Kamis, 04 Maret 2021

  • Mayoritas Harga SBN Naik, Imbal Hasil Obligasi Turun. Indeks return obligasi Indonesia didominasi penguatan. Hanya indeks return syariah yang ditutup melemah tipis. Pergerakan harga SUN seri fixed rate menguat pada sesi end of day dengan rata-rata naik sebesar +12,96bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara naik +1,23bps. Yield obligasi negara dominan bullish dengan rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30 tahun) turun –0,44bps. Penurunan yield dicatatkan tenor pendek dan menengah. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat. Total volume naik +10,81% menjadi Rp29,43tn dan total frekuensi naik +15,86% menjadi 1.980 transaksi. Pergerakan pasar obligasi Indonesia pada perdagangan tengah pekan sanggup menguat. Faktor penggerak diperkirakan berasal dari respon positif pasar terhadap proyeksi terbaru lembaga IMF terhadap GDP Indonesia yang tumbuh 4,8% tahun 2021 dan 6,00% di tahun 2022. Selain itu, rebound-nya kurs spot Rupiah paska pelemahan selama 11 hari beruntun diprediksi turut menopang penguatan pasar. Perdagangan Rabu, kurs spot Rupiah menguat 80poin ke level Rp14.245/US$. Today’s Outlook Pasar obligasi Indonesia berpotensi masih sanggup meneruskan penguatan pada perdagangan Kamis. Euforia positif pasar terhadap proyeksi terbaru IMF diperkirakan masih men-drive gerak pasar. Namun disisi lain, persepsi risiko pasar terkait pandemi Covid-19 diprediksi kembali meningkat akibat penemuan dua kasus varian virus baru Covid-19 di Indonesia.
  • Dana Moneter Internasional (IMF) menilai positif sinergi kebijakan di Indonesia dalam menghadapi pandemi, yang mencakup kebijakan pengendalian pandemi di sektor kesehatan, kebijakan stimulus fiskal, kebijakan moneter akomodatif, pelonggaran kebijakan makro dan mikroprudensial, serta kebijakan burden sharing Bank Indonesia dengan Pemerintah. Secara umum Dewan Direktur IMF memandang bauran kebijakan ditempuh secara kuat dan cepat oleh otoritas Indonesia sehingga dapat menopang pemulihan ekonomi. Bank Indonesia menyambut baik hasil asesmen IMF terhadap perekonomian Indonesia tersebut, yang disampaikan dalam laporan Article IV Consultation tahun 2020 yang baru saja dirilis hari ini (03/03). Apresiasi dan catatan positif diberikan terhadap sejumlah kebijakan di bidang makroekonomi. Pertama, komitmen otoritas untuk mengembalikan batas atas defisit fiskal sebesar 3% pada 2023 secara gradual. Kedua, penerapan kebijakan moneter akomodatif dengan tetap memperhatikan tingkat inflasi, melalui kebijakan suku bunga rendah dan pembelian SBN oleh BI dalam kondisi extraordinary saat ini. Ketiga, kelanjutan upaya reformasi struktural dengan penerapan omnibus law dan pengembangan infrastruktur untuk mendukung pemulihan ekonomi. IMF menilai Indonesia telah menangani pandemi dengan respons sinergi kebijakan yang bold, komprehensif, dan terkoordinasi. Selain itu, ketahanan ekonomi Indonesia yang terjaga dinilai sebagai cerminan kebijakan makroekonomi yang baik sejak sebelum pandemi. Dalam laporannya, IMF memproyeksikan berlanjutnya perbaikan ekonomi Indonesia pada 2021, seiring dengan mulai dilaksanakannya program vaksinasi COVID-19 dan strategi kebijakan yang terkoordinasi. IMF mencermati faktor risiko yang perlu menjadi perhatian mengingat kondisi saat ini masih diliputi dengan ketidakpastian, yaitu risiko terkait kondisi pandemi COVID-19 yang dapat berlangsung lebih lama, potensi kerentanan di sektor perbankan dan korporasi non keuangan terkait kualitas aset ketika dilakukan normalisasi dukungan kebijakan, dan pengetatan kondisi keuangan global. Selain itu, terdapat risiko perubahan iklim yang dapat kembali mengganggu perekonomian dan menambah beban fiskal. Bank Indonesia, Pemerintah dan otoritas terkait akan terus memperkuat sinergi kebijakan dan mendukung berbagai kebijakan lanjutan untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional. Hal itu dilakukan melalui pembukaan sektor-sektor ekonomi produktif dan aman, akselerasi stimulus fiskal, penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran, melanjutkan stimulus moneter dan makroprudensial, serta mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional.

ECONOMIC GLOBAL

  • UST 10-yr yield naik ke level 1.48% jelang pemaparan yang akan diberikan ketua The Fed, Jerome Powell, yang akan berlangsung pada hari Kamis pukul 12.05 EST. Investor tengah mencermati apakah bank sentral siap untuk mengakui risiko kenaikan suku bunga yang lebih cepat. Adapun kenaikan yield juga didukung oleh janji Presiden Biden untuk menyediakan vaksin dalam jumlah yang cukup untuk orang dewasa pada akhir Mei, dua bulan lebih cepat dari perkiraan. Sementara itu, ADP melaporkan private payrolls data yang lebih rendah dari ekspektasi sebesar 117,000 (est. 225,000). Ÿ Bursa saham AS melemah DJIA -0.39%, S&P 500 -1.31%, dan Nasdaq -2.70%. Bursa saham Eropa menguat DAX +0.29%, FTSE +0.93%, dan CAC +0.35%. Bursa saham Asia menguat Nikkei +0.51%, HSI +2.70% dan Kospi +1.29% di tengah perlambatan pertumbuhan sektor jasa di China dengan Caixin/Markit services Purchasing Managers’ Index Februari tercatat ekspansi 51.5 (prev. 52).

Peluang Pergerakan

EMAS

Menguatnya dollar AS dan kenaikan tingkat imbal balik obligasi AS di akhir hari Rabu, yang mengabaikan laporan ekonomi AS yang pesimis telah menekan harga emas hingga berakhir melemah $27.36 ke level $ $1710.64. Harga emas berpeluang masih akan lanjutkan tren dijual pagi ini (4/3), menguji support di $1700 di tengah outlook menguatnya dollar AS dan tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS. Namun, jika bergerak naik hingga di atas $1717, berpeluang dibeli menargetkan resisten di $1720. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1700 – $1720.

MINYAK

Harga minyak ditutup menguat $1.59 di level $61.05 pada hari Rabu, karena pasar yang merespon turunnya cadangan bensin di AS serta ekspektasi bahwa OPEC+ mungkin tidak menaikan produksi minyak mentah dalam pertemuan mereka pekan ini. Harga minyak berpotensi untuk dijual pagi ini (4/3), menguji suport di $60.40 jika sentimen penguatan dollar AS mendominasi pasar. Namun, jika harga terus bergerak naik hingga menembus ke atas level $61.20, berpeluang dibeli menargetkan resisten di $61.40. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $60.40 – $61.40.

EURUSD

Abaikan data indeks jasa Jerman dan zona Euro yang optimis serta data PPI zona euro yang lebih baik dari perkiraan, EURUSD tetap berakhir turun di hari Rabu ditutup melemah 28 pip di level 1.2061. EURUSD berpeluang dijual lebih lanjut pagi ini (4/3), menguji support di 1.2000 di tengah sentimen menguatnya dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.2080, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 1.2100. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2000 – 1.2100.

GBPUSD

Terbebani sentimen pesimisnya data indeks jasa Inggris dan menguatnya dollar AS telah memicu penurunan GBPUSD di hari Rabu, berakhir turun 8 pip di level 1.3946. GBPUSD berpotensi dijual lebih lanjut pagi ini (4/3), menguji support di 1.3880 di tengah sentimen menguatnya dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.3965, berpeluang dibeli membidik resisten di 1.3980. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3880 – 1.3980.

USDJPY

Sentimen menguatnya dollar AS dan kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS telah menopang USDJPY naik 33 pip ke level 107.01 di akhir perdagangan hari Rabu. USDJPY berpeluang dibeli lebih lanjut pagi ini (4/3), menguji resisten di 107.50 di tengah sentimen menguatnya dollar AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 106.75, berpeluang dijual menargetkan support di 106.60. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 106.60 – 107.50.

AUDUSD

Abaikan data GDP Australia yang optimis, AUDUSD tetap berakhir turun 45 pip di level 0.7773 di hari Rabu karena tertekan oleh sentimen menguatnya dollar AS. Aksi jual AUDUSD berpeluang berlanjut pagi ini (4/3), menguji support di 0.7700 jika pasar mempertimbangkan pesimisnya data penjualan retail Australia. Namun, jika pasar mempertimbangkan optimisnya data neraca perdagangan Australia, maka berpeluang memicu aksi beli AUDUSD menargetkan resisten di 0.7800. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7700 – 0.7800.

NIKKEI

Indeks Nikkei ditutup turun 125 poin di level 29390 pada hari Rabu di tengah laporan bahwa pemerintah Jepang akan memperpanjang keadaan darurat di Tokyo dan perfektur sekitar karena kasus Covid-19. Indeks Nikkei berpeluang dijual lebih lanjut pagi ini (4/3), menguji support di 29050 di tengah sentimen kekhawatiran kasus Covid-19 di Jepang. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 29320, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 29350. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 29050 – 29350.

HANGSENG

Indeks Hang Seng berakhir naik 335 poin di level 29411 pada hari Rabu di tengah optimisme pasar terhadap pertumbuhan ekonomi domestik Tiongkok serta laporan indeks jasa Tiongkok versi Markit yang masih di area ekspansi. Indeks Hang Seng berpotensi bergerak turun pagi ini (4/3), menguji support di 29200 di tengah sentimen kejatuhan Wall Street semalam. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 29550, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 29600. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 29200 – 29600.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.