Kamis, 17 Oktober 2019

 

  • Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru melambat pada triwulan III-2019 dan diprakirakan kembali meningkat pada triwulan IV-2019. Perkembangan tersebut tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada triwulan III-2019 sebesar 68,3%, lebih rendah dibandingkan 78,3% pada triwulan sebelumnya. Berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan tersebut terutama bersumber dari kredit investasi dan kredit konsumsi. Sementara itu, pada triwulan IV-2019 pertumbuhan kredit baru diprakirakan meningkat, didorong oleh optimisme terhadap kondisi moneter dan ekonomi yang menguat dan juga risiko penyaluran kredit yang relatif terjaga. Sejalan dengan prakiraan meningkatnya pertumbuhan kredit baru, kebijakan penyaluran kredit pada triwulan IV-2019 diprakirakan lebih longgar, terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 11,8%, sedikit lebih rendah dibandingkan 12,0% pada triwulan sebelumnya. Pelonggaran standar penyaluran kredit terutama akan dilakukan terhadap kredit kepemilikan rumah/apartemen, kredit investasi, dan kredit UMKM, dengan aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar antara lain plafon kredit, suku bunga, dan agunan. Hasil survei mengindikasikan perlambatan pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2019. Kredit diprakirakan tumbuh 9,7% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan triwulan sebelumnya maupun dengan realisasi tahun sebelumnya.
  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,11% ke level 268,9644. INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) juga naik masing-masing ke level 263,9367 (+0,12%) dan level 292,6478 (+0,04%). Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan bullish dengan rata-rata yield pada tenor 1-30 tahun turun sebesar –1,03bps. Tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) berlanjut bullish dengan penurunan rata-rata yield masing-masing sebesar –2,63bps dan –1,17bps. Sedangkan rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) naik +0,94bps. Dengan demikian INDOBeXG-Effective Yield semakin bergerak kebawah ke level 7,0968 (-0,0132poin). Harga kelompok SUN benchmark bergerak mixed dengan rata-rata harga seluruh seri naik sebesar +8,07bps. Penguatan harga dicatat seri FR0078 dan FR0079 masing-masing sebesar +22,29bps dan +20,42bps. Sementara koreksi harga tercatat sebesar –1,60bps dan -98,83bps oleh FR0077 dan FR0068. Namun, harga SUN seri FR secara keseluruhan dominan menguat dengan rata-rata naik +10,19bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin menguat +0,10% ke level 114,2957. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terus meningkat dengan total frekuensi 1.162 transaksi (+9,93%) dan total volume sebesar Rp18,90tn (+11,51%). Transaksi SUN benchmark juga meningkat dengan kenaikan total volume hingga +38,94% yakni menjadi Rp5,80tn dalam 189 transaksi (+1,07%). SBN teraktif ditransaksikan kemarin dicatat seri FR0075 sebanyak 117 kali, sementara total volume transaksi terbesar dicatat FR0078 senilai Rp2,46tn. Dari korporasi, seri PPLN03BCN5 masih bertahan menjadi yang teraktif dengan 25 transaksi. Sedangkan total volume terbesar dicatat seri ADMF04ACN6 senilai Rp133miliar. Rally harga mayoritas harga SUN seri FR berlanjut hingga pertengahan pekan ini dan mendorong level indeks return ICBI semakin menguat. Namun, harga kelompok SUN benchmark mulai bergerak Begitu pula dengan imbal hasil SBN yang bergerak mixed dengan kenaikan yield mewarnai tenor pendek. Sentimen yang membayangi pasar kemarin masih sekitar wait and see proses negosiasi dagang AS-China serta proses Brexit. Rupiah di pasar spot juga melemah meski tipis yakni –6,0poin ke level Rp14.172/US$. Penguatan harga diprediksi akan mereda pada perdagangan hari ini setelah AS merilis data penjualan ritel yang turun –0,3% di bulan September. Sementara sektor manufaktur di AS sudah lebih dulu terkontraksi. Semua situasi tersebut pada akhirnya berpotensi memicu persepsi pasar akan segera terjadinya resesi. Senada dengan pasar SUN, IHSG Rabu kemarin juga menguat +0,19% ke level 6.169,59. Performa positif diprediksi berlanjut pada perdagangan hari ini meski terbatas. Ditengah wait and see damai dagang AS-China, pasar dikejutkan dengan data penjualan ritel AS yang menurun sebesar –0,3%mom. Kondisi tersebut berpotensi memicu prediksi pasar akan segera terjadinya resesi. Terlebih lagi sebelumnya AS juga merilis data manufaktur yang terpantau terterkontraksi.

EKONOMI GLOBAL

  • Aksi hindar terhadap aset berisiko berpeluang kembali terjadi pada awal perdagangan hari ini seiring pasar yang terbebani oleh sentimen ketidakpastian hubungan dagang antara AS dengan Tiongkok serta belum adanya kesepakatan Brexit hingga semalam. Fokus pasar hari ini akan tertuju pada perilisan data tenaga kerja Australia, dimana perilisan tingkat pengangguran yang turun menjadi 5.2% telah berimbas positif terhadap kinerja dollar Australia. Selanjutnya fokus akan tertuju pada dta penjualan retail Inggris pukul 15:30 WIB, dana penjualan manufaktur Kanada pukul 19:30 WIB, data indeks manufaktur wilayah Philadelphia dan ijin membangun AS pukul 19:30 WIB, data produksi industri AS pukul 20:15 WIB sebelum ditutup oleh laporan cadangan minyak mentah AS oleh EIA pada pukul 22:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang kembali menguat dalam jangka pendek seiring pasar berpotensi akan lebih mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian hubungan dagang antara AS-Tiongkok dan Brexit untuk menguji level resisten di $1495 – $1500. Namun, harga emas berpeluang untuk bergerak turun menguji support di $1485 – $1480 jika sejumlah data ekonomi AS dirilis lebih baik dari estimasi.

MINYAK

Perilisa data cadangan minyak oleh American Petroleum Institute (API) semalam yang menunjukkan cadangan minyak mentah AS naik 10.5 juta barel berpotensi akan menekan turun pergerakan harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level support di $52.40 – $51.90. Harga minyak berpeluang untuk bergerak naik, menguji resisten di $53.20 – $53.70 jika data cadangan minyak AS yang dirilis oleh Energy Information Administration (EIA) pada pukul 22:00 WIB menunjukkan hasil yang lebih rendah dari estimasi.

EURUSD

EURUSD berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek karena outlook melemahnya dollar AS pasca perilisan data penjualan retail AS yang pesimis semalam untuk menguji level resisten di 1.1150. EURUSD berpotensi untuk bergerak turun menguji support di 1.1040 – 1.1000 jika dollar AS menguat pada perilisan data ekonomi AS yang optimis.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek pada sentimen tidak tercapainya kesepakatan Brexit semalam yang memicu ketidakpastian di kalangan trader untuk menguji level support di 1.2780 – 1.2730. GBPUSD berpeluang bergerak naik menguji resisten di 1.2860 – 1.2910 jika data penjualan retail Inggris yang dirilis pukul 15:30 WIB hasilnya lebih tinggi dari estimasi dan pasar dapatkan kabar baik mengenai negosiasi Brexit.

USDJPY

USDJPY berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 108.30 – 107.80 di tengah potensi meningkatnya permintaan aset safe haven karena ketidakpastian hubungan dagang AS-Tiongkok dan Brexit. USDJPY berpeluang bergerak naik menguji resisten di 109.00 – 109.50 jika dollar AS menguat pada perilisan data ekonomi AS yang optimis.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek karena optimisnya data tingkat pengangguran Australia untuk menguji level resisten di 0.6790 – 0.6830. AUDUSD berpeluang untuk bergerak turun untuk menguji support di 0.6720 – 0.6680 jika pasar dapatakan perkembangan yang kurang baik terhadap hubungan dagang AS-Tiongkok dan menguatnya dollar AS.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 17/10/2019 pukul 10.06WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.