Kamis, 22 Oktober 2020

  • Pertengahan Pekan Ketiga Oktober, ICBI Ditutup Di Level 300.7481 (+0,20%). ICBI menguat +0,20% di level 300,7481 di akhir end of day. Smentara INDOBeXG-TR naik +0,21%. Pergerakan harga SUN seri Fixed Rate didominasi naik dengan rata-rata sebesar +19,72bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola bullish. Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –2,89bps. Transaksi obiligasi di pasar sekunder meningkat. Total volume tercatat sebesar Rp34,89tn (+28,75%) dan total frekuensi sebanyak 2.636 transaksi (+47,26%).  Senada dengan sesi siang, harapan terkait realisasi stimulus AS masih menjadi penopang utama penguatan harga dan ramainya transaksi obligasi. Sementara dari dalam negeri, sentimen positif berasal dari kinerja rupiah yang semakin menguat yakni ke level Rp14.633/US$ (kurs spot Bloomberg), serta perkembangan positif vaksin Covid-19. IHSG sore ini ditutup melemah –0,07% di level 5.096,45. Rally harga diprediksi berlanjut hingga perdagangan Kamis. Selain ditopang oleh harapan stimulus AS, kabar positif dari vaksin Sinovac yang diklaim terbukti aman dalam proses awal uji klinis tahap akhir di Brazil turut menjadi amunisi bagi performa pasar. Pasar berpotensi semakin menguat jika Rupiah berlanjut dalam tren terapresiasi. Namun, aktivitas perdagangan obligasi ada peluang sedikit menurun menjelang semakin mendekatinya debat terakhir Pilpres AS.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY vs IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Rabu (21/10) ditutup melemah sebesar 0.07% ke level 5,096.84. Tercatat 183 saham menguat, 218 saham melemah dan 183 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 9.58 Triliun. Adapun investor asing net sell sebesar Rp. 118.68 Milyar.

BONDS

  • Pada hari Rabu (21/10) harga obligasi pemerintah ditutup menguat pada seluruh seri benchmark. Penguatan pada harga SBN salah satunya dipengaruhi oleh laporan realisasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah menccapai Rp. 344.43 triliun dari total anggaran Rp. 695.2 triliun per 19 Oktober 2020. Selain itu, kunjungan Perdana Menteri Jepang untuk memberikan bantuan keuangan dalam rangka mengatasi dampak ekonomi dari akibat pandemi meningkatkan optimisme dari pelaku pasar.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Rabu (21/10), Rupiah ditutup menguat terhadap Dollar AS di level 14,632 (prior:14,655) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,658 (prior:14,729). Penguatan Rupiah disertai oleh penguatan SBN seluruh seri benchmark dipasar surat utang domestik. Sentimen positif berasal dari laporan realisasi penyaluran anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga Oktober yang sudah mencapai Rp. 344.43 triliun dari total anggaran Rp. 695.2 triliun. Penyaluran anggaran tersebut diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q42020. Selain itu, kunjungan Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga pada hari Selasa (20/10) untuk menawarkan bantuan keuangan juga menjadi sentimen positif bagi investor terkait pemulihan ekonomi Indonesia.
  • Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga pada hari Selasa (20/10) melakukan kunjungan ke Indonesia untuk menawarkan bantuan keuangan senilai ¥ 50 miliar atau sekitar Rp. 6.9 triliun untuk mengatasi dampak ekonomi dari pandemi. Pinjaman ditawarkan Suga dengan harapan dapat digunakan Indonesia untuk menangani bencana. Pada bulan Februari lalu, pinjaman serupa juga diterima Indonesia dengan nilai ¥ 32 miliar atau Rp. 4.4triliun. Selain bantuan keuangan, kedua pemimpin negara juga sepakat untuk mencabut travel ban, terutama untuk tenaga kesehatan.
  • Pernyataan Positif dari partai Demokrat dan Republik AS terhadap perkembangan pembahasan stimulus bantuan Korona di AS telah membantu pelemahan dolar AS, tetapi dengan keraguuan sebagian pelaku pasar bahwa kesepakatan tidak akan dicapai sebelum 3 November , tanggal pemilu di AS, menimbulkan sikap hati-hati di pasar.

          Peluang Pergerakan:

Emas
Harga emas berakhir menguat sebesar $18.04 di level $1924.64 karena didukung oleh dolar AS yang kembali lanjutkan penurunan seiring pasar yang optimis terhadap stimulus bantuan covid19.  Harga emas berpeluang turun menguji support $1914 jika harga bertahan di bawah level $1930 dan jika pasar melakukan aksi buy back pada dolar AS. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1914 – $1933.

Minyak
Harga minyak berakhir melemah sebesar $1.51 di level $40.00 karena tertekan oleh kekhawatiran pemulihan ekonomi global yang menekan permintaan bahan bakar. Harga minyak berpotensi turun menguji support $39.55 jika sentimen rendahnya permintaan minyak mentah di tengah wabah Korona berlanjut. Potensi rentang harga di sesi Asia: $39.55 – 440.30.

EURUSD
Didukung oleh dolar AS yang melemah pada perdagangan hari Rabu, EURUSD berakhir menguat sebesar 37 pips di level 1,1860. EURUSD berpotensi turun menguji support 1.2820 jika harga menembus ke bawah level 1.1840 dan pasar melakukan aksi buy back pada dolar AS. Data German GfK Consumer Climate jam 13:00 WIB berpeluang menjadi penggerak pasar. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.1820 – 1.1890.

GBPUSD
Manfaatkan pelemahan dolar AS dan optimisnya pasar terhadap Brexit, GBPUSD berakhir menguat sebesar 198 pips di level 1.3146  pada perdagangan hari Rabu. GBPUSD berpotensi naik menguji resisten 1.3180 selama harga bertahan di atas 1.3100 dan optimisme berlanjutnya pembahasan Brexit. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3075 – 1.3180.

USDJPY
USDJPY berakhir turun sebesar 92 pips di level 104,59 karena dipicu oleh aksi jual dolar AS di tengah kesepakatan paket bantuan stimulus virus korona. USDJPY berpotensi naik menguuuji resisten 105.00 jika aksi beli dolar AS berlanjut, setelah pelemahan semalam, dan jika harga menembus ke atas level 104.80. Potensi rentang harga di sesi Asia: 104.30 – 104.90.

AUDUSD
AUDUSD berakhir menguat sebesar 70 pips di level 0.7118 karena lemahnya dolar AS dan tingginya harga komoditas tembaga. Jika turun ke bawah level 0.7090, AUDUSD berpotensi turun menguji support 0.7070 di tengah aksi buy back dolar AS pagi ini. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0,7070 – 0.7145.

Nikkei
Indeks Nikkei berakhir naik 10 point di tengah penguatan yen Jepang dan harapan optimis stimulus bantuan Korona AS . Berakhir pada level 23550 di sesi Rabu. Penguatan yen Semalam dan masih adanya keraguan  sebagian pelaku pasar akan dicapainya kesepakatan stimulus bantuan AS sebelum 3 November mendatang berpotensi menekan indeks Nikkei turun menguuji support 23350. Potensi rentang harga di sesi Asia: 23350 – 23680.

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir naik di sesi Rabu sebesar 158 point, tertopang optimisme stimulus bantuan Korona AS dan pelemahan dolar AS yang memicu minat pada aset berisiko. Indeks Hang Seng berpotensi turun menguuji support 24590 jika harga bertahan di bawah level 24810 dan masih adanya keraguan sebagian pelaku pasar akan dicapainya kesepakatan stimulus bantuan AS sebelum 3 November mendatang. Potensi rentang harga di sesi Asia: 24590 – 24885.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.