Kamis, 16 April 2020

  • Tren Bullish Pasar Obligasi Domestik Berlanju Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk mencatatkan performa positif pada perdagangan Rabu. Kenaikan harga dicatatkan 40 seri FR (dari total 41 seri) dengan rata-rata perubahan harga sebesar +81,32bps. Yield obligasi negara dan korporasi juga berpola bullish dengan penurunan imbal hasil terbesar terjadi pada kelompok tenor menengah. Aktivitas perdagangan meningkat dari sisi frekuensi yakni sebesar +37,57% menjadi 1.278 transaksi. Sementara itu total volume perdagangan turun tipis sebesar –0,64% menjadi Rp15,99tn. Ditengah sentimen negatif berupa pemangkasan proyeksi ekonomi global dan Indonesia oleh IMF, pasar obligasi domestik justru sanggup menguat berkat respon pasar terhadap beberapa kebijakan Bank Indonesia. Salah satunya meningkatkan quantitative easing. Selain itu, berlanjutnya tren apresiasi kurs spot Rupiah terhadap USD yang menguat 70poin ke level Rp15.575/US$ diperkirakan turut menopang penguatan pasar SBN. Pada perdagangan Kamis ini, penguatan pasar obligasi berpotensi masih terjadi namun dalam kecenderungan mereda. Pelaku pasar diprediksi akan concern terhadap beberapa sentimen negatif dari global seperti pemangkasan GDP oleh IMF, isu resesi beberapa negara maju, hingga anjloknya harga minyak dunia.
  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2020 tumbuh melambat. Posisi ULN Indonesia pada akhir Februari 2020 sebesar 407,5 miliar dolar AS, terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar 203,3 miliar dolar AS dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar 204,2 miliar dolar AS. ULN Indonesia tumbuh 5,4% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,6% (yoy). Perkembangan tersebut terutama didorong oleh perlambatan ULN publik. ULN pemerintah tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi ULN pemerintah pada akhir Februari 2020 sebesar 200,6 miliar dolar AS atau tumbuh 5,1% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 9,5% (yoy). Penurunan ULN pemerintah tersebut dipengaruhi sentimen global sebagai dampak pandemi COVID-19 yang meluas sehingga mendorong arus modal keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik. ULN Pemerintah tersebut dikelola secara hati-hati dan kredibel guna mendukung belanja Pemerintah pada sektor prioritas dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sektor prioritas tersebut meliputi sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,4% dari total ULN Pemerintah), sektor jasa pendidikan (16,3%), sektor konstruksi (16,2%), sektor jasa keuangan dan asuransi (12,8%), dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,6%). ULN swasta tumbuh stabil. Pada Februari 2020, ULN swasta tumbuh 5,9% (yoy), relatif sama dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Perkembangan ini dipengaruhi oleh perlambatan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan di tengah peningkatan ULN lembaga keuangan. Pada Februari 2020, ULN perusahaan bukan lembaga keuangan tumbuh sebesar 6,9% (yoy), melambat dari 7,7% (yoy) pada Januari 2020. Sementara itu, ULN lembaga keuangan tumbuh meningkat dari 0,3% (yoy) pada Januari 2020 menjadi 2,7% (yoy) pada Februari 2020. Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni mencapai 77,4% dari total ULN swasta, adalah sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas & udara dingin (LGA), sektor pertambangan & penggalian, dan sektor industri pengolahan. Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Februari 2020 sebesar 35,9%, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 36,3%. Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,2% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS kembali diminati sebagai aset likuid sejak kemarin setelah komentar dari IMF memicu kekhawatiran pasar terhadap ekonomi global di tengah wabah Korona. EMF memandang bahwa perekonomian dunia saat ini mungkin lebih buruk dari yang dikhawatirkan sebelumnya. Dan proses pemulihan ekonomi pasca wabah Korona dapat memakan waktu yang lebh lama dari ekspektasi. Hal ini memicu aksi beli aset likuid dolar AS kembali mendominasi pasar kemarin. IMF akan melanjutkan pertemuan hingga esok hari Jumat, dan setiap isu yang dihembuskan dari hasil pertemuan tersebut berpeluang menjadi penggerak harga pasar. Selain itu data-date ekonomi AS malam nanti juga menjadi peluang penggerak pasar.

Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas berpeluang turun menguji support $1680 – 1710 bila minat pasar pada aset berisiko terus meningkat. Level resisten pada kisaran $1730 – $1760.

MINYAK
Harga minyakberpotensi rebound naik menguji resisten $21.00 – $21.50 bila aksi buyback dari harga rendah berlanjut. Kekhawatiran supply yang berlebih masih berpeluang menekan harga turun menguji support $18.50 – $19.50.

EURUSD
EURUSD berpeluang turun menguji support 1.0800 – 1.0855 bila minat beli aset likuid dolar AS berlanjut. Level resisten pada kisaran 1.0940 -1.1000.

GBPUSD
GBPUSD berpeluang turun menguji support 1.2435 – 1.2465 bila penguatan dolar AS berlanjut. Level resisten pada kisaran 1.2525 – 1.2575.

USDJPY
USDJPY masih berpeluang naik menguji resisten 108.00 – 108.50 bila dolar AS berlanjut menguat. Level support pada kisaran 107.00 – 107.25.

AUDUSD
AUDUSD berpotensi turun menguji support 0.6200 – 0.6250 bila penguatan dolar AS berlanjut dan mengacuhkan data tenaga kerja Australia yang lebih baik dari ekspektasi tadi pagi. Level resisten pada kisaran 0.6350 – 0.6400.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.