Kamis, 23 Januari 2020

 

  • Transaksi Rabu, ICBI dan INDOBeXG-TR Menguat +0,38%. Seluruh indeks return obligasi Indonesia menguat semakin tinggi pada perdagangan kemarin. Mayoritas SUN seri FR dan ORI didominasi penguatan harga dengan rata-rata naik +30,74bps. Yield pada obligasi negara maupun korporasi dominan bullish. Kelompok tenor menengah (5-7tahun) memimpin penurunan rata-rata yield Performa positif pasar obligasi ditengah berbagai kondisi global yang kurang kondusif mencerminkan optimisme pasar terhadap kondisi fundamental Indonesia. Sentimen global yang beredar di pasar kemarin masih seputar isu perlambatan ekonomi global dan konflik geopolitik antara AS dan Iran. Rupiah di pasar spot kemarin menguat +23,0poin ke level Rp13.646/US$ (Kurs Bloomberg). Performa positif diprediksi berlanjut pada transaksi hari ini ditengah belum adanya sentimen penggerak dominan lanjutan. Sebagai informasi, Bank Indonesia hari ini akan mengumumkan level suku bunga acuan, BI 7-day RR, yang menurut konsensus akan di pertahankan di level 5,0% meskipun BI memiliki ruang penurunan tersebut.

EKONOMI GLOBAL

  • Aset-aset safe haven seperti emas dan yen Jepang menguat di awal sesi Kamis (23/1), oleh kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus baru, CoronaVirus. Virus dengan indikasi yang mirip dengan SARS dan menyebar di Tiongkok ini, telah memakan beberapa korban jiwa, dan ratusan penderita yang telah terjangkit. Beberapa negara telah mulai membatasi kedatangan pengunjung dari Tiongkok. Bila masalah CoronaVirus berlanjut dikhawatirkan dapat mengurangi kemampuan Tiongkok dalam memenuhi kesepakatan dagang tahap pertama AS – Tiongkok yang dijadwalkan akan mulai berlaku pada 14 Febuari 2020 mendatang. Pasar juga memandang kemungkina pelaksanaan kesepakatan dagang AS – Tiongkok akan makin meningkatkan persaingan teknologi antara AS – Zona Euro untuk pangsa pasar di Tiongkok, sempat kembali menekan dolar AS melemah semalam. Laporan minyak mentah AS versi API menunjukan penngaktan sebesar 1,6 juta barel pekan lalu, dari pekan sebelumnya meningkat 1,1 juta barel. Mendorong turun harga minyak yang sudah dibayangi kekhawatiran masih rendahnya permintaan di tahun 2020 ini. Fokus pasar pada data cadangan minyak mentah EIA malam nanti.

Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas berpeluang naik menguji resisten $1563 – $1568 untuk jangka pendek bila minat pada set aman masih berlanjut. Level Support pada kisaran $1554.

MINYAK
Bila kekhawatiran peningkatan cadangan minyak mentah berlanjut, harga minyak mungkin turun menguji support $55.35 untuk jangka pendek. Level Resisten pada kisaran $56.50 – $57.00.

EURUSD
Bila pelemahan dolar berlanjut dan kekhatiran meningkatnya persaingan teknologi AS – Zona Euro berlanjut, EURUSD berpotensi naik menguji 1.1110 – 1.1120 untuk jangka pendek. Leel Support pada level $1.1070.

GBPUSD
Bila Optimisme Brexit berlanjut dan dolar AS kembali melemah, GBPUSD berpptensi naik menguji resisten 1.3175 untuk jangka pendek. Level support pada kisaran 1.3100 – 1.3020.

USDJPY
USDJPY berpotensi turun menguji support 109.50 untuk jangka pendek bila optimisme pelonggaran pemerintah Jepang berlanjut. Level resisten pada kisaran 109.80 – 110.00.

AUDUSD
Bila optimisme dari data tenaga kerja Australia yang lebih baik dari ekspektasi berlanjut, AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.6890 untuk jangka pendek. Level support pada kisaran 0.6830 -0.6850.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis, 23 Januari 2020 pukul 13.29 WIB :

 

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.