Kamis, 25 Maret 2021

  • INDOBeX Government Clean Price +0.33% ke level 117.84. FR86 (5Y) -20 bps menjadi 98.70 (5.800%), FR87 (10Y) +25 bps menjadi 98.75 (6.673%), FR88 (15Y) stabil pada 97.00 (6.563%), dan FR83 (20Y) +5 bps menjadi 101.00 (7.401%). Frekuensi perdagangan INDOGB tercatat 1,324x (prev. ,279x) dipimpin oleh FR87, sementara volume perdagangan tercatat Rp24.92tn (prev. Rp16.33tn) dipimpin oleh FR87. Frekuensi perdagangan INDOIS tercatat 86x (prev. 69x) dipimpin oleh PBS29, sementara volume perdagangan tercatat Rp1.14tn (prev. Rp3.56tn) dipimpin oleh PBS11.Pemerintah telah menyelenggarakan lelang tambahan SBSN pada hari Rabu (24-Mar) dengan incoming bids Rp5.75tn dan awarded bids Rp5.60tn. Dengan demikian, pemerintah telah memenuhi target lelang SBSN dwimingguan sebesar Rp12tn. Berdasarkan government securities fund flow data 22-Mar, bank mencatatkan net sell –Rp12.83tn (+Rp137.31tn ytd – c. 38.37%) dan investor asing –Rp0.57tn (-Rp26.48tn ytd – c. 23.09%), sementara Bank Indonesia +Rp12.43tn (+Rp44.56tn ytd – c. 10.24%). INDOBeX Corporate Clean Price +0.15% pada level 111.51. Frekuensi perdagangan tercatat sebesar 95x (prev. 168x) dipimpin SPSMFBTN02A2. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar Rp934.34bn (prev. Rp1.46tn) dipimpin WSKT02CN2. JCI -1.54% (-1.35% mtd atau +2.42% ytd) ke level 6,156.14. Investor asing mencatatkan net buy di pasar reguler +Rp54.93bn (+Rp6.83tn ytd). Sementara itu, USD/IDR terapresiasi +0.08% ke level 14,464.
  • Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2021 tetap tumbuh tinggi, didukung oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1). Posisi M2 pada Februari 2021 sebesar Rp6.810,5 triliun atau tetap tumbuh tinggi sebesar 11,3% (yoy), meskipun melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,8% (yoy). Pertumbuhan M1 pada Februari 2021 sebesar 18,6% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,7% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan uang kuasi melambat dari sebesar 9,7% pada bulan sebelumnya menjadi 9,2% (yoy) pada Februari 2021. Berdasarkan faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 pada Februari 2021 terutama dipengaruhi oleh tetap tingginya tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, perlambatan aktiva luar negeri bersih, dan penurunan kredit. Pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tetap tinggi sebesar 50,8% (yoy), meskipun lebih rendah dari capaian bulan sebelumnya sebesar 54,8% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan aktiva luar negeri bersih sebesar 11,5% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan Januari 2021 sebesar 14,9% (yoy). Selain itu, pertumbuhan kredit[1] terkontraksi 2,3% (yoy), sedikit lebih dalam dari kontraksi 2,1% (yoy) pada Januari 2021.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Rabu (24/03) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke level 6,156 turun 1.54% atau 96.57 poin. Sebanyak 110 saham berakhir menguat, sedangkan 390 saham melemah, dan 126 saham stagnan. Investor asing mencatatkan beli bersih atau net buy mencapai Rp 54.93 miliar.

BONDS

  • Harga obligasi berdenominasi Rupiah ditutup menguat pada perdagangan Rabu (24/03) seiring dengan meredanya tekanan eksternal. Yield SUN seri benchmark turun pada kisaran 1 – 4 bps, volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp 28.1 triliun, meningkat dari volume transaksi Selasa (23/03) sebesar Rp 22.3 triliun, serta lebih tinggi dari rata-rata transaksi harian secara year-to-date yang tercatat sebesar Rp 22.9 triliun.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Rabu (24/03) Rupiah ditutup melemah ke level 14,425 dengan kurs acuan JISDOR di level 14,455 (prior : 14,421) sedangkan harga SBN diperdagangkan menguat pada seluruh tenor seri benchmark. Pelemahan Rupiah disebabkan kasus baru Covid-19 di dunia kembali menunjukkan peningkatan karena adanya varian yang sangat menular sedangkan yield SBN turun seiring dengan turunnya yield UST pada perdagangan Rabu malam kemarin. Mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak melemah terhadap Dolar AS seperti Dolar Taiwan melemah 0.29%, Rupee India melemah 0.27%, dan Ringgit Malaysia melemah 0.24%.
  • Yield UST melanjutkan penurunannya dengan tenor 10 tahun dan 30 tahun masing – masing turun ke level 1.62% dan 2.33% pada perdagangan semalam setelah Gubernur The Federal Reserve dalam pertemuan dengan DPR AS menyatakan bahwa pemulihan ekonomi dari pandemi telah berkembang lebih cepat dari perkiraan, namun sektor yang paling terdampak oleh pandemi masih tetap lemah dan angka pengangguran masih relatif tinggi, sehingga pemulihan ekonomi masih akan berjalan panjang. Sementara itu, WHO menyatakan bahwa sebagian besar wilayah di dunia kembali menunjukkan peningkatan kasus baru Covid-19 karena adanya varian yang sangat menular. Jerman memperpanjang lockdown hingga 18 April, sementara sebagian besar wilayah Perancis juga mengalami penutupan.

Peluang Pergerakan

EMAS

Sikap hati-hati pasar terhadap lockdown di Zona Euro terutama Jerman dan terkoreksi turunnya kinerja tingkat imbal hasil obligasi AS telah menopang kenaikan harga emas di hari Rabu, berakhir menguat $7.17 di level $1733.97. Harga emas berpeluang dijual pagi ini (25/3), menguji support di $1723 jika sentimen penguatan dollar AS kembali mendominasi pasar karena outlook pertumbuhan ekonomi AS yang solid. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $1740, berpeluang dibeli menargetkan resisten di $1743. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1723 – $1733.

MINYAK

Abaikan sentimen kenaikan cadangan minyak mentah AS yang dilaporkan oleh EIA, harga minyak ditutup menguat $3.45 di level $60.84 seiring pasar yang mencerna outlook terganggunya suplai setelah adanya laporan adanya kapal kontainer yang karam di Terusan Suez. Harga minyak berpeluang untuk dijual pagi ini (25/3), membidik support di $60.00 jika pasar kembali mencemaskan outlook melambatnya permintaan bahan bakar karena pandemi Covid-19 di Eropa dan meningkatnya cadangan minyak mentah AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $60.85, berpeluang dibeli menargetkan resisten di $61.00. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $60.00 – $61.00.

EURUSD

Berlanjutnya lockdown di Jerman  karena kekhawatiran gelombang ketiga wabah Korona dan menguatnya dollar AS, telah menekan EURUSD turun 39 pip ke level 1.1810 pada akhir penutupan hari Rabu, mengabaikan laporan indeks manufaktur dan jasa negara-negara Zona Euro yang lebih baik dari ekspektasi. Aksi jual EURUSD berpeluang berlanjut pagi ini (25/3), menguji support di 1.1770 di tengah kekhawatiran terhadap gelombang ketiga Covid-19 di Eropa. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.1835, berpeluang dibeli membidik resisten di 1.1850. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1770 – 1.1850.

GBPUSD

GBPUSD ditutup turun 72 pip di level 1.3680 pada hari Rabu karena tertekan oleh sentimen pesimisnya data CPI Inggris dan menguatnya dollar AS. GBPUSD berpeluang dijual lebih lanjut pagi ini (25/3), mengincar support di 1.3640 di tengah outlook menguatnya dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.3715, berpeluang dibeli membidik resisten di 1.3730. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3640 – 1.3730

USDJPY

Optimisme pemulihan ekonomi AS dengan bantuan stimulus moneter dan fiskal AS telah membantu dollar AS menguat semalam, menopang USDJPY naik 14 pip ke level 108.71 di akhir sesi Rabu. Aksi beli untuk USDJPY berpotensi berlanjut pagi ini (25/3), menguji resisten di 109.20 di tengah outlook menguatnya dollar AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 108.45, berpeluang dijual membidik support di 108.30. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 108.30 – 109.20.

AUDUSD

AUDUSD berakhir turun 45 pip ke level 0.7579 di akhir perdagangan hari Rabu, karena terbebani oleh sentimen pesimisnya data neraca perdagangan Australia dan menguatnya dollar AS. AUDUSD berpeluang untuk dijual lebih lanjut pagi ini (25/3), menguji support di 0.7550 karena outlook menguatnya dollar AS serta kekhawatiran terhadap ketegangan antara negara Barat dengan Tiongkok yang merupakan rekan dagang utama Australia. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 0.7615, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 0.7630. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7550 – 0.7630.

NIKKEI

Indeks Nikkei ditutup turun 360 poin di level 28285 di hari Rabu, karena terbebani pasar yang menjauhi aset berisiko karena kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global karena pandemi Covid-19. Indeks Nikkei berpeluang dijual pagi ini (25/3), menguji support di 28200 karena sentimen hindar aset berisiko di tengah kekhawatiran terhadap pandemi Covid-19. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 28450, berpeluang dibeli mengincar resisten di 28500. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28200 – 28500.

HANGSENG

Dibayangi kekhawatiran terhadap ketegangan antara negara Barat – Tiongkok telah menekan turun pergerakan indeks Hang Seng di hari Rabu, ditutup turun 672 poin di level 27759. Aksi jual indeks Hang Seng berpeluang berlanjut menguji support di 27500 di tengah outlook kekhawatiran terhadap ketegangan negara Barat dengan Tiongkok. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas 27950, berpeluang dibeli mengincar resisten di 28000. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 27500 – 28000.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.