Kamis, 20 Mei 2021

  • Sesi Perdagangan Tengah Pekan, ICBI Naik Tipis +0,01%. Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk menguat terbatas dengan rentang +0,01% hingga +0,02%. Harga SBN seri-seri fixed rate bergerak variatif dengan ratarata perubahan sebesar –2,32bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara turun –1,07bps. Kurva yield obligasi negara berpola mixed dengan rentang perubahan tipis. Rata-rata perubahan yield tenor 1-30tahun naik tipis sebesar +0,05bps. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder turun –6,34% menjadi sebesar Rp20,00tn sedangkan total frekuensi turun –11,36% menjadi 1.599 transaksi. Tren sideways masih mewarnai pasar obligasi Indonesia. Aksi trading dari pelaku pasar diperkirakan menjadi penggerak pasar ditengah belum adanya sentimen dominan di pasar. Fokus pasar diprediksi masih tertuju pada perkembangan Covid-19 di berbagai negara termasuk Indonesia yang terus mengancam percepatan pemulihan ekonomi. Pada perdagangan Rabu, kurs spot Rupiah terhadap USD melemah 18 poin ke level Rp14.290/US$. Sementara itu kinerja IHSG anjlok –1,27% ke level 5.760,58. Today’s Outlook Pergerakan pasar obligasi Indonesia berpotensi melanjutkan tren terbatas dengan kecenderungan melemah. Faktor negatif diperkirakan berasal dari data makro ekonomi Indonesia yakni neraca perdagangan yang diproyeksi mencatat penurunan surplus. Dari global, pasar juga akan merespon rilis FOMC minutes yang mulai memunculkan kemungkinan sinyal stance hawkish dan tapering.
  • Beberapa ekonom Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 akan berada di atas 6%. Pertumbuhan ini karena perekonomian domestik menunjukkan tren perbaikan. Perbaikan ekonomi tercermin dari tingkat kepercayaan masyarakat yang mulai pulih karena beberapa faktor, salah satunya adalah penurunan jumlah kasus aktif Covid-19 serta terlaksananya vaksinasi. Kemudian indikator seperti impor dan ekspor serta investasi sudah mulai membaik pada akhir Maret dan April. Untuk perbaikan investasi tercermin dari realisasi investasi pada kuartal I 2021 yang diumumkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tercatat positif. Hal ini dapat menjadi sentimen positif bagi para pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi Indonesia.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 73.81 poin atau 1.27% ke level 5,760.58 pada penutupan perdagangan Rabu (19/05). Total transaksi sebesar Rp. 10.01 triliun dengan 17.10 miliar saham yang diperdagangkan. Terdapat 157 saham menguat, 332 saham terkoreksi, dan 142 lainnya stagnan.

BONDS

  • Tren pergerakan sideways di pasar obligasi berdenominasi Rupiah masih berlanjut pada perdagangan Rabu (19/05) di tengah minimnya katalis baru dari eksternal maupun domestik. Harga SUN seri acuan bergerak variatif pada rentang 5 – 45 bps, yield SUN bertenor 10 tahun (FR0087) naik tipis 1 bps ke level 6.46%. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp. 19.3 triliun pada Rabu (19/05), menurun dari volume transaksi Selasa (18/05) yang sebesar Rp. 20.6 triliun, dan lebih rendah dari ratarata transaksi harian secara year-to-date yang sebesar Rp. 20.6 triliun.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Rabu (19/05), Rupiah dibuka di level 14,270/14,320 dengan kejadian pertama di 14,290 dan kurs acuan JISDOR di level 14,313 (prior : 14,300). Rupiah diperdagangkan melemah yang ditutup di level 14,283 dan SBN bergerak melemah pada tenor seri benchmark. Sentimen dari global yang masih menjadi perhatian investor adalah hasil rilis nota rapat The Fed, sedangkan dari dalam negeri proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2021 memberikan sentimen positif sehingga menahan laju pelemahan harga SBN. Pada hari Rabu, mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak melemah terhadap Dolar AS seperti Yuan Cina melemah 0.17%, Ringgit Malaysia melemah 0.16%, dan Yen Jepang melemah 0.16%.
  • Yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun kembali naik sebesar 0.2 bps ke level 1.66% pada perdagangan Rabu (19/05). Hasil dari Federal Open Market Committee (FOMC) pada bulan April 2021 telah dirilis oleh The Fed. Pejabat The Fed mengungkapkan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi yang signifikan membuka peluang diskusi untuk mengambil stance hawkish. Apabila perkembangan ekonomi semakin membaik, maka perlu ada diskusi tentang rencana untuk melakukan tapering. Investor mewaspadai hasil notulen rapat The Fed tersebut dikarenakan terdapat sinyal terkait tapering serta turunnya harga aset-aset berisiko mengindikasikan sentimen pasar mulai beralih kepada aset safe haven.
  • Dolar AS terkoreksi di awal hari Kamis (20/5), setelah catat penguatan kemarin malam setelah notula rapat The Federal Reserve menunjukkan peluang pengurangan pelonggaran moneter bila data ekonomi AS berlanjut meningkat dengan drastis, meningkatkan harapan inflasi, dan menopang naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS semalam. Pelaku pasar menanggapi hal ini dengan meningkatnya spekulasi kenaikan tingkat suku bunga acuan yang lebih cepat dari rencana The Fed.

Peluang Pergerakan

Emas

Isi notula rapat The Fed yang mengindikasikan kemungkinan mengurangi kebijakan moneter yang longgar bila indikasi ekonomi bertumbuh dengan cepat telah menopang dolar AS dan menyebabkan turunnya harga emas pada perdagangan hari Rabu sebesar $0.15 di level $1869.21. Di sesi Asia (20/8), harga emas berpeluang dijual menguji support $1852 selama harga bertahan di bawah level $1872. Jika naik ke atas level tersebut, harga emas berpeluang dibeli menguji resisten $1876. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1852 – $1876.

Minyak Mentah

Kekhawatiran terhadap permintaan bahan bakar setelah kasus baru covid-19 di Asia melonjak telah menekan harga minyak pada hari Rabu sebesar $1.92 di level $63.33. Di sesi Asia (20/8),harga minyak berpotensi dijual menguji support $62.25 selama harga bertahan di bawah level $64.00. Jika naik ke atas level tersebut, harga minyak berpeluang dibeli menguji resisten $64.65. Potensi rentang harga di sesi Asia: $62.25 – $64.65.

EURUSD

Di tengah  naiknya dolar AS setelah indikasi The Fed akan mengurangi kebijakan moneter longgar bila pertumbuhan ekonomi yang cepat di AS dan optimisme pasar terhadap pelonggaran pembatasan di beberapa negara di Eropa telah memicu turunnya EURUSD sebesar 1pip di level 1.2221. Di sesi Asia (20/8),EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.2145 bila data PPI Jerman jam 13:00 WIB dirilis di bawah ekspektasi. Jika naik ke atas level 1.2200, EURUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.2230. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.2145 – 1.2230.

GBPUSD

Di tengah  naiknya dolar AS setelah indikasi The Fed akan mengurangi kebijakan moneter longgar bila pertumbuhan ekonomi yang cepat di AS dan  outlook positif pertumbuhan ekonomi, membaiknya tingkat pasar tenaga kerja dan meningkatnya  tingkat inflasi di Inggris, telah menekan turun GBPUSD sebesar 3pip di level 1.4183. Di sesi Asia (20/8),GBPUSD berpotensi dijual menguji support 1.4075 selama harga bertahan di bawah level 1.4130. Jika naik ke atas level tersebut, GBPUSD berpeluang dibeli menguji resisten 1.4150. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.4075 – 1.4150.

USDJPY

Dolar AS yang menguat karena peluang pembahasan mengurangi kebijakan longgar The fed serta kekhawatiran investor terhadap lonjakan kasus baru covid-19 di Asia telah memicu naiknya USDJPY sebesar 34pip di level 109.21. Di sesi Asia (20/8), USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 109.50 setelah laporan Core Machinery Order Jepang jam 06:50 WIB dirilis di bawah ekspektasi. Jika turun ke bawah level 109.00, USDJPY berpeluang dijual menguji support 108.80. Potensi rentang harga di sesi Asia: 108.80 – 109.50.

AUDUSD

Dipicu oleh naiknya dolar AS dan lemahnya harga komoditas biji besi dan tembaga telah melemahkan AUDUSD pada hari Rabu sebesar 63 pip di level 0.7725. Di sesi Asia (20/8), AUDUSD berpotensi dijual menguji support 0.7700 bila laporan Employment Change Australia jam 08:30 WIB dirilis di bawah ekspektasi. Jika naik ek atas level 0.7750, AUDUSD berpeluang dibeli menguji resisten 0.7770. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7700 – 0.7770.

Nikkei

Indeks Nikkei berakhir turun sebesar 95 poin di level 27945 karena tetekan oleh investor yang semakin waspada terhadap meningginya tekanan inflasi yang berpotensi meningkatkan kemungkinan pengetatan awal kebijakan moneter. Di sesi Asia (20/8),Indeks Nikkei berpeluang dibeli menguji resisten 28480 di topang laporan ekspeort Jepang yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika turun ke bawah level 27770. indeks Nikkei berpeluang dijual menguji support 27585. Potensi rentang harga di sesi Asia: 27585 – 28480.

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir naik pada hari Selasa sebesar 285 poin di level 28414 karena didukung oleh investor yang tetap optimis terhadap ekonomi Tiongkok.. pada hari Rabu kemarin, indeks Hang Seng libur untuk perayaan “Budha’s Birthday”.  Di sesi Asia (20/8), indeks Hang Seng berpeluang dijual menguji support 28235 bila harga bertahan di bawah level 28580. Jika naik ke atas level tersebut, indeks Hang Seng berpeluang dibeli menguji resisten 28740. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28235 – 28740.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.