Kamis, 14 Januari 2021

  • Harga Obligasi Begerak Mixed, ICBI Ditutup Melemah –0,03%. Indeks return obligasi Indonesia, ICBI, ditutup melemah tipis –0,03% di level 311,6136 pada akhir end of day Rabu. Harga SBN seri-seri fixed rate bergerak mixed dengan ratarata perubahan pada ke 46 serinya turun –7,48bps. Kurva yield PHEI-IGSYC turut berpola mixed. Rata-rata yield tenor 1-30 tahun naik +0,53bps. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder menurun dengan total volume Rp19,35tn (-21,47%) dan total frekuensi 1.894 transaksi (-8,68%). Pada sesi end of day, penguatan harga obligasi relatif mereda dibanding sesi siang. Namun masih lebih baik jika dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Pasar hari ini banyak digerakkan oleh kabar terkait pelaksanaan perdana vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang berlangsung lancar. Kurs rupiah di pasar spot juga terpantau menguat 70,0poin ke level Rp14.060/US$. Namun, penguatan harga sedikit tertahan diduga karena beredarnya kabar bahwa efikasi Sinovac di Brazil turun menjadi 50,4%. Today’s Outlook Pasar obligasi diprediksi berlanjut sideways pada perdagangan Kamis. Sentimen positif masih datang dari euforia dimulainya proses vaksinasi di Indonesia. Namun di sisi lain, pasar juga akan terus mencermati keefektifan dari vaksin Sinovac. Tembusnya angka 11.278 kasus baru Covid-19 di Indonesia pada hari ini turut berpotensi menahan laju penguatan harga.
  • Vaksinasi massal di Indonesia resmi dimulai Rabu (13/01) pagi kemarin. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi warga negara Indonesia pertama yang mendapat suntikan vaksin CoronaVac buatan perusahaan farmasi asal China, Sinovac. Meski prosesnya akan membutuhkan waktu yang cukup lama agar vaksinasi di seluruh Indonesia selesai, tetapi harapan terhadap hidup yang lebih baik serta perekonomian bisa bangkit kembali. Program vaksinasi tersebut meningkatkan optimisme pasar terhadap percepatan pemulihan ekonomi nasional. 

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Rabu (13/01) ditutup menguat sebesar 0.62% ke level 6,435. 243 saham menguat, 244 saham terkoreksi dan 143 saham flat. Penguatan harga saham terdapat pada 9 dari 10 sektor industri dengan sektor pertambangan yang mengalami penguatan terbesar. Investor asing mencatat net buy alias pembelian bersih Rp 1,05 Triliun.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Rabu (13/01) Rupiah ditutup menguat ke level 14,060 dengan kurs acuan JISDOR di level 14,109 (prior : 14,231). Searah dengan pergerakan Rupiah harga SBN bergerak menguat di beberapa seri benchmark (5, 10, dan 15 tahun). Penguatan Rupiah dan SBN tersebut dipengaruhi oleh Presiden AS Joe Biden yang diperkirakan akan menambah nilai dari stimulus fiskal. Dari dalam negeri, vaksinasi massal yang resmi dimulai Rabu (13/01) pagi kemarin memberikan sentimen positif serta sinyal untuk perekonomian bisa bangkit kembali. Pada hari Rabu, mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak menguat terhadap Dolar AS seperti Won Korea Selatan menguat 0.42%, Ringgit Malaysia menguat 0.26%, Baht Thailand menguat 0.07%, dan Dolar Hongkong menguat 0.02%.
  • Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) masih mempertahankan program QE (Quantitative Easing) senilai USD 120 Miliar per bulan. Suku bunga acuan pun diperkirakan tidak akan dinaikan hingga tahun 2023 sehingga suku bunga acuan AS tetap berada di level 0.25%. Presiden AS terpilih Joe Biden pun diperkirakan akan menambah stimulus ekonomi bernilai triliunan Dolar yang akan diumumkan pada hari ini, Kamis (14/01), sehingga perekonomian Amerika Serikat diproyeksikan akan mengalami surplus likuiditas dan Dolar AS diprediksi masih akan tertekan serta akan mempengaruhi pergerakan Rupiah dan SBN.

Peluang Pergerakan

Emas
Harga emas berakhir turun pada hari Rabu sebesar $9,66 di level $1844.81 karena DPR AS yang menyetujui untuk memakzulkan Presiden Trump untuk kedua kalinya telah menopang penguatan dollar AS. Di sesi Asia ini (14/1), harga emas berpotensi dibeli menguji resisten $1864 selama harga bertahan di atas level $1840. Sebaliknya, jika turun ke bawah level tersebut, harga emas berpotensi dijual menguji support $1836. Pelaku pasar masih berharap pada stimulus fiskal AS yang lebih besar yang kemungkinan akan diumumkan Joe Biden hari ini. Ekspektasi terhadap stimulus ini bisa mendorong pelemahan dollar AS dan menguatkan harga emas. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1836 – $1864.

Minyak Mentah

Terbebani oleh komentar Sekretaris Jenderal OPEC Mohammed Barkindo yang mengatakan bahwa OPEC melihat stok minyak saat ini sangat tinggi, telah menekan turun harga minyak pada hari Rabu sebesar $0.41 dan ditutup di level $52.86. Harga minyak berpotensi dibeli menguji resisten $53.30 di sesi asia (14/1) selama harga bertahan di atas level $52.50. Sebaliknya, jika turun ke bawah level tersebut, harga minyak berpotensi dijual menguji support $52.10. Pelaku pasar masih berharap pada stimulus fiskal AS yang lebih besar yang kemungkinan akan diumumkan Joe Biden hari ini. Ekspektasi terhadap stimulus ini bisa mendorong penguatan aset berisiko. Potensi rentang harga di sesi Asia: $52.10 – $53.30.

EURUSD
Terbebani oleh kekhawatiran terhadap pembatasan aktivitas yang lebih panjang di tengah meningkatnya kasus baru covid-19 di kawasan euro, telah menekan turun EURUSD. Harga ditutup melemah sebesar 49 pip di level 1.2157 di hari Rabu. EURUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.2200 di sesi Asia (14/1) selama bertahan di atas level 1.2150. Sebaliknya, jika harga turun ke bawah level tersebut, EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.2135. Pelaku pasar masih berharap pada stimulus fiskal AS yang lebih besar yang kemungkinan akan diumumkan Joe Biden hari ini. Ekspektasi terhadap stimulus ini bisa mendorong pelemahan dollar AS. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.2135 – 1.2200.

GBPUSD
Aksi beli dolar AS di tengah potensi pendakwaan pemakzulan Presiden Donald Trump, telah menekan turun GBPUSD hingga berakhir melemah sebesar 30 pip di level 1.3634 di hari Rabu. GBPUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.3680 di sesi Asia (14/1) selama harga bertahan di atas level 1.3620. Sebaliknya, jika harga turun ke bawah level tersebut, GBPUSD berpotensi dijual menguji support 1.3600. Pelaku pasar masih berharap pada stimulus fiskal AS yang lebih besar yang kemungkinan akan diumumkan Joe Biden hari ini. Ekspektasi terhadap stimulus ini bisa mendorong pelemahan dollar AS. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3600 – 1.3680.

USDJPY
USDJPY berakhir naik sebesar 12 pip di level 103.86. Penguatan dolar AS didukung oleh peristiwa pemakzulan Presiden Donald Trump. Di sesi Asia ini (14/1), USDJPY berpotensi dijual menguji support 103.60 selama harga bertahan di bawah level 104.00. Sebaliknya, jika harga naik ke atas level tersebut, USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 104.10. Pelaku pasar masih berharap pada stimulus fiskal AS yang lebih besar yang kemungkinan akan diumumkan Joe Biden hari ini. Potensi rentang harga di sesi Asia: 103.60 – 104.10.

AUDUSD
Melemahnya harga komoditas tembaga dan aksi beli dolar AS pada hari Rabu telah memicu penurunan AUDUSD sebesar 41 pip dan ditutup di level 0.7732. Penguatan dolar AS didukung oleh peristiwa pemakzulan Presiden Donald Trump. Di sesi Asia ini (14/1), AUDUSD berpotensi dibeli menguji resisten 0.7775 jika laporan Trade Balance Tiongkok (waktu tentative) dirilis lebih baik dari ekspektasi. Pelaku pasar juga masih berharap pada stimulus fiskal AS yang lebih besar yang kemungkinan akan diumumkan Joe Biden hari ini, yang berpotensi melemahkan dollar AS. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7710 – 0.7775

Nikkei
Meningkatnya pesanan mesin-mesin di Jepang telah memicu kenaikan indeks Nikkei, berakhir menguat sebesar 295 poin di level 28430 semalam. Hari ini (14/1), Indeks Nikkei berpotensi dibeli menguji resisten 28800 selama harga bertahan di atas level 28500. Sebaliknya, jika indeks turun ke bawah level tersebut, Indeks Nikkei berpotensi dijual menguji support 28300. Pelaku pasar masih berharap pada stimulus fiskal AS yang lebih besar yang kemungkinan akan diumumkan Joe Biden hari ini, yang bisa mendorong penguatan aset berisiko. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28300 – 28800.

Hang Seng 

Indeks Hang Seng berakhir menguat sebesar 59 poin di level 28298 semalam, karena tertopang oleh investor yang tetap optimis terhadap vaksinasi virus covid-19. Hari ini (14/1), Indeks Hang Seng berpotensi dibeli menguji resisten 28500 selama harga bertahan di atas level 28160. Sebaliknya, jika harga turun ke bawah level tersebut, Indeks Hang Seng berpotensi dijual menguji support 28000.  Laporan Trade Balance Tiongkok (waktu tentative) yang dirilis lebih baik dari ekspektasi bisa membantu penguatan indeks. Selain itu, pelaku pasar masih berharap pada stimulus fiskal AS yang lebih besar yang kemungkinan akan diumumkan Joe Biden hari ini, yang bisa mendorong penguatan aset berisiko. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28000 – 28500.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.