Kamis, 25 Juni 2020

  • Sentimen Positif Domestik Topang Penguatan Kinerja Pasar Obligasi Indonesia.Indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk kompak menguat pada perdagangan Rabu. Dari 43 seri SBN fixed rate yang beredar di pasar, hanya 2 seri yang terkoreksi sedangkan sisanya kompak mencatat penguatan harga dengan rata-rata naik sebesar +30,91bps. Yield SBN berpola bullish dengan rata-rata seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –4,58bps. Penurunan yield terbesar terjadi pada kelompok tenor menengah. Total volume perdagangan di pasar sekunder meningkat menjadi Rp14,05tn (+9,10%). Begitu pula total frekuensi yang naik menjadi 1.292 transaksi (+27,04%). Senada dengan sesi siang, positifnya kinerja pasar obligasi hingga sesi penutupan hari ini diperkirakan lebih terdorong oleh faktor internal yakni kembali menguatnya kurs spot Rupiah ke level Rp14.130/US$ dan respon positif pasar atas rilis Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terbaru. PMK tersebut mengatur tentang penempatan uang negara pada bank umum guna mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. Pada perdagangan Kamis, tren penguatan pada pasar obligasi domestik berpotensi berlanjut namun dengan kecenderungan lebih mereda. Pelaku pasar diprediksi akan kembali concern dan wait & see jelang rilis GDP final AS Q1-2020 yang diproyeksi terkontraksi –5,0%. Selain itu, masih tingginya penyebaran Covid-19 di Indonesia ditengah kehidupan “new normal” turut membayangi pergerakan pasar.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS berpeluang menjaga tren penguatannya dalam jangka pendek di tengah pasar yang saat ini memburu aset likuid di tengah kekhawatiran akan kenaikan dalam lonjakan kasus Covid-19. Sementara itu untuk mata uang euro dan poundsterling berpeluang melemah di tengah laporan yang mengatakan bahwa AS mempertimbangkan untuk menaikan tarif barang-barang ekspor dari Perancis, Spanyol, Jerman dan Inggris untuk sekitar $3.1 miliar. Untuk sektor komoditas, harga emas berpeluang tertekan turun dalam jangka pendek jika sentimen penguatan dolar mendominasi pasar. Namun, jika pasar juga mencemaskan proyeksi perlambatan ekonomi terbaru dari IMF yang perkirakan tahun ini akan melambat 4.9% dari proyeksi sebelumnya 3%, tidak menutup kemungkinan itu dapat menopang kenaikan harga emas. Dan untuk harga minyak berpeluang bergerak turun di tengah outlook meningkatnya cadangan minyak mentah AS, proyeksi melambatnya ekonomi global dari IMF dan outlook menurunnya permintaan bahan bakar karena kenaikan kasus Covid-19. 

Potensi Pergerakan 

EMAS 

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek jika sentimen penguatan dolar AS mendominasi pasar untuk menguji level support di $1754 – $1745. Namun, jika pasar mencemaskan outlook melambatnya ekonomi global dalam proyeksi terbaru dari IMF maka harga emas berpeluang untuk bergerak naik, menguji resisten di $1772 – $1781. Fokus hari ini tertuju ke data Durable Goods Orders, Final GDP, Unemployment Claims dan Goods Trade Balance yang semuanya dirilis oleh Amerika Serikat pukul 19:30 WIB.

MINYAK 

Harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek karena sentimen peningkatan cadangan minyak mentah AS, kekhawatiran perlambatan permintaan karena lonjakan kasus Covid-19 dan proyeksi ekonomi global yang lebih lambat dari sebelumnya dari IMF untuk menguji level support di $37.30 – $36.50. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di $38.30 – $39.00.

EURUSD 

Sentimen hindar aset berisiko, menguatnya dolar AS dan outlook ketegangan dagang antara AS-Eropa berpeluang memicu penurunan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.1220 – 1.1150. Namun jika data Consumer Climate Jerman yang dirilis pukul 13:00 WIB dan ECB Monetary Policy Meeting Accounts pukl 18:30 WIB hasilnya optimis, maka EURUSD berpeluang untuk bergerak naik untuk menguji level resisten di 1.1280 – 1.1350. 

GBPUSD 

GBPUSD berpeluang melemah dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2370 – 1.2300 di tengah sentimen menguatnya dolar AS, ketidakpastian Brexit dan AS yang berencana menaikan tarif barang-barang Inggris. GBPUSD berpeluang naik untuk menguji level resisten di 1.2450 – 1.2520 jika data CBI Realized Sales yang dirilis pukul 17:00 WIB hasilnya optimis. 

USDJPY 

USDJPY berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk mengincar resisten di 107.30 – 107.70 di tengah sentimen penguatan dolar AS. Namun, jika pasar mencemaskan proyeksi perlambatan ekonomi global oleh IMF dan mencari aset safe haven yen, maka USDJPY berpeluang turun untuk menguji support di 106.80 – 106.40.

AUDUSD \AUDUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.6820 – 0.6170  karena sentimen menguatnya dolar AS dan hindar aset berisiko. Jika bergerak naik, level resisten berada di 0.6900 – 0.6950.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.