Kamis, 06 Februari 2020

  • Pasar Obligasi Negatif, Tingkat Imbal Hasil SBN Mixed. Seluruh indeks return obligasi domestik tipe konvensional berbalik melemah pada perdagangan kemarin pada besaran yang sama yakni –0,04%. Kurva yield obligasi negara dan korporasi menunjukkan pergerakan yang sama yakni kenaikan rata-rata yield pada kelompok tenor menengah-panjang. Volume transaksi perdagangan di pasar sekunder berlanjut turun yakni –10,29% menjadi sebesar Rp19,14tn ditengah kenaikan total frekuensi sebesar +25,33% (1.613 transaksi). Ditengah wait and see sentimen penggerak lanjutan di global, melemahnya pasar kemarin lebih dipicu oleh rilis data GDP Indonesia Q4-2019. Perekonomian Indonesia tahun 2019 tumbuh sebesar 5,02%yoy atau lebih rendah dari tahun 2018 yang sebesar 5,17%yoy. Meskipun demikian angka pertumbuhan tersebut tidak jauh berbeda dari konsensus pasar yang sebesar 5,03%yoy . Pasar obligasi domestik diprediksi bergerak mendatar pada perdagangan hari ini. Sentimen yang membayangi diprediksi lebih banyak datang dari dalam negeri yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan, dan pergerakan nilai tukar Rupiah. Sebagai informasi, sesuai dengan prediksi Donald Trump batal dilengserkan dari kursi kepresidenan dikarenakan banyaknya partai Republik yang menguasai Senat AS.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan di tengah kinerja perekonomian dunia yang melambat. Pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2019 tetap baik yakni 5,02%, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan capaian tahun 2018 sebesar 5,17%. Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang tetap baik sedangkan kinerja ekspor menurun. Perkembangan keseluruhan tahun 2019 dicapai setelah pada triwulan IV 2019 pertumbuhan ekonomi tercatat 4,97% (yoy), sedikit melambat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,02% (yoy). Pertumbuhan ekonomi 2019 banyak ditopang oleh permintaan domestik yang tetap terjaga sedangkan ekspor menurun sejalan dengan melambatnya permintaan global dan menurunnya harga komoditas global. Permintaan domestik yang terjaga dipengaruhi stabilnya konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,04% pada 2019, tidak banyak berbeda dengan pertumbuhan pada tahun sebelumnya sebesar 5,05%. Konsumsi rumah tangga yang terjaga didorong inflasi yang terkendali dan tingkat keyakinan konsumen yang tetap baik. Konsumsi Lembaga Nonprofit Rumah Tangga (LNPRT) meningkat dari 9,10% pada tahun 2018 menjadi 10,62%, didorong dampak positif penyelenggaraan pemilu 2019. Permintaan domestik juga didukung oleh investasi yang tetap tinggi, terutama investasi bangunan yang tumbuh 5,37%, tidak jauh berbeda dari kinerja 2018 sebesar 5,41%. Dari sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi tahun 2019 terutama didorong kinerja LU jasa-jasa di sektor tersier, terutama sektor komunikasi dan informasi, sektor jasa keuangan dan asuransi dan sektor jasa lainnya. Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan tetap baik ditopang prospek peningkatan ekspor dan konsumsi rumah tangga. Investasi diprakirakan juga meningkat didorong pembangunan infrastruktur serta kenaikan keyakinan pelaku usaha sebagai dampak peningkatan ekspor dan kemudahan iklim berusaha sejalan dengan kebijakan Pemerintah termasuk implementasi Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA).

EKONOMI GLOBAL

  • Kekhawatiran penyebaran wabah Korona masih tinggi dan masih menjaga minat pasar terhadap aset aman seperti emas. Tetapi data ekonomi AS yang baik semalam juga mendukung penguatan dolar terhadap mata uang pesaingnya. Harga emas bergerak stabil pagi hari Kamis (6/2) dengan masih berpotensi turun bila sentimen penguatan dolar AS berlanjut. Presiden AS, Donald Trump, dinyatakan bebas dari semua tuduhan penyalah-gunaan kekuasaan secara berlebihan, yang dinyatakan oleh Senat AS, di malam hari waktu setempat (pagi ini waktu Indonesia). Dollar AS menunjukan sedikit penguatan setelah kabar tersebut, dimana fokus pasar masih pada data-dta ekonomi AS dan data utama Non-Farm Payroll AS besok. Kemarin laporan ADP Non-Farm Payroll dirilis naik menjadi 291K dari sebelumnya 199K, memicu harapan laporan Non-Farm jumat besok lebih baik dari ekspektasi.  Sore hari ini, jam 15:00 WIB, Ketua European Central Bank, Christine Lagarde, akan berpidato di hadapan parlemen Eropa yang akan membahas tentang perekonomian Zona Euro dan kebijakan-kebijakan ECB terbaru. Bila pidato tersebut bernada dovish, berpeluang melemahkan mata uang EURUSD.

Potensi Pergerakan

EMAS
Bila sentimen penguatan dolar AS lebih dominan berpeluang turun menguji level support pada kisaran $1545 – $1549. Sebaliknya, harga emas berpeluang naik menguji resisten $1560 – $1565 bila bertahan di atas $1552.

MINYAK
Harapan akan adanya kebijakan pemangkasan produksi dari OPEC+, terleas penolakan dari Rusia, masih berpotensi mendukung kenaikan harga minyak menguji resisten $51.85 – $52.70. Level support pada kisaran $50.00 – $50.40.

EURUSD
Nantikan pidato ketua ECB, Christine Lagarde, EURUSD berpotensi turun bila pernyataannya bernada dovish, menguji support 1.0950 – 1.0980. Level resisten pada kisaran 1.1020 – 1.1050.

GBPUSD
Penguatan dolar AS dan kekhawatiran gagalnya kesepakatan Inggris – Zona Euro pasca Brexit berpotensi menekan GBPUSD turun menguji support 1.2900 – 1.2955. Level resisten pada kisaran 1.3045 – 1.3080.

USDJPY
Penguatan dolar AS berpotensi mendukung kenaikan USDJPY menguji resisten 110.10 – 110.30. Level support pada kisaran 109.25 – 109.55

AUDUSD
Data penjualan ritel dan neraca perdagangan Australia yang lebih rendah dari sebelumnya berpeluang menekan AUDUSD melemah menguji support 0.6700 – 0.6730 bila menembus ke bawah level 0.6740. level Resisten pada kisaran 0.6780 – 0.6800.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis, 06 Februari 2020 pukul 10.22 WIB :

 

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.