Kamis, 23 April 2020

  • Harga SBN Mayoritas Terkoreksi, ICBI Ditutup Melemah. Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Koreksi harga mewarnai mayoritas ser-seri SUN fixed rate dengan rata-rata harga turun –1,58bps. Yield obligasi negara bergerak mixed dengan tekanan naik yield melanda tenor 3-14 tahun. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder hari ini naik +38,82% menjadi Rp13,23tn dan total frekuensi naik +7,36% menjadi 778 transaksi. Salah satu penyebab tertekannya pasar diduga karena meningkatnya kekhawatiran investor terkait perekonomian dalam negeri.  Ditengah ancaman resesi, anjloknya harga minyak mentah dunia yang akan berdampak pada pendapatan pajak negara dari sektor migas dikhawatirkan semakin menekan kinerja APBN di tahun ini. Namun, beberapa sentimen positif dari global seperti tambahan stimulus oleh AS senilai US$320miliar serta rencana pencabutan status lockdown di beberapa negara Eropa di awal Mei menjadi sentimen positif bagi pasar. Belum adanya sentimen baru yang dominan di pasar menyebabkan pasar berpotensi bergerak terbatas dikarenakan faktor trading. Pandemi Covid-19 beserta seluruh dampak yang ditimbulkannya masih akan terus membayangi pergerakan pasar. Yang terbaru adalah ancaman meningkatnya angka pengangguran secara besar-besaran.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Gejolak di pasar keuangan tampaknya belum berakhir pada hari ini di tengah pasar yang akan dapatkan sejumlah data ekonomi penting dari beberapa negara ekonomi maju seperti Perancis, Jerman, Inggris, AS dan Zona Euro yang berpeluang akan memicu volatilitas pada pergerakan mata uang euro, poundsterling, dolar AS dan komoditas emas. Dan untuk komoditas minyak juga berpeluang masih dalam gejolak yang besar untuk pergerakannya karena kini pasar selain dihadapkan dengan kondisi perlambatan permintaan dan oversupply, pasar juga disuguhi konflik terbaru di Timur Tengah, yaitu antara AS dengan Iran setelah Presiden Trump memerintahkan angkatan laut AS untuk menembak dan hancurkan kapal milik Iran yang melecehkan kapal AS. Data penting hari ini : Australia Flash Manufacturing PMI dan Flash Services PMI pukul 6:00 WIB, Japan Flash Manufacturing PMI pukul 7:30 WIB, German Gfk Consumer Climate pukul 13:00 WIB, French Flash Manufacturing PMI dan French Flash Services PMI pukul 14:15 WIB, German Flash Manufacturing PMI dan German Flash Services PMI pukul 14:30 WIB, Euro Zone Flash Manufacturing PMI dan Euro Zone Flash Services PMI pukul 15:00 WIB, UK Flash Manufacturing PMI dan UK Flash Services PMI pukul 15:30 WIB, US Unemployment Claims pukul 19:30 WIB, US Flash Manufacturing PMI pukul 20:45 WIB dan US New Homes Sales pukul 21:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek ditengah potensi menguatnya dolar AS serta kenaikan yield Treasury AS untuk menguji level support di $1702 – $1690. Harga emas berpeluang untuk berbalik naik jika data klaim tunjangan pengangguran AS dan indeks manufaktur AS dirilis lebih buruk dari perkiraan untuk menguji level resisten di $1718 – $1730

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek seiring masih adanya kekhawatiran akan perlambatan permintaan dan oversupply minyak global untuk menguji level support di $13.60 – $12.00. Namun, jika eskalasi memburuk di Timur Tengah, di tengah ketegangan antara AS dengan Iran berpeluang memicu kenaikan harga minyak untuk menguji level resisten di $15.00 – $16.80

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.0770 – 1.0700 karena sentimen menguatnya dolar AS. EURUSD berpeluang bergerak naik untuk membidik resisten di 1.0870 – 1.0940 jika serangkaian data indeks manufaktur dan jasa dari Perancis, Jerman dan zona Euro dirilis lebih tinggi dari estimasi.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi masih dalam tekanan turun dalam jangka pendek karena kekhawatiran akan kasus korona di Inggris serta outlook no-deal Brexit untuk menguji level support di 1.2290 – 1.2240. GBPUSD berpotensi untuk bergerak naik jika data indeks jasa dan manufaktur Inggris dirilis lebih tinggi dari estimasi untuk menguji level resisten di 1.2390 – 1.2440.

USDJPY

Perilisan data indeks manufaktur Jepang yang pesimis serta outlook menguatnya yen berpeluang menopang kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 108.20 – 108.70. USDJPY berpeluang untuk berbalik turun menguji level support di 107.40 – 106.90 jika dolar AS melemah pada perilisan data klaim tunjangan pengangguran dan indeks manufaktur AS.

AUDUSD

Data indeks manufaktur dan jasa Australia yang dirilis pesimis pagi ini berpeluang menjadi beban untuk pergerakan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.6250 – 06200. AUDUSD berpeluang bergerak naik jika harga komoditas seperti emas dan tembaga bergerak menguat untuk menguji level resisten di 0.6340 – 0.6390

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.