Kamis, 09 Januari 2020

  • Pada Perdagangan Rabu, Pasar Obligasi Menguat Terbatas. Seluruh indeks return obligasi Indonesia menguat pada rentang +0,06% hingga +0,10%. Yield obligasi negara dan korporasi Penurunan rata-rata yield terjadi pada seluruh kelompok tenornya. Pasar sekunder obligasi sepi transaksi. Penurunan volume terbesar terjadi pada transaksi SUN tenor panjang dengan akumulasi penurunan mencapai Rp4,56tn. Katalis positif berasal dari posisi cadangan devisa Indonesia bulan Desember 2019 yang meningkat US$2,6miliar menjadi sebesar US$129,18miliar. Ditengah performa positif pasar, ekspektasi risiko di global terus meningkat sejalan dengan semakin memanasnya konflik geopolitik antara AS dan Iran. Nilai tukar Rupiah terhadap USD di pasar Spot kemarin melemah –22,0poin ke level Rp13.900/US$ (Kurs spot Bloomberg). Laju penguatan pasar obligasi domestik diprediksi semakin tertahan pada perdagangan hari ini paska Iran kembali melancarkan serangan balasan lanjutan dengan meluncurkan roket ke area tempat Kedubes AS berada di Baghdad pada dini hari tadi waktu setempat. Situasi tersebut juga berpotensi mendorong pasar sekunder obligasi semakin kurang semarak.
  • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2019 tercatat sebesar 129,2 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2019 sebesar 126,6 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Perkembangan cadangan devisa pada Desember 2019 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, dan penerimaan valas lainnya. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

EKONOMI GLOBAL

  • Meredanya ketegangan di Timur Tengah pasca pidato Presiden AS Donald Trump selama yang mengatakan bahwa AS terbuka untuk bernegosiasi dengan Iran serta hanya akan menjatuhkan sanksi ekonomi berpotensi memicu permintaan terhadap aset berisiko dalam jangka pendek. GBPUSD berpeluang dalam tekanan turun dalam jangka pendek seiring masih adanya kekhawatiran akan potensi Hard Brexit setelah PM Johnson masih mempertahankan sikapnya bahwa Inggris akan keluar dari Uni Eropa dengan tanpa kesepakatan di akhir tahun ini dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen katakan jika Inggris tidak perpanjang waktu transisi akan menimbulkan risiko, selanjutnya pasar akan mencari katalis dari pidato Gubernur BOE Mark Carney pukul 16:30 WIB. Fokus data dan acara penting hari ini : Trade Balance Australia pukul 7:30 WIB, CPI China pukul 8:30 WIB, Industrial Production dan Trade Balance Jerman pukul 14:00 WIB, Pidato Gubernur BOE Mark Carney pukul 16:30 WIB, pidato anggota FOMC Richard Clarida pukul 20:00 WIB, Neel Kashkari pukul 21:30 WIB dan John Williams pukul 23:30 serta pidato Gubernur BOC Stephen Poloz pukul 2:00 WIB/Jumat.

Potensi Pergerakan

EMAS

Pasca dirilisnya data inflasi China yang hasilnya pesimis berpotensi memicu kenaikan harga emas dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $1560 – $1565. Namun, jika sentimen minat aset berisiko dan dolar AS mendominasi pasar karena meredanya ketegangan di Timur Tengah, maka harga emas berpotensi untuk lanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya untuk hari ini menguji level support di $1552 – $1547. Selanjutnya hari ini pasar akan mencari katalis dari pidato sejumlah anggota FOMC.

MINYAK

Kejatuhan tajam harga minyak yang berlangsung di sesi sebelumnya berpeluang untuk berlanjut karena outlook meningkatnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan EIA serta meredanya ketegangan di Timur Tengah untuk menguji level support di $59.50 – $59.00. Namun, jika trader melakukan bargain hunting, maka tidak menutup kemungkinan harga minyak akan bergerak naik untuk menargetkan resisten di $60.40 – $60.90.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen menguatnya dolar AS untuk menguji level support di 1.1070 – 1.11020. EURUSD berpeluang untuk rebound, jika data produksi industri dan neraca perdagangan Jerman yang dirilis pukul 14:00 WIB hasilnya lbeih baik dari estimasi untuk menguji resisten di 1.1150 – 1.1200.

GBPUSD

Kekhawatiran akan potensi Hard Brexit karena PM Jhonson yang tampaknya masih bersikeras tidak ada perpanjangan waktu transisi pasca Brexit berpotensi memicu penurunan GBPUSD dalam jangka pendek untuk membidik support di 1.3070 – 1.3020. GBPUSD berpeluang untuk bergerak naik, menguji resisten di 1.3140 – 1.3200 jika Gubernur BOE Mark Carney dalam pidatonya pukul 16:30 WIB berikan pernyataan yang tidak dovish.

USDJPY

Sedang menguatnya sentimen minat terhadap aset berisiko karena meredanya ketegangan di Timur Tengah dan menguatnya dolar AS berpeluang menopang kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 109.40 – 109.90. Jika bergerak turun, level support berada di 108.70 – 108.20.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek seiring optimisnya data neraca perdagangan Australia untuk menguji level resisten di 0.6900 – 0.6940. Namun, jika pasar mencemaskan pesimisnya data ekonomi Tiongkok serta menguatnya dolar AS, maka AUDUSD berpotensi bergerak turun, menguji support di 0.6850 – 0.6810

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis , 09 Januari 2020 pukul 10.03 WIB :

 

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.