Kamis, 06 Agustus 2020

  • Obligasi Negara Catat Penurunan Imbal Hasil.  Indeks return obligasi konvensional maupun sukuk ditutup menguat pada perdagangan Rabu. Harga seri-seri SBN fixed rate dominan menguat dengan rata-rata perubahan pada 43 serinya naik +19,60bps. Yield SBN juga bergerak positif dengan penurunan yield terjadi pada seluruh tenornya (1-30tahun). Total volume perdagangan di pasar sekunder meningkat signifikan menjadi Rp29,59tn (+105,33%). Sementara total frekuensi naik +9,60% menjadi 1.462 transaksi. Rilis GDP Q2 Indonesia yang terkontraksi hingga –5,32%yoy tampaknya tidak menjadi concern pasar karena level tersebut masih lebih baik dibandingkan negara kawasan regional. Selain itu rilis indeks manufactur awal pekan ini yang melonjak juga meningkatkan ekspektasi pemulihan ekonomi nasional kedepannya. Katalis positif dari pasar diperkirakan lebih didorong oleh penguatan nilai kurs spot Rupiah ke level Rp14.550/US$ berkat tengah melemahnya indeks Dollar global yang turun –36,90bps pada perdagangan Rabu. Pada perdagangan Kamis, gerak pasar obligasi berpotensi masih menunjukkan penguatan seiring tren penguatan nilai kurs Rupiah terhadap USD. Namun disamping itu, pelaku pasar diperkirakan akan kembali concern pada perkembangan global khususnya terkait rilis beberapa data ketenagakerjaan AS seperti indeks non-manufacturing dan perubahan tenaga kerja sektor non-pertanian. Pasar juga akan menunggu bagaimana kepastian rencana pertemuan lanjutan AS-China.
  • Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juli 2020 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi membaik, meskipun masih berada pada zona pesimis (<100). Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 86,2 pada Juli 2020, meningkat dari 83,8 pada bulan sebelumnya. Keyakinan konsumen terpantau menguat pada seluruh kelompok usia responden dan hampir seluruh kategori tingkat pengeluaran. Secara spasial, keyakinan konsumen membaik di 13 kota survei, dengan kenaikan tertinggi di kota Mataram, Denpasar, dan Pangkal Pinang. Menguatnya keyakinan konsumen pada Juli 2020 didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, yang terefleksi pada perbaikan seluruh komponen pembentuknya yaitu keyakinan terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja , dan pembelian barang tahan lama. Hal tersebut seiring dengan kegiatan ekonomi yang kembali meningkat pasca pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai kota di Indonesia. Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi pada 6 bulan mendatang terpantau relatif stabil, seiring masih terbatasnya ekspektasi terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja di tengah ekspektasi kegiatan usaha yang membaik.

EKONOMI GLOBAL

  • Keputusan moneter terbaru dari Bank of England (BOE) yang dijadwalkan pukul 13:00 WIB akan menjadi fokus utama pasar di hari Kamis (6/8), khususnya trader poundsterling yang ingin mencari petunjuk tentang langkah bank sentral Inggris di tengah kekhawatiran pasar akan outlook no-deal Brexit dan penyebaran virus korona di Inggris. Jika mereka berikan keputusan yang dovish seperti memangkas suku bunga atau meningkatkan pelonggaran kuantitatif berpotensi membebani mata uang poundsterling. Namun jika tidak, mata uang poundsterling berpeluang untuk menguat. Sementara itu untuk sektor komoditas. Harga emas berpeluang mempertahankan tren kenaikannya akhir-akhir ini di tengah outlook pelemahan dolar AS dan turunnya yield Treasury AS serta kekhawatiran terhadap penyebaran virus korona dan ketegangan AS-Tiongkok. Sementara itu untuk harga minyak berpotensi mempertahankan kenaikannya dalam jangka pendek di tengah sentimen pelemahan dolar AS dan turunnya cadangan minyak mentah di Amerika Serikat. 

Potensi Pergerakan 

EMAS 

Harga emas berpotensi masih akan mempertahankan kenaikannya akhir-akhir ini setelah kemarin berakhir menguat $19.04 di level $2038.00 untuk menguji level resisten di $2045 – $2060. Namun, jika pasar melakukan aksi profit taking, atau dolar AS menguat, khususnya jika data klaim tunjangan pengangguran AS yang hasilnya optimis pukul 19:30 WIB, harga emas berpotensi untuk berbalik turun menguji support di $2030 – $2015. 

MINYAK 

Setelah berakhir naik $0.67 di level $42.20 kemarin, harga minyak berpotensi menjaga tren kenaikannya dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $42.70 – $43.50 karena sentimen pelemahan dolar AS dan turunnya cadangan minyak mentah di Amerika Serikat dalam dalam laporan API dan EIA kemarin. Namun, jika pasar cemaskan masifnya peningkatan penyebaran virus korona yang dapat menurunkan permintaan dan meningkatnya produksi minyak oleh OPEC+, maka harga berpotensi untuk turun mengincar support di $41.90 – $41.10. 

EURUSD 

EURUSD berpeluang menjaga tren kenaikannya dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.1910 – 1.1970 setelah kemarin berakhir menguat 65 pips di level 1.1864 seiring outlook pelemahan dolar AS. EURUSD berpeluang untuk bergerak turun, menguji support di 1.1830 – 1.1760 jika data factory orders Jerman yang dirilis pukul 13:00 WIB hasilnya pesimis. 

GBPUSD 

Setelah ditutup naik 49 pips di level 1.3114 kemarin, GBPUSD pada hari ini berpotensi dalam tekanan turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.3080 – 1.3020  jika Bank of England (BOE) dalam keputusan moneternya yang dijadwalkan pukul 13:00 WIB secara mengejutkan memangkas suku bunga atau meningkatkan pelonggaran kuantitatif. Namun jika tidak, maka GBPUSD berpeluang untuk naik menargetkan resisten di 1.3160 – 1.3220 di tengah sentimen pelemahan dolar AS. 

USDJPY 

Penurunan USDJPY berpeluang berlanjut dalam jangka pendek untuk mengincar support di 105.20 – 104.70 setelah kemarin berakhir melemah 12 pips di level 105.60 di tengah sentimen pelemahan dolar AS. Jika bergerak naik, level resisten berada di 106.00 – 106.50.

AUDUSD

Sentimen pelemahan dolar AS dan kenaikan harga komoditas berpotensi menopang lebih lanjut kinerja AUDUSD dalam jangka pendek untuk mengincar resisten di 0.7200 – 0.7250 setelah kemarin berakhir menguat 32 pips di level 0.7192. Jika bergerak turun, level support terlihat di 0.7160 – 0.7110.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.