Kamis, 04 Juni 2020

1

  • Penguatan Berlanjut, ICBI Catat Positive Return +3,39% Sejak Awal Tahun. Seluruh indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk kompak menguat pada perdagangan Rabu. Seluruh seri SBN fixed rate mencatatkan penguatan harga dengan rata-rata perubahan naik sebesar +122,26bps. Yield SBN berpola bullish dengan rata-rata seluruh tenor (1-30tahun) sebesar –19,25bps. Penurunan yield terbesar dicatatkan kelompok tenor menengah. Total volume perdagangan di pasar sekunder meningkat menjadi Rp19,06tn (+19,81%). Begitu pula total frekuensi yang naik menjadi 1.855 transaksi (+71,28%). Senada dengan sesi siangnya, optimisme pelaku pasar yang berdampak pada maraknya aksi beli terhadap seri-seri SBN berlanjut hingga sesi penutupan Rabu. Pasar masih diwarnai beragam katalis positif seperti berlanjutnya penguatan kurs spot Rupiah sebesar 320poin ke level Rp14.095/US$ dan ekspektasi pemulihan ekonomi global maupun Indonesia yang disertai dengan akan dirilisnya beberapa kebijakan lanjutan dari pemerintah. Kinerja pasar obligasi Indonesia diproyeksikan berlanjut menguat pada perdagangan Kamis. Beragam sentimen positif baik dari internal maupun eksternal diperkirakan masih sanggup menopang penguatan pasar SBN. Namun demikian, pergerakan pasar diprediksi juga akan dibayangi oleh beberapa risiko seperti aksi profit taking, konflik geopolitik, hingga risiko penyebaran Covid-19 gelombang kedua di sejumlah negara.
  • Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada April 2020. Posisi M2 April 2020 tercatat Rp6.238,3 triliun atau tumbuh 8,6% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,1% (yoy). Perlambatan pertumbuhan M2 tersebut disebabkan oleh perlambatan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham. M1 tumbuh melambat dari 15,4% (yoy) pada Maret 2020 menjadi 8,4% (yoy) pada April 2020 disebabkan oleh perlambatan giro rupiah. Selain itu, uang kuasi pada April 2020 tumbuh melambat, dari 10,8% (yoy) pada Maret 2020 menjadi 8,5% (yoy). Perlambatan juga terjadi pada surat berharga selain saham, dari 44,6% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 20,6% (yoy) pada April 2020. Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 pada April 2020 disebabkan oleh kontraksi operasi keuangan pemerintah dan perlambatan penyaluran kredit. Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat melambat, dari 14,5% (yoy) pada Maret 2020 menjadi 1,7% (yoy). Penyaluran kredit juga mengalami perlambatan pada April 2020, dari 7,2% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 4,9% (yoy). Sementara itu, aktiva luar negeri bersih pada April 2020 tumbuh sebesar 15,8% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2020 sebesar 13,9% (yoy), sehingga menahan perlambatan uang beredar.

EKONOMI GLOBAL

2

  • Fokus utama pasar pada hari tampaknya akan tertuju ke mata uang euro yang berpotensi bergerak dalam volatiliatas tinggi dalam merespon keputusan monter terbaru dari European Central Bank (ECB) di pukul 18:45 WIB dan akan lanjutkan dengan konfrensi pers mereka 45 menit kemudian di pukul 19:30 WIB. Jika mereka meningkatkan jumlah stimulus dari usulan saat ini yang sebesar 750 miliar euro, maka mata uang euro berpotensi menguat. Namun, jika  mereka tidak menambahkan stimulus, maka tidak menutup kemungkinan mata uang euro akan berbalik melemah. Sementara itu untuk dari komoditas, harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek karena sentimen optimisme pemulihan ekonomi global dengan pasar akan mencari katalis lainnya dari perilisan data Unempeloyment Claims AS dan Trade Balance AS pukul 19:30 WIB. Dan untuk harga minyak berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek di tengah isu tidak adanya dukungan dari negara teluk yang tergabung di OPEC+ untuk adanya pengurangan produksi secara sukarela di luar bulan Juni, pasar akan menantikan hasil pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan hari Kamis.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen optimisme akan pemulihan ekonomi global untuk menguji level support di $1690 – $1680. Namun, jika dolar AS melemah pada perilisan data ekonomi AS yang pesimis, tidak menutup kemungkinan harga emas akan rebound untuk menguji level resisten di $1710 – $1720.

Minyak

Harga minyak berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di $36.20 – $35.50 di tengah kegugupan pasar menjelang pertemuan online OPEC+ dimana ada laporan produsen dari negara teluk tidak mau melakukan pengurangan produksi secara sukarela di uar bulan Juni. Namun, jika dalam pertemuan kali ini semua anggota OPEC+ sepakat untuk perpanjangan waktu pengurangan produksi yang terbesar dalam sejarah, maka harga minyak berpotensi bergerak naik lebih lanjut untuk menguji level resisten di $37.50 – $39.00 di tengah sentimen positif lainnya turunnya cadangan minyak AS dan optimis pulihnya ekonomi global.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.1280 – 1.1360 di tengah ekspektasi bahwa ECB akan meningkatkan stimulus moneter dalam pertemuan mereka yang berlangsung hari ini. Namun, jika tidak sesuai ekspektasi pasar, EURUSD berpeluang bergerak turun untuk menguji level support di 1.1180 – 1.1100.

GBPUSD

GBPUSD  berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek jika pasar kembali cemaskan outlook no-deal Brexit seiring belum adanya terobosan terbaru dalam negosiasi diantara Inggris dan Uni Eropa untuk menguji level support di 1.2540 – 1.2460. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 1.2620 – 1.2700.

USDJPY

USDJPY berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek di tengah sentimen optimisme akan pulihnya ekonomi global untuk menguji level resisten di 109.40 – 110.00. Jika  bergerak turun, level support terlihat di 108.60 – 108.00.

AUDUSD

Perilisan data ekonomi Australia (Trade Balance dan Retail Sales) yang lebih baik dari estimasi berpeluang menopang kenaikan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 0.6980 – 0.7030. Namun, jika terbebani oleh penurunan harga komoditas, AUDUSD berpeluang bergerak turun untuk menguji level support di 0.6880 – 0.6830.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.