Kamis, 18 November 2021

  • Pasar Obligasi Indonesia Berlanjut Terbatas, ICBI Turun –0,01%. Pasar obligasi domestik kembali melanjutkan tren terbatasnya. Seluruh indikator pasar seperti return, harga, dan yield berubah dalam rentang tipis. Indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk berubah tipis dalam kisaran –0,03% hingga +0,01%. Harga SUN seri Fixed Rate bergerak variatif dengan ratarata perubahan pada seluruh serinya naik sangat tipis sebesar +0,07bps. Kurva yield obligasi negara, PHEI-IGSYC, berpola mixed dengan perubahan yang juga tipis yakni dengan rata-rata tenor 1-30 tahun naik tipis +0,02bps. Kenaikan rata-rata yield hanya dialami kelompok tenor pendek. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder turun dengan total volume Rp11,94tn (-37,19%) dan total frekuensi menjadi 1.123 transaksi (-13,42%). Menutup perdagangan Rabu, kinerja pasar obligasi masih sideways. Kondisi ini diperkirakan karena belum adanya sentimen dominan lanjutan yang sanggup men-drive gerak pasar. Faktor penggerak diperkirakan hanya didorong oleh aksi trading investor. Today’s Outlook Gerak harga obligasi diprediksi masih akan dalam rentang terbatas pada perdagangan Kamis. Harga obligasi akan lebih banyak digerakkan oleh aksi trading sejalan dengan masih minimnya sentimen lanjutan. Hasil RDG-BI pada hari ini diperkirakan tidak akan memberi perubahan kebijakan dan tidak terlalu banyak mempengaruhi pergerakan pasar obligasi.
  • Bank Indonesia akan mengumumkan tingkat suku bunga pada hari ini yang kami perkirakan akan tetap berada pada level 3,50%. Proyeksi tersebut sejalan dengan: 1) Tingkat inflasi yang masih rendah dan terkendali, 2) Volatilitas dan pelemahan Rupiah yang masih terkendali dimana sejak awal bulan hingga hari kemarin terdepresiasi -0,52%, dan 3) Surplus neraca perdagangan yang kembali mencatatkan rekor tertinggi dan mendukung ketahanan eksternal Indonesia. Meskipun demikian, 4) Outflow dana asing dari pasar obligasi patut menjadi perhatian Bank Indonesia

ECONOMIC GLOBAL

  • Tingkat inflasi di zone Eropa (EU) kembali mengalami kenaikan di Oktober 2021 dimana secara bulanan meningkat sebesar +0,8% MoM (cons: +0,8%, prior: +0,5%) dan secara tahunan sebesar +4,1% YoY (cons: +4,1%, prior: +3,4%). Tingkat inflasi inti pada periode yang sama juga meningkat secara tahunan menjadi sebesar +2,0% YoY (cons: +2,1%, prior: +1,9%), meski sedikit dibawah estimasi konsensus. Secara tahunan, komoditas energi menjadi penyumbang inflasi terbesar yang naik signifikan +23,7% YoY, disusul oleh tembakau (+4,1% YoY) dan inflasi dari sektor jasa +2,1% YoY.

Peluang Pergerakan

EMAS 

Harga emas bererak naik pada hari Rabu hingga ditutup menguat $16.92 di level $1867.18 karena tertopang oleh melemahnya dolar AS di tengah bervariasinya data ekonomi AS.  Pagi ini (18/11), harga emas berpeluang dibeli untuk menguji level resistance $1877 selama harga bertahan diatas level support $1862. Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas  menguji level support selanjutnya  $1856. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1856 – $1877.

MINYAK 

Energi Internasional yang memperingatkan kelebihan pasokan di masa datang dan meningkatnya kasus COVID-19 di Eropa yang meningkatkan risiko penurunan permintaan bahan bakar telah menekan turun harga minyak sebesar $2.49 di level $78.18. Pagi ini (18/11), harga minyak berpeluang dijual untuk menguji level support $76.85 selama harga tertahan di bawah level resistance $78.70. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resistance tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap harga minyak  menguji level resistance selanjutnya  $79.40. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $76.85 – $79.40.  

EURUSD 

EURUSD ditutup melemah sebesar 1 pip di level 1.1318   karena tertekan oleh data Core CPI kawasan Euro yang dirilis lebih rendah dari perkiraan.  Pagi ini (18/11), EURUSD berpeluang dijual untuk menguji level support 1.1275 selama harga tertahan di bawah level resistance 1.1335. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resistance tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap EURUSD menguji level resistance selanjutnya 1.1360. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.1275 – 1.1360. 

GBPUSD 

Didukung oleh outlook bahwa Bank of England (BoE) tampak akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember dan dolar As yang melemah telah menopang kenaikan GBPUSD pada hari Rabu sebesar 53 pip dan ditutup di level 1.3478. Pagi ini (18/11), GBPUSD berpeluang dibeli untuk menguji level resistance 1.3530 selama harga bertahan di atas level support 1.3475. Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap  GBPUSD  menguji level support selanjutnya  1.3455. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia  1.3455 – 1.3530. 

NIKKEI 

Memburuknya data permintaan mesin dan neraca perdagangan Jepang telah menekan turun indeks Nikkei pada hari Rabu hingga ditutup melemah sebesar 265 poin di level 29815.  Pagi ini (18/11), indeks Nikkei berpeluang dijual untuk menguji level support 29250 selama harga tertahan di bawah level resistance 29660. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap indeks Nikkei  menguji level resistance selanjutnya 29835. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 29250 – 29835. 

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.