Kamis, 26 September 2019

  • Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) semakin melemah ke level 266,1929 (-0,12%). Demikian pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) yang berlanjut turun –0,14% ke level 261,1287. Adapun INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) menguat +0,02% ke level 290,3773. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata tenor 1-30 tahun naik sebesar +2,37bps dengan kenaikan terbesar dialami kelompok tenor menengah (5-7tahun) sebesar +4,06bps. Sedangkan rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) naik masing-masing sebesar +1,89bps dan +2,23bps. Level INDOBeXG-Effective Yield kemarin juga semakin bergerak ke atas ke level 7,1991 (+0,0266poin). Harga kelompok SUN benchmark masih tertahan di zona merah dengan rata-rata harga pada seluruh seri turun –19,96bps. Harga SUN seri FR&ORI secara keseluruhan juga semakin didominasi pelemahan dengan rata-rata harga turun sebesar –15,79bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup turun –0,16% di level 113,5582. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin terpantau sepi dengan mencatat total volume sebesar Rp9,63tn (-32,56%) dan total frekuensi sebanyak 838 transaksi (-0,95%). Penurunan volume transaksi dialami transaksi SUN tenor menengah dan panjang dengan akumulasi nilai sebesar Rp6,46tn. Seri FR0082 bertahan menjadi seri SBN yang mencatat total volume terbesar yakni senilai Rp1,16tn. Sementara pada obligasi korporasi, total volume terbesar tercatat senilai Rp850miliar oleh seri PSAB01CN2. Pada perdagangan kemarin, berbagai indikator performa pasar obligasi negara tampak tertekan. Mayoritas harga SUN seri fixed rate semakin didominasi pelemahan. Dari 40 seri SUN FR yang beredar, hanya 1 seri yang ditutup menguat sementara selebihnya terkoreksi di rentang perubahan –1,03bps hingga –44,36bps. Terkoreksinya harga SUN FR turut berimbas pada kenaikan imbal hasil SBN tenor 2-tahun hingga 30-tahun di rentang +1,50bps hingga +4,12bps. Aktivitas pasar sekunder obligasi juga terpantau sepi. Semua kondisi tersebut diatas merupakan bentuk antisipasi risiko investor terhadap situasi global yang belum juga kondusif seperti kisruh politik AS setelah tersiar kabar upaya pemakzulan Presiden Trump dan statement Trump yang mengkritisi kebijakan dagang China di Majelis Umum PBB. Situasi politik dalam negeri yang belum juga kondusif semakin memberikan tekanan bagi pasar obligasi. Rupiah di pasar spot juga tampak semakin terdepresiasi hingga ke level Rp14.152/US$ (Bloomberg) pada perdagangan kemarin. Pasar obligasi domestik diprediksi bergerak mendatar dengan tren melemah terpicu oleh masih minimnya sentimen positif ditengah situasi dalam negeri yang belum kondusif serta wait and see kelanjutan upaya perundingan dagang AS-China. Terlebih lagi, pada hari ini waktu setempat juga ada agenda pidato dari tiga gubernur Bank Sentral Global yakni BoJ, ECB, dan BoE.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Pasar keuangan berpotensi untuk kembali bergejolak pada hari Kamis (26/9) seiring masih berlangsungnya ketidakpastian politik di AS, hubungan dagang AS-Tiongkok, potensi perang dagang AS-Uni Eropa dan ketidakpastian Brexit setelah PM Inggris Boris Johnson kembali menegaskan bahwa dia tidak akan meminta perpanjangan waktu. Hari ini fokus pasar akan tertuju pada pidato Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda pada pukul 13:35 WIB, data GDP AS pukul 19:30 WIB, pidato Presiden ECB Mario Drgahi pukul 20:30 WIB, pidato Gubernur BOE Mark Carney pukul 20:45 WIB, pidato anggota FOMC James Bullard pukul 21:00 WIB dan pidato anggota FOMC Clarida pukul 22:45 WIB.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek pasca kejatuhan tajam semalam dibalik outlook bargain hunting di tengah meningkatnya kekhawatiran akan perang dagang antara AS dengan Uni Eropa untuk menguji level resisten di $1510 – $1515. Namun jika data GDP AS dirilis lebih baik dari estimasi dan pidato anggota FOMC bernada hawkish berpotensi berikan tekanan kembali pada harga emas untuk menguji level support di $1500 – $1495.

Minyak

Harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek pada sentimen meningkatnya cadangan minyak mentah AS, meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah dan pulihnya produksi minyak Arab Saudi untuk menguji level support di $56.20 – $55.70. Sementara itu jika bergerak naik, level resisten terlihat di $57.00 – $57.50.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.0920 – 1.0880 karena outlook perlambatan ekonomi di zona Euro serta potensi perang dagang antara AS dengan Uni Eropa setelah Washington mempertimbangkan akan mengenakan tarif barang-barang Uni Eropa untuk senilai $8 miliar. Namun, EURUSD berpeluang untuk bergerak naik menguji resisten di 1.0980 – 1.1120 jika ECB Drgahi dalam pidatonya bernada hawkish.

GBPUSD

Pelemahan GBPUSD akhir-akhir ini berpeluang berlanjut, menguji support di 1.2320 – 1.2270 di tengah kembali munculnya sentimen ketidakpastian Brexit setelah PM Inggris Johnson menegaskan bahwa dia tidak akan meminta perpanjang waktu. Sementara itu jika bergerak naik, level resisten berada di 1.2400 – 1.2450.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah sedang menguatnya dollar AS dan sentimen tercapainya kesepakatan dagang antara AS dengan Jepang untuk menguji level resisten di 108.00 – 108.50. Namun, USDJPY berpotensi untuk bergerak turun menguji support di 107.40 – 106.90 jika BOJ Kuroda dalam pidatonya siang hari ini tidak berikan pandangan yang dovish.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek seiring pasar serang bereforia dalam merespon pernyataan terbaru Presiden Trump yang meredakan tensi dagang AS-Tiongkok untuk menguji level resisten di 0.6790 – 0.6840. Namun, jika pasar diterpa sentimen risk aversion, AUDUSD berpeluang untuk bergerak turun menguji level support di 0.6720 – 0.6670.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 26/09/2019 pukul 10.04WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.