Kamis, 18 Maret 2021

  • Wait and See Rapat FOMC, Pasar Obligasi Sideways. Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup menguat terbatas. Harga SUN seri fixed rate bergerak pada rentang –47,31bps hingga +71,99bps dan mencatatkan rata-rata sebesar –2,59bps. Adapun rata-rata harga pada kelompok sukuk negara turun sebesar –1,14bps. Yield obligasi negara dominan bearish dengan kenaikan yield tertinggi dialami tenor 5-tahun yakni +1,79bps. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder tercatat sebesar Rp15,15tn (-44,65%) dan total frekuensi sebanyak 2.093 transaksi (+8,95%). Senada dengan sesi siang, pasar lebih digerakkan oleh aksi trading ditengah wait and see hasil FOMC. Diketahui, pasar saat ini sangat menanti update kebijakan moneter dari The Fed setelah yield UST 10-tahun naik semakin tinggi. Tekanan tersebut juga tampak terjadi di pasar spot Rupiah. Hari ini Rupiah ditutup di level Rp14.428/US$. Today’s Outlook Harga obligasi berpotensi menguat pada perdagangan hari ini paska pernyataan The Fed yang masih berkomitmen mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dan melanjutkan pembelian obligasi guna meningkatkan likuiditas. Hari ini, pasar juga diwarnai wait and see summary kebijakan moneter dari Bank Sentral Inggris dan Jepang, serta hasil RDG-BI.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (17/3). Indeks berada di level 6,277.23 turun 32.47 poin atau 0.51% walaupun Investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp 197.22 miliar. Terdapat 194 saham menguat, 266 terkoreksi dan 174 lainnya stagnan dengan sektor properti menyumbang pelemahan paling signifikan sebesar 1.1%.

BONDS

  • Harga obligasi pemerintah berdenominasi Rupiah bergerak sideways dalam rentang terbatas pada perdagangan Rabu (17/03). Harga SUN seri benchmark bergerak variatif pada kisaran 5-25 bps dengan imbal hasil SUN bertenor 10 tahun (FR0087) turun 2 bps ke level 6.73%. Pada perdagangan Kamis (18/03), harga SUN diprediksi akan mengalami pelemahan terbatas di tengah kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun ke level tertinggi (1.65%) sejak Februari 2020 dan rencana The Fed yang akan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga near zero hingga 2023. Selain itu investor juga masih menantikan hasil RDG BI yang diprediksi akan tetap mempertahankan suku bunga BI 7 DRR di level 3.5%.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Rabu (17/03), Rupiah dibuka pada level 14,400-14,460 dengan kejadian pertama di 14,460 dan kurs acuan JISDOR 14,459 (prior : 14,424). Rupiah bergerak pada range 14,430 -14,470 dan ditutup melemah di level 14,428. Sentimen pelemahan Rupiah berasal dari penundaan distribusi vaksin AstraZeneca yang dapat menyebabkan terjadi perlambatan distribusi vaksin dalam negeri. Pergerakan Rupiah pada Kamis (18/03) diprediksi akan dipengaruhi oleh sentimen dari pernyataan The Fed yang akan tetap mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol untuk mendukung pemulihan ekonomi.Sedangkan dari dalam negeri, BI diprediksi masih akan tetap mempertahankan suku bunga BI 7 DRR di level 3.5% yang akan diumumkan pada Kamis (18/03) siang waktu setempat.
  • Pada konferensi pers yang digelar Rabu (17/03) waktu setempat, Gubernur The Fed Jerome Powell mengumumkan bahwa suku bunga acuan (Fed Funds Rate) akan dipertahankan di level mendekati 0%. Powell menyampaikan proyeksi ekonomi AS lebih positif dari sebelumnya dan menargetkan angka pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 6.5%. Dari sisi inflasi, The Fed juga memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun ini diprediksi bisa menyentuh angka 2.2% meski dalam jangka panjang The Fed memperkirakan rata-rata inflasi masih akan berada di level 2%. “Kami berharap bahwa akan ada kemajuan lebih cepat di pasar tenaga kerja dan inflasi setelah sekian tahun, berkat kemajuan vaksin dan dukungan fiskal yang kita dapatkan,” tambah Jerome Powell.
  • Dollar AS nampak tertekan di awal perdagangan Kamis (18/3) setelah pernyataan Gubernur The Federal Reserve, Jerome Powell, pada pengumuman suku bunga acuan AS jam 01:00 WIB tadi. Powell menyatakan kebijakan pembelian obligasi bulanan The Fed masih akan berlanjut, dan belum ada rencana kenaikan suku bunga hingga tahun 2023. Powell juga menambahkan sangat mungkin terjadi peningkatan pada hasil data -data pembelanjaan masyarakat, tetapi pemulihan ekonomi belum merata dan target tenaga kerja serta inflasi baru akan dapat dicapai jika didukung stimulus moneter yang sesuai. Pernyataan ini nampak memicu minat pasar pada aset berisiko dan logam emas.

Peluang pergerakan

Emas
Harga emas berakhir naik pada akhir perdagangan hari Rabu sebesar $13.61 di level $1745.04 setelah pidato dari Gubernur The Fed, Jerome Powell dini hari tadi yang mempertahankan kebijakan moneter The Fed. Di sesi Asia (18/3), harga emas berpotensi dibeli menguji resisten $1757 selama harga bertahan di atas level $1743. Jika harga turun ke bawah level tersebut, harga emas berpotensi dijual menguji support $1741. Peluang pergerakan di sesi Asia: $1741 – $1757.

Minyak Mentah

Tertekan oleh berita bahwa  negara-negara Zona Euro yang menghentikan vaksinasi AstraZeneca dan cadangan minyak mentah AS versi EIA  yang meningkat semalam, menekan harga minyak bergerak lebih rendah pada akhir perdagangan hari Rabu sebesar $0.51 di level $64.43. Di sesi Asia (18/3),harga minyak berpeluang dibeli menguji resisten $65.00 bila turunnya dollar AS berlanjut pasca pidato The Fed dan harga bertahan di atas level $64.30. Jika turun ke bawah level tersebut, harga minyak berpotensi dijual menguji support $64.00. Peluang pergerakan di sesi Asia: $64.00 – $65.00.

EURUSD
EURUSD naik 77 pip ke level 1.1978 di hari Rabu, tertopang melemahnya dollar AS setelah  pidato dari Gubernur The Fed, Jerome Powell dini hari tadi yang mempertahankan kebijakan moneter The Fed. Di sesi Asia (18/3), EURUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.2000 selama turunnya dollar AS pasca pernyataan Gubernur The Fed berlanjut. Jika turun ke bawah level 1.1960, EURUSD berpeluang dijual menguji support 1.1940. Peluang pergerakan di sesi Asia: 1.1940 – 1.2000.

GBPUSD
Pidato Gubernur The Fed Powell dan pernyataan menteri kesehatan Inggris Matt Hancock bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh AstraZeneca masih aman untuk digunakan telah menopang kenaikan GBPUSD sebesar 70 pip di level 1.3962. Di sesi Asia (18/3), GBPUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.1995 bila melemahnya dollar AS pasca pernyataan The Fed berlanjut. Jika turun ke bawah level 1.3945, GBPUSD berpeluang dijual menguji support 1.3925. Peluang pergerakan di sesi Asia: 1.3925 – 1.3995.

USDJPY
USDJPY  berakhir  turun pada akhir perdagangan hari Rabu sebesar 16 pip di level 108.83 setelah  pidato dari Gubernur The Fed, Jerome Powell dini hari tadi yang mempertahankan kebijakan moneter The Fed. Di sesi Asia (18/3),USDJPY berpotensi  dibeli menguji resisten 109.20  selama harga bertahan di atas level 108.80 dan berkurangnya minat pasar pada aset aman yen Jepang. Jika turun ke bawah level tersebut, USDJPY berpotensi dijual menguji support 108.65. Peluang pergerakan di sesi Asia: 108.65 – 109.20.

AUDUSD
Dollar AS yang melemah setelah pidato dari Gubernur The Fed, Jerome Powell dini hari tadi yang mempertahankan kebijakan moneter The Fed. AUDUSD berakhir melemah sebesar 50 pip di level 0.7793 pada akhir perdagangan hari Rabu. Di sesi Asia (18/3), AUDUSD berpotensi dibeli menguji resisten 0.7855 setelah laporan tenaga kerja Australia dirilis lebih baik dari ekspektasi. Jika turun ke bawah level 0.7780, AUDUSD berpeluang dijual menguji support 0.7760. Peluang pergerakan di sesi Asia: 0.7760 – 0.7855.

Nikkei
Komentar Gubernur The Fed Powell yang menekan dollar AS turun dan mengangkat minat pada aset berisiko telah menopang indeks Nikkei naik pada hari Rabu sebesar 160poin  di level 29835. Di sesi Asia (18/3), Indeks Nikkei berpotensi dibeli menguji resisten 30450 selama harga bertahan di atas 29900 dan optimisme pada aset berisiko pasca pernyataan The Fed masih berlanjut. Jika trueun ke bawah level tersebut, indeks Nikkei berpotensi dijual menguji support 29770. Peluang pergerakan di sesi Asia: 29770 – 30450.

Hang Seng

Indeks Hang Seng ditutup naik pada perdagangan hari Rabu sebesar 137poin di level 29184, setelah pidato dari Gubernur The Fed, Jerome Powell dini hari tadi yang mempertahankan kebijakan moneter The Fed. Di sesi Asia (18/3), Indeks Hang Seng berpotensi dibeli menguji resisten 29560 bila optimisme pada aset berisiko pasca pernyataan The Fed masih berlanjut. Tetapi bila turun ke bawah level 29100 dan kekhawatiran ketegangan hubungan AS – Tiongkok berlanjut, indeks Hang Seng berpotensi dijual menguji support 28900.Peluang pergerakan di sesi Asia: 28900 – 29560.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.