Kamis, 20 Februari 2020

  • Pasar Obligasi Indonesia Lanjutkan Penguatan. Performa pasar obligasi Indonesia akhir sesi end of day Rabu kemarin terpantau positif. Harga SUN seri FR dan ORI dominan menguat dengan rata-rata kenaikan sebesar +10,03bps. Begitu pula yield obligasi negara dan korporasi yang bergerak positif dengan rata-rata pada tenor 1-30tahun turun –2,35bps. Penguatan pasar disertai dengan peningkatan aktivitas perdagangan dimana total volume transaksi naik +7,72% menjadi Rp21,54tn dan total frekuensi naik +28,27% menjadi 1.833 transaksi. Katalis positif untuk pasar SBN diperkirakan berasal dari meredanya persepsi risiko di pasar berkat kebijakan Bank Sentral China yang mengeluarkan stimulus ekonomi untuk meminimalisir dampak Corona. Indikator risiko global terhadap pasar domestik (CDS Indonesia tenor 5-tahun) turun –1,32bps ke level 58,73. Dari domestik berdasarkan data DJPPR per 18 Feb, investor asing mencatatkan inflow ke pasar SBN sebesar Rp1,75tn dalam sepekan tera Pasar obligasi Indonesia berpotensi meneruskan tren penguatan pada perdagangan Kamis ini. Faktor penggerak di pasar diperkirakan masih berasal dari respon positif pasar terhadap kebijakan Bank Sentral China serta rilis notulensi rapat FOMC yang sesuai prediksi. Pada hari ini, pelaku pasar juga menantikan bagaimana hasil RDG-BI yang dirilis siang nanti.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen menguatnya dolar AS serta keputusan People Bank of China yang memangkas suku bunga acuannya pada pagi ini yang mana hal tersebut dapat memicu permintaan terhadap aset berisiko lebih lanjut. Sementara itu fokus pasar lainnya pada hari ini akan tertuju ke pergerakan harga minyak di tengah katalis positif seperti upaya Arab Saudi yang masih ingin memangkas produksi yang lebih besar serta langkah AS yang membatasi minyak Venezuela dari pasar di tengah meningkatnya cadangan minyak AS dalam laporan API. Selanjutnya fokus akan tertuju ke data cadangan minyak mentah AS yang dirilis oleh EIA pukul 23:00 WIB. Data penting hari ini : Employment Change dan Unemployment Rate Australia pukul 7:30 WIB, GFK Consumer Climate dan PPI Jerman pukul 14:00 WIB, Retail Sales Inggris pukul 16:30 WIB, ECB Monetary Policy Meeting Accounts pukul 19:30 WIB, Philadelphia Fed Manufacturing Index pukul 20:30 WIB dan Crude Oil Inventories AS pukul 23:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen menguatnya dolar AS serta keputusan pemangkasan suku bunga oleh PBoC untuk menguji level support di $1607 – $1602. Namun, harga emas berpeluang naik jika pasar dapatkan kabar negatif dari perkembangan virus Korona dan pesimisnya data ekonomi AS untuk menguji level resisten di $1615 – $1620.

MINYAK

Harga minyak berpeluang begerak naik dalam jangka pendek di tengah berbagai katalis positif seperti terganggunya produksi di Libya, dorongan Arab Saudi untuk pemangkasan produksi dan langkah AS yang memangkas lebih banyak minyak mentah Venezuela di pasar untuk menguji level resisten di $54.20 – $54.70. Namun, jika pasar cemaskan kembali meningkatnya cadangan AS seperti dalam laporan API, harga minyak berpeluang turun menguji support di $53.40 – $52.90. Fokus hari ini ke data cadangan minyak mentah AS yang dilaporkan EIA pukul 23:00 WIB.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek jika harga ditopang oleh sentimen risk appetite untuk menguji level resisten di 1.0840 – 1.0880. Namun, jika dominannya sentimen penguatan dolar AS, maka EURUSD berpeluang turun untuk menguji support di 1.0780 – 1.0740. Fokus utama hari ini akan tertuju ke peilisan perilisan notula rapat ECB pukul 19:30 WIB.

GBPUSD

Kembali munculnya kekhawatiran akan potensi no-deal Brexit setelah adanya penolakan dari 27 negara Eropa terhadap usulan dari Inggris berpeluang memicu penurunan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2890 – 1.2850. GBPUSD berpeluang naik menguji level resisten di 1.2960 – 1.3000 jika data penjualan retail Inggris yang dirilis pukul 16:30 WIB hasilnya lebih tinggi dari estimasi.
USDJPY

Sentimen menguatnya dolar AS dan minat aset berisiko berpeluang memicu kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 111.60 – 112.00. Jika bergerak turun, level support terlihat di 110.70 – 110.30.

AUDUSD

Data tenaga kerja Australia yang bervariasi serta keputusan PBoC yang memangkas suku bunga pinjaman berpeluang memicu penurunan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.6660 – 0.6620. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 0.6720 – 0.6760.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 20/02/2020 pukul 11.47 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.