasar akan diwarnai wait and see pidato Jerome Powell mengenai arah kebijakan moneternya. Selain itu, beredar kabar bahwa ada kemungkinan the Fed akan menggeser target inflasi menjadi rata-rata sehingga memungkinkan inflasi bergerak lebih tinggi dari sebelum the Fed menaikkan suku bunga (Retuters).
  • Bank Indonesia (BI) menambah kuota harian jalur penukaran individu Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) mulai hari ini 27 Agustus 2020 pukul 14.00 WIB, melalui tautan aplikasi berbasis website https://pintar.bi.go.id (PINTAR). Dengan demikian, masyarakat yang belum memiliki UPK 75 Tahun RI dapat kembali melakukan pemesanan hingga 30 September 2020 yang sebelumnya telah habis dipesan. Hal ini guna memperkuat jalur mekanisme kolektif yang telah dibuka pada 25 Agustus 2020 lalu sebagai respons terhadap animo masyarakat yang begitu besar untuk memiliki UPK 75 Tahun RI setelah dibukanya periode pemesanan sejak tanggal 17 Agustus 2020. Mekanisme penukaran UPK 75 Tahun RI dengan penambahan kuota harian jalur individu tetap memerhatikan protokol pencegahan COVID-19. Terdapat 3 (tiga) persyaratan bagi masyarakat yang akan melakukan pemesanan dan penukaran UPK 75 Tahun RI jalur individu, yaitu : 1) Warga Negara Indonesia; 2) Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP); 3) Satu KTP hanya berlaku untuk satu lembar UPK 75 Tahun RI. Lebih detail mengenai mekanisme penukaran jalur individu dapat dilihat pada aplikasi berbasis website melalui tautan https://pintar.bi.go.id maupun kanal media sosial Bank Indonesia. BI mengimbau masyarakat yang akan melakukan penukaran di seluruh kantor BI untuk tetap menjalankan protokol COVID-19.

EKONOMI GLOBAL

  • Pidato terbaru ketua Federal Reserve Jerome Powell yang dijadwalkan pukul 20:10 WIB akan menjadi fokus pasar hari ini di tengah ekspektasi bahwa dia mungkin akan berikan pernyataan yang cenderung dovish dengan memperkenalkan alat baru di era pandemi dalam rangka penyelamatan ekonomi AS. Jika dia memberikan pernyatan yang dovish berpeluang melemahkan dolar AS dan memicu penguatan indeks saham. Fokus lainnya pasar pada hari ini juga akan tertuju ke sejumlah data ekonomi penting dari AS seperti Prelim GDP dan Unemployment Claims pukul 19:30 WIB dan Pending Home Sales pukul 21:00 WIB yang akan menjadi petunjuk mengenai  tingkat kesehatan perekonomian AS. 

Potensi Pergerakan 

Emas 

Harga emas berpeluang mempertahankan penguatannya dalam jangka pendek setelah kemarin berakhir menguat $25.68 untuk menguji level resisten di $1962 – $1970 di tengah outlook pelemahan dolar AS karena ekspektasi pernyataan yang dovish dari ketua Fed nanti malam. Jika bergerak turun, level support terlihat di $1943 – $1935. Fokus pasar lainnya akan tertuju ke data ekonomi penting dari AS seperti Prelim GDP dan Unemployment Claims pukul 19:30 WIB dan Pending Home Sales pukul 21:00 WIB yang akan menjadi petunjuk mengenai perekonomian AS. 

Minyak 

Kenaikan harga minyak berpotensi berlanjut dalam jangka pendek setelah berakhir naik $0.04 di level $43.41 kemarin di tengah sentimen positif dari turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan EIA semalam dan terhentinya produksi minyak di Teluk Meksiko untuk menguji level resisten di $43.80 – $44.50. Namun, jika pasar mencemaskan outlook perlambatan permintaan karena pandemi korona, harga minyak berpotensi bergerak turun untuk menguji support di $43.00 – $42.30. 

EURUSD

EURUSD berpotensi naik jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.1870 – 1.1930 setelah kemarin berakhir naik 4 pips di level 1.1831 di tengah outlook pelemahan dolar AS karena ekspektasi pernyataan dovish dari ketua Fed Powell nanti malam. Namun, jika pasar mencemaskan penyebaran virus korona yang memburuk di Eropa, maka EURUSD berpeluang bergerak turun untuk menguji support di 1.1800 – 1.1740. Selanjutnya hari ini pasar juga akan menantikan data M3 Money Supply dan Private Loans zona Euro yang dirilis pukul 15:00 WIB.

GBPUSD 

Kenaikan GBPUSD berpeluang berlanjut dalam jangka pendek setelah kemarin berakhir naik 59 pips di level 1.3211 untuk menguji level resisten di 1.3260 – 1.3320 dibalik outlook pelemahan dolar AS karena ekspektasi pernyataan dovish dari ketua Fed Powell nanti malam. Namun, jika pasar mencemaskan outlook no-deal Brexit karena belum adanya progres dalam negosiasi yang sudah berlangsung, maka GBPUSD berpotensi bergerak turun untuk menguji support di 1.3180 – 1.3120. 

USDJPY 

USDJPY berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 105.50 – 105.00 setelah kemarin berakhir turun 40 pips di level 105.99 di tengah outlook pelemahan dolar AS karena ekspektasi pernyataan dovish dari ketua Fed Powell nanti malam. Namun, USDJPY berpotensi membatasi penurunan dan dapat menguat jika data All Industris Activity Jepang yang dirilis pukul 11:30 WIB hasilnya pesimis untuk menguji level resisten di 106.30 – 106.80. 

AUDUSD

Perilisan data Private Capital Expenditure Australia yang optimis pagi ini berpeluang mempersolid kenaikan AUDUSD jangka pendek setelah kemarin berakhir naik 38 pips di level 0.7233 untuk menguji level resisten di 0.7280 – 0.7330. AUDUSD berpeluang berbalik turun untuk menguji level support di 0.7200 – 0.7150 jika harga komoditas seperti emas dan tembaga melemah. 

Nikkei 

Indeks Nikkei berpeluang naik jangka pendek untuk menguji level resisten di 23420 – 23600 di tengah outlook pernyataan Fed Powell yang mungkin akan cenderung dovish setelah kemarin berakhir turun 5 poin di level 23300. Namun, jika dominannya sentimen menguatnya mata uang yen, berpotensi menjadi beban untuk pergerakan indeks Nikkei untuk menguji level support di 23130 – 22900.

Hang Seng 

Indeks Hang Seng berpotensi bergerak turun semakin dalam setelah kemarin ditutup turun 23 poin di level 25461 untuk menguji level support di 25300 – 25100 di tengah kekhawatiran merenggangnya hubungan AS-Tiongkok setelah pernyataan yang cenderung provokatif dari Menlu AS Mike Pompeo. Jika bergerak naik, level resisten berada di 25630 – 25800.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.