Kamis, 10 Oktober 2019

  • Penjualan eceran pada Agustus 2019 tumbuh melambat. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2019 yang tumbuh 1,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan IPR Juli 2019 sebesar 2,4% (yoy). Kinerja penjualan eceran tersebut ditopang oleh kelompok Suku Cadang dan Aksesori yang tumbuh tinggi, serta kelompok komoditas Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya yang tumbuh meningkat, antara lain barang elektronik selain audio/video dan perabot rumah tangga. Penjualan eceran diprakirakan tumbuh meningkat pada September 2019. Hal itu terindikasi dari IPR September 2019 yang diprakirakan tumbuh sebesar 2,1% (yoy). Peningkatan tersebut terutama bersumber dari meningkatnya pertumbuhan penjualan kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya dan kelompok Makanan, Minuman & Tembakau, serta tetap tingginya pertumbuhan penjualan kelompok Suku Cadang dan Aksesori. Hasil survei juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam enam bulan mendatang (Februari 2020) diprakirakan akan menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 6 bulan yang akan datang sebesar 168,2, lebih rendah dibandingkan IEH pada bulan sebelumnya sebesar 174,7.
  • Pasar obligasi Indonesia melemah tipis pada perdagangan kemarin. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,05% ke level 267,5244; INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) juga turun sebesar –0,06% ke level 262,4563 serta INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun sebesar –0,03% ke level 291,6474. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) juga terlihat berubah tipis dengan rata-rata yield pada tenor 1-30 tahun naik sebesar +1,33bps. Pergerakan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) naik +0,52bps; menengah (5-7tahun) naik +2,90bps; dan panjang (>7tahun) naik +1,26bps. Dengan demikian kinerja INDOBeXG-Effective Yield terpantau naik +0,0128poin ke level 7,1712. Harga kelompok seri SUN benchmark kompak melemah dengan rata-rata sebesar –13,92bps. Pelemahan harga tertinggi dicatatkan FR0078 sebesar –25,81bps sedangkan koreksi harga terendah dicatatkan seri FR0068 yakni –2,37bps. Harga SUN seri FR dan ORI juga dominan melemah dengan rata-rata perubahan harga turun –8,85bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup melemah –0,08% ke level 113,8091. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin meningkat dari sisi total frekuensi menjadi 891 kali transaksi (+9,73%) sedangkan total volume turun menjadi sebesar Rp14,15tn (-29,67%). Penurunan volume kemarin lebih disebabkan oleh volume obligasi Negara tenor menengah dan panjang dengan akumulasi penurunan masing-masing sebesar Rp4,31tn dan Rp3,87tn dalam sehari. FR0076 menjadi SBN teraktif dengan 107 transaksi sedangkan FR0078 mencatatkan total volume terbesar senilai Rp2,47tn. Dari korporasi, seri PPLN02ECN3 menjadi yang teraktif dengan 29 transaksi (volume Rp17miliar). Menutup perdagangan sesi Rabu kemarin, pasar obligasi Indonesia bergerak melemah secara terbatas. Tercermin dari penurunan mayoritas harga obligasi negara sehingga turut memicu kenaikan imbal hasil obligasi negara mayoritas tenor. Pergerakan pasar kemarin yang diwarnai dengan penurunan volume perdagangan diperkirakan lebih dipicu oleh wait and see investor menjelang pertemuan tingkat tinggi pembahasan damai dagang US-China pada Kamis-Jumat ini. Seperti yang diketahui, jelang pertemuan tersebut, berita harian China (South China Morning Post) melansir berita terbaru bahwa perundingan dagang AS-China pekan ini tidak membuat kemajuan apapun dan delegasi China akan meninggalkan Washington lebih cepat dari jadwal seharusnya. Sementara itu dari domestik, kembali tertekannya kurs spot Rupiah ke level Rp14.173/US$ diperkirakan semakin menambah tekanan untuk pasar SBN. Pada perdagangan hari ini, pasar obligasi dalam negeri berpotensi masih bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Pasar diprediksi masih akan concern jelang negosiasi US-China yang dijadwalkan berlangsung Kamis-Jumat ini serta bagaimana rilis terbaru inflasi US periode September. Sementara itu, sentimen terbaru dari rilis notulensi rapat FOMC dinihari tadi tidak ada “kejutan” yang sanggup mengubah arah pasar.

EKONOMI GLOBAL

  • Pasar nampak akan terfokus pada pertemuan bilateral AS – Tiongkok pada hari Kamis waktu AS, yang membahas beberapa masalah yang diharapkan dapat menyelesaikan perang dagang selama 15 bulan, dan mendukung pemulihan pertumbuhan ekonomi global yang telah mendapat imbas negatif. Jelang pertemuan AS – Tiongkok, telah dihiasi beberapa hal yang berpotensi memicu gesekan lebih jauh diantara kedua negara, dimulai dari penempatan 28 perusahaan Tiongkok daam daftar hitam AS dan pembatasan visa dari kedua negara. Kabar terkini AS mempertimbangkan kesepakatan nilai mata uang sebagai bagian pembahasan dagang malam nanti, mengikuti tepisan dari pemerintah AS bahwa delegasi Tiongkok tidak akan bermalam untuk pembahasan 2 hari, dan hanya akan berdiskusi khusus hari ini saja. Data ekonomi lainnya diantaranya Data trade Balance Jerman yang berpotensi geraakna EURUSD. Data GDP dan manufaktur Inggris berpotensi angkat GBPUSD bila hasil dirilis lebih baik dari prediksi. Notula rapat ECB akan dirilis malam hari, bila bernada dovish berpeluang lemahkan EURUSD. Data CPI & Core CPI AS malam ini berpeluang lemahkan harga emas bila dirilis lebih baik dari ekspektasi.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek menguji level resisten di $1517 – $1520 di tengah sentimen ketegangan negosiasi dagang AS – Tiongkok. Support harga emas berada pada level $1498 – $1505.

MINYAK

Berlanjutnya kericuhan di TImur Tengah berpotensi angkat harga minyak untuk jangka pendek di tengah kekhawatiran terhambatnya persediaan, menguji level $53.00 – $53.25. Tetapi ketegangan AS – Tiongkok dapat menekan harga minyak menuju support $51.00 – $51.50.

EURUSD

Kekhawatiran pesimisme pasar terhadap pertemuan AS – Tiongkok berpeluang angkat EURUSD naik menguji sresisten 1.1000 – 1.1020. Level Support pada kisaran 1.0940 – 1.0960.

GBPUSD

Masih dibayangi drama Brexit, GBPUSD berpotensi turun menguji kisaran 1.2170 – 1.2200. Sebaliknya Resisten pada kisaran 1.2250 – 1.2290.

USDJPY

Data ekonomi Jepang yang lebih rendah dari ekspektasi berpotensi angkat USDJPY naik menguji resisten 107.80 – 108.00. Level support pada kisaran 106.80 – 107.00.

AUDUSD

AUDUSD berpeluangnaik menguji resisten 0.6770 – 0.6800 di tengah sentimen pertemuan dagang AS – Tiongkok. Level support pada kisaran 0.6700 – 0.6720.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 10/10/2019 pukul 09.58WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.