Kamis, 21 November 2019

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat tipis +0,001% di level 273,3607 pada perdagangan kemarin. Demikian pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) yang naik +0,001% ke level 268,3050 serta kinerja INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yang naik +0,007% ke level 296,9911. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun sebesar –1,13bps. Kenaikan yield terjadi pada kelompok tenor pendek (<5tahun) sebesar +2,03bps. Sedangkan penurunan rata-rata yield terjadi pada tenor menengah (5-7tahun) sebesar –0,25bps; dan panjang (>7tahun) –1,79bps. Pada perdagangan kemarin, INDOBeXG-Effective Yield naik tipis sebesar +0,098% ke level 6,9148. Harga kelompok SUN benchmark terkoreksi dengan rata-rata sebesar –10,63bps. Penurunan harga terbesar dicatatkan seri FR0077 dan FR0079 masing-masing sebesar –12,50bps. Sedangkan penurunan harga terendah terjadi pada FR0078 sebesar –5,53bps. Secara keseluruhan harga SUN seri FR dan ORI bergerak mixed dengan rata-rata turun sebesar –2,58bps. INDOBeXG-Clean Price perdagangan kemarin terpantau turun tipis sebesar –0,02% ke level 115,3825. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder menurun. Total frekuensi turun sebesar –8,18% menjadi 1.021 transaksi. Sementara itu total volume turun sebesar –50,28% menjadi Rp13,36tn. Penurunan tersebut lebih dipicu oleh transaksi obligasi Negara tenor panjang dimana frekuensinya turun 22 transaksi dan volumenya turun hingga Rp11,74tn dalam sehari perdagangan. Dari sisi SBN teraktif, FR0083 menjadi yang teraktif dengan 223 transaksi dan FR0082 mencatat volume terbesar senilai Rp2,12tn. Pada obligasi korporasi, seri PNBN02SBCN2 dan WSKT03ACN2 menjadi yang teraktif diperdagangkan dengan 6 transaksi. Pasar obligasi Indonesia kembali melanjutkan tren sideways-nya. Selain itu tipisnya pergerakan pasar juga disertai dengan penurunan aktivitas perdagangan baik dari sisi frekuensi maupun volume. Faktor pendorong pergerakan pasar kemarin diperkirakan lebih dipengaruhi oleh faktor trading investor sembari menunggu kabar lanjutan dari perkembangan hubungan dagang AS-China serta rilis notulensi rapat FOMC. Sementara itu dari domestik, pelaku pasar juga tengah menunggu bagaimana hasil RDG-BI yang digelar pada hari Kamis. Beragam sentimen tersebut khususnya dari global telah meningkatkan persepsi risiko investor terhadap pasar domestik. Tercermin dari berlanjut naiknya indikator CDS Indonesia tenor 5-tahun sebesar +2,68bps ke level 75,09. Pada perdagangan hari ini, pasar obligasi domestik berpotensi melemah. Kabar terbaru yang dilansir Reuters mengatakan bahwa penandatanganan kesepakatan damai dagang AS-China fase pertama yang direncanakan sebelum akhir tahun ini batal dilakukan. Kondisi tersebut akan membuat jadwal kenaikan tarif atas barang China pada 15 Desember tetap diberlakukan dan semakin meningkatkan risiko terkait potensi konflik dagang berkepanjangan.

EKONOMI GLOBAL

  • Presiden AS, Donald Trump, memberikan sinyal negatif terkait kesepakatan dagang AS – Tiongkok, setelah Trump mengatakan Tiongkok mungkin tidak akan menyanggupi kesepakatan dagang yang ditawarkan AS. Trump memandang pengenaan tarif yang diminta pemangkasannya oleh Tiongkok adalah bukan hal besar bila produk tersebut adalah buatan AS. Tetapi menambahkan Akan menegosiasikan produk Apple untuk dibebaskan dari tarif import Tiongkok. Pernyataan Trump memicu kkhawatiran pasar terhadap hubungan kedua belah negara karena dipandang bernada arogan, ditambahkan langkah Majelis AS menyetujui RUU kemanusiaan dan demokrasi Hong Kong semalam. Hal yang sebelumnya sudah sangat dikecam pejabat Tiongkok karena dipandang melanggar kedaulatan negaranya. Pengamat kesepakatan dagang AS – Tiongkok berpandangan bahwa penanda -tanganan akan tertunda hingga awal 2020 dan tarif impor baru AS yang berlaku di tanggal 15 Desember mendatang akan menjadi batu ganjalan lainnya untuk kesuksesan pembahasan kesepakatan dagang kedua negara tersebut, menambah kekhawatiran pasar dan mendukung aksi beli aset safe haven. Fokus penggerak harga pasar hari ni adalah data Indeks Manufaktur versi Fed Philadelphia dan data penjualan rumah second AS yang berpotensi menggerakkan harga emas. Selain itu, Pembacaan Notula rapat ECB dan data tingkat Kepercayaan Konsumen Zona Euro juga berpeluang menggerakkan EURUSD.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak naik menguji level resisten di $1479 – $1485 di tengah meningkatnya ketegangan hubungan AS – Tiongkok setelah komentar negatif Trump dan disetujuinya RUU kemanusiaan Hong Kong oleh Majelis AS. Level support pada kisaran $1465 – $1470.

MINYAK

Laporan cadangan minyak versi EIA sesuai ekspektasi meningkat hanya 1.4 juta barel semalam, menjadi penopang kenaikan harga minyak. Peluang pengautan masih berlanjut menguji level resisten $57.35 – $58.00. Sebaliknya bila imbas negatif posimisme kesepakatan dagang AS – Tiongkok berlanjut berpotensi menguji support $56.00 – $56.20.

EURUSD

Nantikan pembacaan notula rapat ECB sore nanti, EURUSD berpeluang naik didukung pelemahan dolar atas meningkatnya ketegangan hubungan AS – Tiongkok, berpotensi naik menguji resisten 1.1100 – 1.1120. Level support pada kisaran 1.1000 – 1.1045.

GBPUSD

Kembali naiknya pamor Boris Johnson dan dukungan partai Buruh Inggris berpeluang mendukung kenaikan GBPUSD mnguji resisten 1.2950 – 1.3000. Level support pada kisaran 1.2850 – 1.2885.

USDJPY

USDJPY berpotensi turun menguji support 108.00 – 108.20 di tengah aksi beli aset safe haven atas meningkatnya hubungan AS – Tiongkok. Level Resisten pada kisaran 108.80 – 109.00.

AUDUSD

Di tengah pesimisme kesepakatan dagang AS – Tiongkok, AUDUSD berpotensi turun mneguji support 0.6730 – 0.6780. Level resisten pada kisaran 0.6835 – 0.6875.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.