Kamis, 12 September 2019

  • Penjualan eceran pada Juli 2019 terindikasi mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang tumbuh 2,4% (yoy), meningkat dari IPR pada bulan sebelumnya yang tercatat tumbuh -1,8% (yoy). Peningkatan tersebut terutama didorong oleh penjualan eceran kelompok Suku Cadang dan Aksesori, dan kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau. Penjualan eceran diprakirakan tumbuh meningkat pada Agustus 2019. Hal tersebut terindikasi dari prakiraan pertumbuhan IPR Agustus 2019 yang meningkat menjadi 3,7% (yoy) ditopang oleh peningkatan penjualan kelompok Suku Cadang dan Aksesori. Selain itu, penjualan kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dan kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi juga membaik sejalan dengan faktor musiman berupa maraknya promosi dan diskon penjualan menyambut perayaan hari raya kemerdekaan. Hasil survei juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam enam bulan mendatang (Januari 2020) diprakirakan akan menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 6 bulan yang akan datang sebesar 161,1 lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada bulan sebelumnya sebesar 162,5.
  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup melemah –0,06% di level 265,5509 pada akhir sesi end of day INDOBeXG -Total Return (return obligasi negara) juga terpantau turun –0,07% ke level 260,5982. Adapun INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun sangat tipis yakni –0,0007% ke level 288,8399. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak mixed dengan rata-rata yield pada tenor 1-30 tahun turun –0,31bps. Rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan menengah (5-7tahun) naik masing-masing sebesar +1,27bps dan +0,45bps. Sedangkan rata-rata yield tenor panjang (>7tahun) turun –0,69bps. INDOBeXG-Effective Yield Rabu kemarin terpantau ditutup di level 7,1978 (+0,0165poin). Harga seluruh seri SUN benchmark kompak melemah dan mencatatkan rata-rata sebesar –20,11bps. Harga seri FR0068 terkoreksi paling besar hingga –42,78bps. Sedangkan harga FR0077 turun paling kecil yakni –5,36bps. Secara keseluruhan, harga SUN seri FR dan ORI bergerak mixed dengan rata-rata harga turun –6,88bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin melemah –0,09% ke level 113,6559. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau sepi dengan total volume sebesar Rp13,93tn (-13,96%) dan total frekuensi 767 transaksi (-7,59%). Transaksi SUN benchmark kemarin juga terpantau menurun dengan total volume turun –8,39% dan total frekuensi turun –6,14%. Total volume transaksi SBN terbesar kemarin sebesar Rp2,67tn dicatatkan seri FR0079, sedangkan frekuensi teraktif sebanyak 115 transaksi dicatatkan FR0075. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar senilai Rp96miliar dicatatkan oleh TBIG02CN2, sementara frekuensi teraktif sebanyak 9 kali oleh BBTN03ACN1. Koreksi harga dan sepinya transaksi yang mewarnai pasar obligasi domestik berlanjut hingga akhir sesi end of day kemarin. Harga SUN seri FR dan ORI bergerak di rentang –51,47bps hingga +36,73bps. Sementara perubahan harian level imbal hasil SBN terpantau diantara –1,19bps hingga +1,77bps. Belum adanya sentimen lanjutan dominan menjadi alasan investor menahan diri untuk bertransaksi di pasar sekunder obligasi, tercermin dari menurunnya total volume dan total frekuensi transaksi. Namun, pasar obligasi domestik berpotensi rebound pada perdagangan hari ini terpicu oleh statement dari pihak AS-China yang sepakat untuk menunda pengenaan bea masuk pada produk impor asal negara masing-masing. Kabar terbaru dari AS-China tersebut diperkirakan juga akan mendorong penguatan Rupiah di pasar spot. Berbeda halnya dengan pasar SUN, IHSG kemarin ditutup menguat +0,71% di level 6.381,95. Pasar obligasi berpotensi bergerak menguat pada perdagangan hari ini setelah AS dan China memutuskan untuk menunda pengenaan bea masuk pada produk impor asal negara masing-masing. Seperti yang dilansir dari Reuters, Kementerian Keuangan China telah mengumumkan akan memberikan pengecualian terhadap 16 produk impor asal AS.

EKONOMI GLOBAL

  • Presiden A.S. Donald Trump tweeted pada hari Rabu (11/9) bahwa kenaikan tarif barang-barang Cina senilai 250 miliar dolar yang akan dimulai pada 1 Oktober kini telah ditunda hingga 15 Oktober. Trump mengatakan keputusan itu dibuat atas permintaan Wakil Perdana Menteri China Liu He dan sebagai pertimbangan perayaan ulang tahun ke 70 Republik Rakyat Tiongkok. Selanjutnya perhatian pasar akan tertuju pada ECB yang berpotensi akan menurunkan suku bunga, dan telah menjanjikan dukungan lebih besar bagi perekonomian zona euro. Data US CPI yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB akan menjadi katalis bagi harga emas.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek menguji level resisten di 1505 – 1510 karena ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga bank sentral eropa. Namun optimisme pada negosiasi perdagangan berpotensi menekan harga emas menguji level support di 1485 – 1480.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak turun menguji level support di 54.75 – 54.25 karena tertekan oleh pasar yang mencemaskan laporan OPEC yang pangkas outlook permintaan. Resisten harga minyak berada pada level 57.25 – 58.00.

EURUSD

European Central Bank (ECB) di jadwalkan akan bertemu pada pukul 18:45 WIB, jika ECB jadi memangkas suku bunga dan meluncurkan pelonggaran Quantitative Easing (QE) yang lebih besar dari sebelumnya EURUSD berpotensi bergerak menguji level support 1.0970 – 1.0940. Resisten EURUSD berada pada level 1.1050 – 1.1090.

GBPUSD

Ketegangan antara Perdana Menteri Boris Johnson dan parlemen Inggris berlanjut. Pengadilan Tinggi Skotlandia memutuskan bahwa keputusan Johnson untuk menunda parlemen adalah tidak sah. Hal ini berpotensi menekan GBPUSD menguji level support di 1.2260 – 1.2230. Resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.2385 – 1.2420.

USDJPY

Tertopang oleh minat pelaku pasar yang meningkat pada aset beresiko USDJPY berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 108.30 – 108.50. Sementara itu jika bergerak turun USDJPY berpeluang bergerak menguji level 107.50 – 107.30.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 0.6880 – 0.6920 karena optimisme pasar terhadap negosiasi perdagangan AS-Tiongkok. Level support AUDUSD berada pada kisaran 0.6830 – 0.6800.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 12/09/2019 pukul 15.25WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.