Kamis, 19 November 2020

  • End of Day Rabu, ICBI Ditutup Di Level 306,9830 (+0,08%). Penguatan indeks return obligasi domestik mulai mereda. ICBI naik +0,08% sementara INDOBeXG-TR naik +0,07%. Penguatan harga SUN seri Fixed Rate berlanjut hingga pertengahan pekan ini meski tidak setinggi sebelumnya. Rata-rata SUN FR sore ini menguat +10,43bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola bullish. Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –3,65bps. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder turun –19,80% menjadi Rp30,94tn dan total frekuensi turun –7,42% menjadi 2.708 transaksi. Senada dengan sesi siang, penguatan harga yang terjadi masih ditopang oleh perkembangan positif berbagai kandidat vaksin Covid-19. Setelah sebelumnya, vaksin Pfizer dan Moderna diklaim efektif mencegah Covid-19 hingga diatas 90%, kali ini kabar positif datang dari Sinovac yang dikabarkan dapat menghasilkan antibodi Covid-19. Namun di sisi lain, case lonjakan kasus harian Covid-19 juga terus menjadi salah satu faktor penahan laju penguatan pasar, dan semakin meningkatkan kebutuhan akan vaksin. Minimnya sentimen lanjutan dan aksi wait and see RDG-BI berpotensi memicu sideways-nya pasar. Menurut konsensus, Bank Indonesia masih akan menahan suku bunga acuannya di level 4,0%. Penguatan harga juga berpotensi mereda ketika ada kemungkinan ketersediaan vaksin Covid-19 di Indonesia mundur ke awal tahun depan terhalang ijin BPOM (CNN Indonesia).

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Rabu (18/11) ditutup menguat sebesar 0.50% ke level 5,557.52. Tercatat 232 saham menguat, 210 saham melemah dan 175 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 12.26 Triliun. Adapun investor asing net buy sebesar Rp. 722.44 Miliar.

BONDS

  • Pada hari Rabu (18/11), harga obligasi pemerintah seri benchmark bergerak sideways dengan yield obligasi tenor 10 tahun stagnan dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan harga obligasi dipengaruhi oleh persiapan pemaparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan ditentukan hari ini (19/11). Banyak konsensus pasar yang memperkirakan BI 7 Days Reverse Repo Rate masih bertahan di level 4%. Penetapan suku bunga acuan BI7DRR hari ini (19/11) membuat pelaku pasar wait & see untuk kembali aktif dalam instrumen surat berharga Indonesia.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Rabu (18/11), Rupiah ditutup melemah terhadap Dollar AS di level 14,070 (prior: 14,055) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,118 (prior: 14,073). Di pasar surat berharga, harga obligasi pemerintah Indonesia cenderung bergerak sideways pada perdagangan hari Rabu (18/11) dengan seri benchmark tenor 10 tahun diperdagangkan tetap di level 6.13%. Pelemahan Rupiah salah satunya dipengaruhi oleh pertumbuhan penjualan ritel AS bulan Oktober 2020 yang lebih rendah dari ekspektasi pasar setelah dihentikannya tunjangan pengangguran di tengah kenaikan kasus COVID-19 di Amerika Serikat. Selain itu, investor masih wait & see terhadap Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan dilaksanakan pada Kamis (19/11) dengan konsensus market 8/13 memperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 4%.

Peluang Pergerakan

EMAS 

Harga emas berakhir turun $7.63 di level $1872.33 pada hari Rabu, di tengah pasar yang menyambut baik perkembangan vaksin setelah Pfizer melaporkan tingkat keefektifan vaksin mereka sudah mencapai 95%. Harga emas berpeluang untuk di jual lebih lanjut, mengincar support di $1864 di tengah sentimen euforia pasar terhadap perkembangan vaksin terbaru dalam menghadapi pandemi virus Covid-19. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1864 – $1880.

MINYAK 

Harga minyak berakhir naik $0.22 pada sesi Rabu, di level $41.62 karena sentimen kenaikan cadangan minyak mentah AS yang lebih rendah dari ekspektasi serta laporan perkembangan progres vaksin Covid-19. Aksi beli harga minyak diperkirakan akan berlanjut, mengincar resisten di $42.20 dibalik menguatnya harapan pasar terhadap vaksin Covid-19 dan OPEC+ untuk menunda kenaikan produksi yang di direncanakan. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $41.40 – $42.20.

EURUSD 

Pesimisnya data inflasi konsumen zona Euro telah menjadi sentimen negatif untuk pergerakan EURUSD di hari Rabu, berakhir turun 7 pips di level 1.1854. EURUSD berpotensi di jual lebih lanjut, menargetkan support di 1.1820 di tengah sentimen negatif Polandia dan Hungaria memblok paket keuangan sebesar 1.8 triliun euro untuk menghidupkan kembali ekonomi yang tertekan karena pandemi. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1820 – 1.1880.

GBPUSD 

GBPUSD ditutup naik 17 pips ke level 1.3267 di akhir perdagangan Rabu tertopang oleh lebih baik nya data CPI dan HPI Inggris serta pernyataan optimis Brexit dari PM Johnson. Outlook akan tercapainya kesepakatan Brexit di awal pekan depan berpeluang memicu aksi beli lanjutan untuk GBPUSD, menguji resisten di 1.3300. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3220 – 1.3300.

USDJPY 

Optimisnya data neraca perdagangan Jepang telah mendorong turun pergerakan USDJPY di hari Rabu, ditutup melemah 40 pips di level 103.80. USDJPY berpeluang untuk di beli, membidik resisten di 104.20 di tengah outlook permintaan aset berisiko karena laporan progres perkembangan vaksin. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 103.60 – 104.20

AUDUSD 

AUDUSD catat penguatan sebesar 7 pips ke level 0.7307 di akhir sesi Rabu, tertopang oleh sentimen pelemahan dolar AS dan menguatnya harga logam tembaga. AUDUSD berpotensi untuk di jual, menargetkan support di 0.7250 jika data tenaga kerja Australia yang dirilis pukul 7:30 WIB hasilnya pesimis. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7250 – 0.7330.

NIKKEI 

Penguatan yen Jepang yang membebani sektor ekspor telah menekan turun indeks Nikkei di hari Rabu, berakhir melemah 290 poin di level 25685 Indeks Nikkei berpeluang untuk di jual lebih lanjut, menguji support di 25400 jika pasar mempertimbangkan kejatuhan Wall Street setelah Amerika melaporkan rekor baru dalam jumlah kasus Covid-19. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 25400 – 25750.

HANGSENG

Ditopang oleh lonjakan di saham sektor otomotif telah berimbas positif terhadap pergerakan indeks Hang Seng di hari Rabu, berakhir menguat 98 poin di level 26550. Indeks Hang Seng berpeluang untuk di jual, mengincar support di 26400 jika pasar mempertimbangkan kejatuhan Wall Street setelah Amerika melaporkan rekor baru dalam jumlah kasus Covid-19. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 26400 – 26700

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.