Kamis, 10 September 2020

  • Sore Ini, Pasar Obligasi Ditutup Melemah Terbatas. Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup melemah terbatas pada sore hari ini.  Harga 43 seri dari 45 seri SUN fixed rate yang beredar bergerak turun dan mencatat penurunan rata-rata sebesar –8,40bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola bearish. Tekanan naik yield dialami seluruh tenor. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat dengan total volume Rp23,99tn (+30,47%) dan total frekuensi 1.466 transaksi (+40,56%). Pergerakan terbatas yang ditunjukkan pasar obligasi hingga hari ini terpicu aksi wait and see pasar terhadap adanya sentimen baru/lanjutan yang lebih dominan. Tren terkoreksi pada hampir seluruh seri SUN FR mengindikasikan bentuk antisipasi pasar akan dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat angka kasus Covid-19 di Indonesia yang belum juga menunjukkan tanda-tanda penurunan. Rupiah sendiri sore ini kembali melemah ke level Rp14.799/US$. Pasar obligasi pada perdagangan Kamis diprediksi masih akan sideways dikarenakan minimnya sentimen dominan. Namun ada kemungkinan harga obligasi turun lebih besar jika Rupiah baik di pasar spot maupun Kurs Jisdor BI semakin terdepresiasi. Besok pasar juga akan dibayangi wait and see konferensi pers ECB.
  • Sehubungan dengan keputusan tingkat suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 4% yang berlaku mulai tanggal 19 Agustus 2020, dengan ini diberitahukan bahwa tingkat kupon Obligasi Pemerintah untuk seri SBR008 periode 11 September 2020 s.d. 10 Desember 2020 adalah sebesar 7,20%. Tingkat kupon ini merupakan tingkat kupon minimal (floor) karena hasil penjumlahan tingkat suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate dan spread tetap sebesar 170 bps (1,70%) adalah sebesar 5,70% (lebih rendah dari tingkat kupon minimal).

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS terkoreksi semalam, menopang dolar dan mata uang berisiko lainnya menguat, karena pasar terfokus pada kebijakan moneter yang akan diambil oleh European Central Bank (ECB) malam hari nanti.

EMAS
Kekhawatiran akan kenaikan kasus covid19 yang berpotensi memicu resesi global telah menopang harga emas pada hari Rabu, naik sebesar $15.23 di level $1946.76. Harga emas berpotensi naik menguji resisten $1953  jika sentimen koreksi dolar AS berlanjut. Peluang rentang harga di sesi Asia: $1940 – $1953.

Minyak
Pelemahan dolar AS dan koreksi pada pasar telah menopang kenaikan harga minyak sebesar $0.94 di level $37.78. Di bayangi laporan cadangan minyak mentah yang meningkat oleh API, harga minyak dapat menguat menguji resisten $38.50 jika bertahan di atas level $37.20. Peluang rentang harga di sesi Asia: $36.90 – $38.50.

EURUSD
Di topang oleh pelemahan dolar AS dan antisipasi kebijakan dari ECB malam nanti telah memicu kenaikan EURUSD sebesar 31 pips di level 1.1805 di akhir sesi Rabu. EURUSD berpotensi naik menguji resisten 1.1835 bila koreksi pada dolar AS berlanjut dan harga bertahan di atas level 1.1785. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.1765- 1.1835.

GBPUSD
Di tengah kekhawatiran akan potensi no deal Brexit dan melemahnya dolar AS, GBPUSD ditutup naik sebesar 17 pips di level 1.2999 di akhir perdagangan hari Rabu. Masih dibayangi pembahasan Brexit, GBPUSD mungkin naik menguji resisten 1.3055 bila harga bertahan di atas level 1.2965. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.2940 – 1.3055.

USDJPY
USDJPY berakhir naik sebesar 16 pips di level 106.19 karena dipicu oleh kenaikan indeks saham Nikkei yang didukung oleh reboundnya saham teknologi. USDJPY berpotensi naik menguji resisten 106.50 bila minat pada aset berisiko masih berlanjut meningkat dan harga bertahan di atas level 106.00. Peluang rentang harga di sesi Asia: 105.80 – 106.50.

AUDUSD
Dolar AS yang melemah dan menguatnya harga komoditas telah menopang kenaikan AUDUSD sebesar 67 pips di level 0.7282 pada perdagangan hari Rabu. AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.7310 bila harga bertahan di atas 0.7255 dan pelemahan dolar AS berlanjut. Fokus pada data MI Inflation Expectations Australia jam 08:00 WIB. Peluang rentang harga di sesi Asia: 0.7235 – 0.7310.

Indeks Nikkei

Menguatnya indeks utama Wall Street telah menopang kenaikan indeks Nikkei, ditutup menguat sebesar 10 point di level 23010. Indeks Nikkei berpotensi naik menguji resisten 23170 bila optimisme bursa Wall Street masih berlanjut dan yen Jepang masih tertekan minat beli aset berisiko. Peluang rentang harga di sesi Asia: 22820 – 23170 .

Indeks Hang Seng

Abaikan ketegangan AS-Tiongkok yang terus berlangsung dan saham teknologi yang alami kenaikan  telah memicu kenaikan indeks Hang Seng sebesar 302 point di level 24624 saat penutupan sesi Rabu. Bila optimisme Wall Street berlanjut dan harga bertahan di atas level 24670, indeks Hang Seng berpotensi naik menguji resisten 24785. Peluang rentang harga di sesi Asia: 24350 – 24785.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.