Kamis, 24 Oktober 2019

  • Akhir sesi end of day kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,11% ke level 270,5926. INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) juga ditutup menguat yakni +0,12% ke level 265,6055, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,07% ke level 293,8214. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan bullish dengan rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30 tahun) turun sebesar –3,05bps. Perubahan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) +0,12bps; menengah (5-7tahun) –2,75bps; dan panjang (>7tahun) –3,65bps. Perdagangan kemarin, INDOBeXG-Effective Yield ditutup di level 7,0094 (-0,0119poin). Seluruh seri SUN benchmark kompak naik dan mencatatkan rata-rata sebesar +15,24bps. Perubahan harga SUN acuan berada di rentang +4,55bps (FR0079) hingga +35,89bps (FR0068). Harga SUN seri FR dan ORI secara keseluruhan didominasi penguatan. Rata-rata harga SUN FR dan ORI naik sebesar +11,79bps. Dengan demikian INDOBeXG-Clean Price menguat +0,10% ke level 114,8648. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat pada sisi frekuensi yakni sebesar +25,32% menjadi 1.272 transaksi. Sementara itu total volume turun sebesar –7,66% menjadi Rp23,18tn. Penurunan volume perdagangan tersebut lebih disebabkan oleh obligasi Negara tenor menengah yang turun sebesar Rp3,77tn dalam sehari. Seri FR0076 menjadi SBN teraktif dengan 194 transaksi sedangkan FR0077 mencatatkan volume terbesar senilai Rp2,88tn. Dari korporasi, seri BSSB01CN1 menjadi yang teraktif dengan 15 transaksi dan seri ISAT03BCN2 mencatat total volume terbesar senilai Rp244miliar. Performa pasar obligasi Indonesia berlanjut ditutup positif. Mayoritas seri obligasi negara jenis fixed rate, ORI, serta sukuk mencatatkan penguatan harga sehingga turut menopang penurunan yield mayoritas tenor obligasi negara. Alhasil, kondisi tersebut mendorong peningkatan kinerja indeks return obligasi konvensional serta syariah. Dari sisi pasar saham, kinerja IHSG juga mencatatkan penguatan yakni sebesar +32,31poin ke level 6.257,81. Katalis positif yang menghiasi pasar kemarin diperkirakan dipicu oleh tren penguatan Rupiah terhadap US Dollar serta ekspektasi positif investor terhadap susunan kabinet pemerintahan Jokowi periode 2019-2024. Selain itu, statement terbaru dari Wakil Menlu China yang senada dengan Presiden Trump terkait perkembangan positif damai dagang AS-China turut menjadi faktor penguatan pasar. Namun demikian, pergerakan pasar diperkirakan masih akan dibayangi oleh dinamika Brexit menjelang keputusan deadline 31 Oktober. Pasar obligasi domestik masih berpotensi bergerak rally pada perdagangan Kamis ini. Aura penyelesaian damai dagang AS-China yang semakin menguat, serta ditopang dengan ekspektasi penurunan BI 7-day RR dan penguatan Rupiah diperkirakan menjadi sentimen positif pasar untuk hari ini. Pada pembukaan perdagangan, Rupiah dibuka menguat ke level Rp14.010/US$ (Bloomberg).

EKONOMI GLOBAL

  • GBPUSD bergerak lebih stabil pada hari Kamis ( 24/10 ) setelah Pound gagal mendapat dukungan pasar setelah Parlemen menutup rencana PM Johnson untuk mendapatkan persetujuan Brexit sebelum 31 Oktober. Selain itu pada pertemuan terakhir Ketua ECB Mario Draghi, Draghi berpotensi cenderung dovish mengingat kekhawatiran terkait ekspektasi inflasi dan tren pertumbuhan yang lebih lemah. Market movers lainya adalah perilisan data Manufaktur PMI Dan Servis PMI Zona Euro yang akan dirilis pada pukul 14:00 WIB, Serta Pertemuan ECB pada pukul 18.45 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek menguji level resisten di 1497 – 1503, karena pasar yang masih memilih aset safe haven emas karena ketidakpstian Brexit dan hubungan dagang AS-Tiongkok. Support harga emas berada di kisaran 1487 – 1482.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 56.30 – 56.80 seiring cadangan minyak AS yang dirilis oleh EIA menunjukkan angka aktual yang lebih rendah dari perkiraan. Support harga minyak berada pada kisaran 54.80 – 54.30.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak menguat dalam jangka pendek menguji level resisten di 1.1150- 1.1180, Namun jika Serangkaian data manufaktur PMI dan servis PMI zona euro dirilis lebih rendah dari perkiraan EURUSUD berpotensi bergerak menguji level support di 1.1100 – 1.1080.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1.3000 – 1.3020 dalam jangka pendek, namun kekhawatiran akan Brexit berpotensi kembali menekan GBPUSD menguji level support pada kisaran 1.2830 – 1.2800.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 108.70 -109.00 karena tertekan oleh potensi penguatan dolar AS, namun jika bergerak turun USDJPY berpeluang menguji level support di kisaran 108.40 – 108.20.

AUDUSD

Menguatnya harga komoditas tembaga berpotensi mendukung kenaikan AUDUSD dalam jangka pendek menguji level resisten di 0.6880 – 0.6900. namun meredanya optimisme dagang AS-Tiongkok berpeluang menekan AUDUSD bergerak turun menguji level support pada kisaran 0.6820 – 0.6800.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 24/10/2019 pukul 09.44WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.