Kamis, 16 Juli 2020

  • Penguatan Harga Obligasi Berlanjut Hingga End of Day. Hari ini, seluruh indeks returnobligasi Indonesia ditutup menguat. ICBI dan INDOBeXG-TR naik pada besaran yang sama yakni +0,15%.  Akhir end of day Rabu, harga SUN seri Fixed Ratemenguat makin tinggi dibanding sesi siang dengan rata-rata harga naik +18,06bps. Kurva yield SBN dan obligasi korporasi turut berpola bullish. Transaksi obligasi di pasar sekunder meningkat. Total volume naik +3,74% menjadi Rp14,98tn dan total frekuensi naik +17,02% menjadi 1.313 transaksi. Semakin menguatnya pasar di sesi end of dayditopang oleh kinerja neraca perdagangan Indonesia bulan Juni yang surplus US$1,27miliar dikarenakan kenaikan ekspor yang lebih tinggi dari kenaikan impor.  Namun penguatan pasar bisa juga disebabkan oleh faktor trading sejalan dengan masih tingginya tekanan global. Rupiah sendiri hari ini terpantau melemah dengan kurs spotBloomberg berada di level Rp14.588/US$. Today’s Outlook. Penguatan pasar obligasi diprediksi berlanjut pada perdagangan Kamis. Masih minimnya sentimen dominan lanjutan, menyebabkan membaiknya kinerja ekspor-impor Indonesia masih akan menjadi katalis positif bagi pasar. Pasar berpotensi semakin menguat jika data GDP China Q2-2020 yang rencana rilis hari ini turut menunjukkan perbaikan. Pasar hari ini juga dibayangi wait and see arah kebijakan moneter dari ECB.
  • Neraca perdagangan Indonesia Juni 2020 kembali mencatat surplus 1,27 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya juga mencatat surplus 2,02 miliar dolar AS. Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Juni 2020 mencatat surplus 5,50 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit 1,87 miliar dolar AS. Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan. Surplus neraca perdagangan Juni 2020 dipengaruhi surplus neraca perdagangan nonmigas dan penurunan defisit neraca perdagangan migas. Neraca perdagangan nonmigas Juni 2020 mencatat surplus 1,36 miliar dolar AS. Perkembangan ini dipengaruhi ekspor beberapa komoditas yang tetap baik seperti minyak kelapa sawit, kopi, dan biji tembaga, meskipun impor nonmigas meningkat sejalan dengan kembali membaiknya aktivitas ekonomi pasca relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas menurun dari 96,9 juta dolar AS pada Mei 2020 menjadi sebesar 95,2 juta dolar AS, dipengaruhi peningkatan ekspor migas khususnya industri pengolahan hasil minyak dan minyak mentah.

EKONOMI GLOBAL

  • Fokus pasar hari ini tampaknya akan tertuju ke keputusan moneter terbaru dari European Central Bank yang dijadwalkan pukul 18:45 WIB serta konfrensi pers yang dilakukan oleh Presiden ECB Christine Lagarde pukul 19:30 WIB. Jika mereka secara mengejutkan memangkas suku bunga dan berikan pernyataan yang cenderung dovish berpotensi menjadi beban untuk kinerja EURUSD, begitu juga sebaliknya. Sementara itu untuk sektor komoditas. Harga emas masih berpeluang menguat dalam jangka pendek di tengah sentimen pelemahan dolar AS, ketegangan AS-Tiongkok dan lonjakan kasus Covid-19. Dan untuk harga minyak berpotensi  bergerak turun karena outlook akan menurunnya level pengurangan produksi OPEC+ mulai bulan Agustus dan Rusia yang berencana meningkatkan level produksinya. 

Potensi Pergerakan 

EMAS 

Harga emas berpeluang mempertahankan tren kenaikannya akhir-akhir ini setelah kemarin ditutup menguat $0.98 di level $1810.32 untuk menguji level resisten di $1816 – $1822 di tengah outlook melemahnya dolar AS, peningkatan kasus Covid-19 dan memburuknya ketegangan antara AS-Tiongkok. Harga emas berpeluang untuk berbalik turun, menguji support di $1806 – $1798 jika dolar AS menguat pada perilisan data ekonomi AS yang optimis seperti retail sales, Philadelphia Fed manufacturing index dan unemployment claims yang dijadwalkan bersamaan pukul 19:30 WIB. 

MINYAK 

Harga minyak berpotensi berbalik turun dalam jangka pendek untuk mengincar support di $40.50 – $39.80 setelah kemarin bergerak naik hingga ditutup menguat $0.55 di level $40.99 di tengah outlook OPEC+ akan menurunkan level pengurangan produksi di bulan Agustus serta rencana Rusia yang akan meningkatkan produksinya. Harga minyak berpeluang mempertahankan kenaikannya untuk menguji level resisten di $41.50 – $42.20 jika data ekonomi dari Tiongkok dan AS, negara konsumen minyak terbesar di dunia, menunjukkan perbaikan. 

EURUSD 

Setelah berakhir naik tipis 12 pips di level 1.1412 kemarin, EURUSD berpeluang mempertahankan kenaikannya untuk menguji level resisten di 1.1450 – 1.1500 di tengah sentimen pelemahan dolar AS. EURUSD berpotensi untuk bergerak turun, menguji support di 1.1380 – 1.1330 jika ECB dalam keputusan moneternya pukul 18:45 WIB dan konfrensi persnya pukul 19:30 WIB hasilnya dipandang dovish oleh pasar. 

GBPUSD 

GBPUSD berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek, setelah kemarin berhasil menguat hingga ditutup naik 33 pips di level 1.2587, untuk menguji level support di 1.2550 – 1.2500 di tengah outlook no-deal Brexit yang hingga kini belum adanya terbosan terbaru dari kedua belah pihak. Selanjutnya  pasar akan menantikan perilisan data indeks upah dan tenaga kerja Inggris yang dijadwalkan pukul 13:00 WIB. Jika hasilnya lebih baik dari estimasi berpotensi menopang kenaikan GBPUSD, namun jika lebih buruk dari estimasi dapat memicu pelemahan lebih lanjut untuk GBPUSD. 

USDJPY 

Pasca ditutup turun 31 pips di level 106.93 kemarin, USDJPY berpeluang memperdalam penurunannya untuk menguji support di 106.60 – 106.20 karena outlook pelemahan dolar AS serta tidak adanya perubahan kebijakan moneter dari Bank of Japan. Jika bergerak naik, level resisten berada di 107.20 – 107.60

AUDUSD 
Kenaikan AUDUSD  berpeluang berlanjut  setelah kemarin berakhir naik 32 pips untuk menguji level resisten di 0.7040 – 0.7090 jika data tenaga kerja Australia yang dirilis pukul 8:30 WIB dan data ekonomi Tiongkok pukul 9:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi. Sebaliknya jika data-data tersebut dirilis pesimis, berpotensi menjadi beban untuk AUDUSD untuk menguji support di 0.6960 – 0.6910 di tengah sentimen memburuknya ketegangan AS-Tiongkok.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.