Kamis, 19 September 2019

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik sebesar +0,10% ke level 266,7801 pada akhir sesi end of day Kenaikan juga dicatatkan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) sebesar +0,11% ke level 261,8280. Begitu pula dengan kinerja INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yang naik sebesar +0,08% ke level 289,9706. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak mixed. Rata-rata yield pada tenor 1-30 naik tipis sebesar +0,66bps. Kenaikan rata-rata yield hanya dicatatkan kelompok tenor panjang (>7tahun) sebesar +1,62bps. Sedangkan rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan menengah (5-7tahun) turun masing-masing sebesar –2,06bps dan –3,05bps. Dengan demikian INDOBeXG-Effective Yield kemarin turun sebesar –0,0186poin ke level 7,1362. Harga seri-seri SUN benchmark menguat. Kenaikan harga SUN acuan terjadi pada rentang +8,65bps (FR0079) hingga +22,50bps (FR0077) dengan rata-rata sebesar +15,66bps. Secara keseluruhan, harga SUN seri FR dan ORI juga dominan menguat dengan rata -rata 43 serinya naik sebesar +6,78bps. Dengan demikian kinerja INDOBeXG-Clean Price kemarin naik sebesar +0,0985poin ke level 114,0359. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau naik. Total volume meningkat +8,23% menjadi sebesar Rp16,25tn dan total frekuensi naik +7,13% menjadi 962 transaksi. Kenaikan tersebut lebih dipicu oleh transaksi obligasi negara kelompok tenor panjang dimana total volume meningkat Rp2,36tn dalam sehari dan frekuensinya naik sebesar 92 transaksi. Seri FR0075 menjadi SBN teraktif dengan 127 transaksi sedangkan volume terbesar dicatatkan FR0078 senilai Rp2,23tn. Pada obligasi korporasi, seri teraktif diraih oleh seri PNBN02SBCN2 dengan 14 transaksi (volume Rp9miliar). Sejalan dengan pergerakan sesi siangnya, pasar obligasi domestik melanjutkan tren sideways-nya dengan kecenderungan penguatan. Kondisi tersebut terlihat dari perubahan yield obligasi negara seluruh tenor yang hanya terjadi pada rentang –3,18bps hingga +2,83bps. Faktor penggerak pasar kemarin diperkirakan lebih dipicu oleh aksi wait and see pelaku pasar terhadap rapat Bank Sentral The Fed dan Bank Indonesia yang digelar Kamis. Sementara itu, tenaga penguatan pasar diperkirakan lebih terdorong oleh optimisme kelanjutan negosiasi dagang AS-China yang pekan ini akan melakukan perbincangan setaraf Wakil Menteri di Washington. Sebagai informasi, hasil FOMC Meeting yang dirilis kemarin malam waktu Indonesia mengumumkan penurunan FFR sebesar 25bps ke level 1,75%-2,00% atau sesuai ekspektasi pasar. Penurunan tersebut merupakan penurunan kedua secara beruntun di tahun ini. Pasar obligasi Indonesia berpotensi menunjukkan kinerja positifnya pada perdagangan Kamis ini. Katalis positif diperkirakan lebih berasal dari respon positif investor terhadap rilis FOMC Meeting yang sesuai konsensus yang menurunkan FFR sebesar 25bps ke level 1,75%-2,00% dan mengindikasikan ruang penurunan lanjutan jika pertumbuhan ekonomi AS terus melambat. Dari domestik, hari ini juga akan dirilis RDG-BI dimana pasar juga memproyeksikan penurunan BI 7-day RR ke level 5,25%.

EKONOMI GLOBAL

  • Setelah kebijakan FOMC semalam yang memotong suku bunga acuan AS sebesar 0.25% sesuai ekspektasi, diikuti oleh pidato ketua Federal Reserve, Jerome Powell yang mengindikasikan belum akan ada kebijakan lebih jauh untuk tahun ini, dan langkah pemotongan suku bunga yang dilakukan sudah termasuk upaya menopang pertumbuhan ekonomi AS sepanjang tahun ini. Beberapa bank sentral dunia juga akan mengumumkan kebijakan moneter mereka hari ini, Bank of Japan siang ini (Tentative) akan mengumumkan kebijakan moneter terbarunya. Swiss National Bank akan mengumumkan hasil pertemuan mereka pada jam 14:30 WIB. Dan Bank of England pada jam 18:00 WIB sore nanti. Kesemuang berpotensi menjadi penggerak untuk mata uang terkait. Data-data penggerak pasar lalinnya diantaranya: Data tenaga kerja Australia yang berpotensi lemahkan AUDUSD bila dirilis lebih buruk dari ekspektasi, Trade balance Swiss berpotensi angkat USDCHF bila dirilis lebih rendah dari ekspektasi, Retail Sales Inggris berpotensi turunkan GBPUSD bila dirilis lebih buruk dari ekspektasi, dan Philly Fed Manufacturing Index AS malam nanti berpotensi angkat harga emas naik bila dirilis lebih rendah dari ekspektasi.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek menguji level $1483 – $1485 bila penguatan dolar AS masih berlanjut setelah komentar Powell semalam, sebaliknya harga emasmungkin naik mencoba level $1498 – $1500.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak turun menguji kisaran $57.00 – $57.15 di jangka pendek, setelah kekhawatiran persediaan yang berlebih. Sebaliknya bila sentimen pembatasan produksi OPEC+ mendukung penguatan harga minyak menguji resisten $59.00 – $.59.50.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek menguji level support di 1.0990 – 1.1000 dolar AS berlanjut menguat.Bila EURUSD bergerak naik berpotensi menguji kisaran 1.1050 – 1.1075.

GBPUSD

Nantikan kebijakan suku bunga MPC, GBPUSD berpotensi turun menguji kisaran 1.2400 – 1.2430 bila Bank of England memberikan proyeksi ekonomi yang buruk ataupun terjadi pelonggaran moneter. Sebaliknya, GBPUSD berpotensi naik menguji level 1.2500- 1.2525.

USDJPY

Pertemuan bank of Japan diekspektasikan akan melakukan pelonggaran moneter, berpotensi angkat USDJPY naik mencoba level 108.50 – 108.65. Sebaliknya bila tidak terjadi pelonggaran berpeluang turun menguji level 107.50 – 107.75.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang turun menguji support di 0.6700 – 0.6730 setelah data tenaga kerja AUstralia yang dirilis menunjukan peningkatan pengangguran.bila AUDUSD berbalik naik berpotensi menguji 0.6850 – 0.6860.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.