Kamis, 17 September 2020

  • Tren Sideways Masih Membayangi Pasar Obligasi Indonesia. Mayoritas indeks return obligasi Indonesia menguat terbatas. Hanya return obligasi korporasi yang mencatat penurunan tipis sebesar –0,02%. Harga SUN seri FR bergerak variatif dengan rata-rata perubahan pada 45 serinya sebesar –0,51bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola mixed. Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –0,46bps.  Total frekuensi turun –29,89% menjadi 3.201 transaksi. Sementara, total volume meningkat +35,11% menjadi Rp20,90tn. Senada dengan kinerja sesi siangnya, pasar obligasi domestik melanjutkan tren terbatas. Minim sentimen lanjutan yang dominan di pasar dan ditambah dengan wait & see rilis data FOMC Meeting serta RDG-BI diperkirakan menjadi pendorong terbatasnya gerak pasar. Pada perdagangan Rabu, kurs spot Rupiah juga bergerak sideways yakni hanya menguat tipis 2poin ke level Rp14.843/US$. Sementara itu kinerja saham domestik turun –0,83% ke level 5.058,48. Faktor trading pelaku pasar diperkirakan masih menjadi penggerak utama pasar obligasi pada perdagangan Kamis. Namun demikian, potensi penguatan masih dapat terjadi jika hasil RDG-BI yang dirilis Kamis nanti sesuai konsensus pasar atau bahkan melebihi ekspektasi. Sebagai informasi, rilis FOMC dinihari tadi tetap bersikap dovish atau sesuai konsensus. Disisi lain, kenaikan kasus harian Covid Indonesia yang kembali rekor turut membayangi kinerja pasar.
  • Rp 100 T Diguyur Demi Selamatkan Ekonomi RI. Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyatakan hingga akhir bulan September ini, pihaknya menargetkan penyaluran anggaran pemulihan ekonomi sebesar Rp 100 triliun.Hal itu dilakukan dalam upaya menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2020. Seperti diketahui, di kuartal II pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah minus. Apabila di kuartal III kembali minus maka Indonesia resmi masuk jurang resesi.Sejauh ini, secara kumulatif anggaran PEN sebanyak Rp 695 triliun telah tersalur Rp 240,9 triliun. Rp 87,5 triliun di antaranya sudah disalurkan Satgas PEN, jumlah ini lah yang akan ditingkatkan hingga Rp 100 triliun hingga penghujung September. “Akhir September adalah akhir kuartal III, untuk jaga pertumbuhan ekonomi Indonesia sebisa mungkin bisa di kisaran yang sama dengan angka kuartal III tahun lalu. Kami usaha keras agar dari Rp 87,5 triliun yang kami salurkan bisa ditingkatkan sampai Rp 100 triliunan di akhir September ini,” ungkap Budi dalam konferensi pers virtual via YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (16/9/2020). Budi menjelaskan dengan menyalurkan dana Rp 100 triliun, dapat berdampak Rp 200 triliun pada GDP nasional di kuartal III. “Saya bukan ahli ekonomi, tapi dikasih tahu sama teman-teman di ekonomi, kalau pemerintah menyalurkan uang Rp 100 triliun, dampak ke GDP-nya itu dikalikan angka fiscal multiplier yang sekarang besarnya 2,1, dampaknya sekitar Rp 200 triliunan,” ungkap Budi. “Itu sebabnya mengapa kita kejar penyaluran Rp 100 triliun, sehingga mudah-mudahan bisa berikan dampak GDP sekitar 2,1 kali Rp 100 triliun atau sekitar Rp 220 triliun,” tambahnya. Satgas PEN sendiri menurut Budi fokus pada empat dari enam program pada anggaran PEN. Paling besar capaiannya adalah penyaluran anggaran pada program perlindungan sosial yang realisasinya sudah mencapai 59% atau sekitar Rp 120 triliun. Kemudian, fokus yang kedua adalah penyaluran anggaran untuk membantu sektor UMKM dengan realisasi mencapai 47,52% atau sekitar Rp 58,67 triliun. Untuk anggaran PEN yang disalurkan ke kementerian/lembaga dan pemerintah daerah realisasinya sudah mencapai 24% atau Rp 26 triliun. Sementara itu, untuk pembiayaan penyaluran anggaran pembiayaan korporasi dengan pagu sebesar Rp 53,6 triliun, Budi mengatakan realisasinya masih belum berjalan. Kemungkinan, baru berjalan akhir September ini. “Ini yang masih menunggu adalah pembiayaan korporasi, ini di antaranya beberapa PMN yang bisa cair akhir September. Gelondongannya besar, sehingga ada kenaikan signifikan penyaluran,” kata Budi.

EKONOMI GLOBAL

  • Indeks saham Asia Pasifik diperdagangkan lebih rendah pada Kamis pagi (17/9) di tengah investor yang bereaksi terhadap perkembangan semalam dari Federal Reserve AS. Di Jepang, indeks Nikkei turun sekitar 125 poin ke level 23150. Sementara itu di Korea Selatan, indeks Kospi juga bergerak turun sekitar 2.60 poin ke level 318.05. Bank of Japan kemungkinan akan merilis pernyataan kebijakan moneternya di sekitar pukul 11:30 WIB. Reaksi investor datang ketika para anggota komite pembuat kebijakan bank sentral AS indikasikan bahwa suku bunga dapat bertahan di dekat level nol persen untuk beberapa tahun mendatang untuk mencapai target inflasi 2%. Gubernur The Fed, Jerome Powell dalam pidatonya semalam mengatakan bahwa terkait dengan suku bunga, kami saat ini indikasikan bahwa kami berharap akan tepat untuk mempertahankan suku bunga saat ini yang berada dikisaran target nol hingga 0,25% sampai kondisi pasar tenaga kerja mencapai tingkat yang konsisten dengan penilaian maksimum dari komite terhadap lapangan kerja dan inflasi telah naik ke level 2% dan berada di jalur untuk naik secara moderat melampaui 2% untuk selanjutnya.

Potensi Pergerakan

EMAS

Sempat melambung ke level $1970.10 karena The Fed mempertahankan suku bunga acuan, namun kemudian harga emas terkoreksi di akhir perdagangan hari Rabu hingga hanya berakhir naik $5,46 di level $1959,68 karena menguatnya dolar AS dibalik pernyataan optimis terhadap ekonomi AS dari Fed Powell.   Harga emas berpeluang untuk bergerak turun, menguji support di $1950 di tengah sentimen pandangan ekonomi AS yang optimis dari The Fed dan Presiden Trump yang katakan pemerintah AS dapat mulai distribusikan vaksin korona paling cepat di bulan Oktober. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1950 – $1965.

MINYAK

Harga minyak ditutup naik $1,79 di level $40.18 pada hari Rabu karena ditopang oleh sentimen turunnya cadangan minyak mentah AS dan terganggunya produksi AS karena badai Sally. Kenaikan harga minyak berpeluang naik lebih lanjut, mengincar resisten di $40.60 di tengah katalis positif turunnya cadangan minyak mentah AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $39.80 – $40.60.

EURUSD

Abaikan optimisnya data neraca perdagangan zona euro, EURUSD berakhir turun 31 pips di level 1.1816 karena sentimen menguatnya dolar AS dibalik outlook optimis The Fed terhadap ekonomi AS. Penurunan EURUSD berpeluang berlanjut, mengincar support di 1.1760 jika dominannya sentimen penguatan dolar AS karena outlook ekonomi AS yang optimis dari The Fed. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1760 – 1.1850.

GBPUSD

Ditopang oleh sentimen optimisnya data CPI Inggris dan mulai melunaknya partai konservatif Inggris terhadap RUU internal pasar telah mendorong naik GBPUSD pada hari Rabu, berakhir menguat 79 pips di level 1.2968. GBPUSD berpeluang untuk berbalik turun, menguji support di 1.2920 jika dominannya sentimen penguatan dolar AS karena outlook ekonomi AS yang optimis dari The Fed. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2920 – 1.3000.

USDJPY

USDJPY berakhir naik 50 pips di level 104.95 pada hari Rabu  di tengah sentimen menguatnya dolar AS dibalik pernyataan yang optimis terhadap ekonomi AS dari The Fed. USDJPY berpeluang untuk naik lebih lanjut, mengincar resisten di 105.50 jika BOJ dalam keputusan moneternya hari ini untuk waktu yang tentatif berikan sikap  yang dovish. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 104.60 – 105.50.

AUDUSD

AUDUSD ditutup hanya naik 4 pips di level 0.7306  karena dipicu oleh optimisnya data indeks leading Australia dan tingginya harga tembaga. AUDUSD berpotensi untuk berbalik turun, menguji support di 0.7250 jika data tenaga kerja Australia yang dirilis pukul 8:30 WIB hasilnya pesimis. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7250 – 0.7340

NIKKEI

Indeks Nikkei ditutup turun 25 poin di level 23290 pada hari Rabu seiring pasar yang terbebani oleh kejatuhan saham-saham eskportir utama. Indeks Nikkei berpeluang berbalik naik, menguji resisten di 23350 jika BOJ dalam pernyataan moneternya hari ini memperlonggar kebijakannya di tengah dukungan dari PM Yoshihide Suga yang berjanji akan melindungi tenaga kerja dan melawan virus korona. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 23150 – 23350.

HANGSENG

Masih terbebani oleh sentimen ketegangan AS – Tiongkok, indeks Hang Seng berakhir turun 150 poin ke level 24676 di hari Rabu. Indeks Hang Seng berpeluang turun lebih lanjut, menguji support di 24500 di tengah kekhawatiran pasar terhadap memburuknya tensi dagang antara AS dengan Tiongkok. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 24500 – 24850

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.