Kamis, 02 Juli 2020

  • Ditutup Di Level 284,3127, ICBI Turun –0,08%.Indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk ditutup melemah pada akhir end of day Rabu. Mayoritas harga seri SBN tipe fixed rate bergerak turun dan mencatat rata-rata perubahan sebesar –10,60bps. Kurva yield SBN berpola bearish. Rata-rata yield tenor 1-30tahun naik +1,76bps dengan kenaikan terbesar dicatatkan kelompok tenor pendek yakni +3,01bps. Total volume perdagangan di pasar sekunder naik sebesar +16,61% menjadi Rp19,83tn dan total frekuensi naik +5,50% menjadi 1.363 transaksi. Semakin tertekannya pasar di akhir end of day hari ini karena faktor dalam negeri. Level inflasi Juni yang turun menjadi 1,96%yoy mengindikasikan masih rendahnya daya beli masyarakat. Selain itu, Pemerintah juga telah memperlebar defisit APBN tahun 2020 menjadi 6,27%. Berbeda halnya dengan pasar obligasi, IHSG sesi kedua ini ditutup menguat +0,18% ke level 4.914,39. Koreksi harga obligasi diprediksi berlanjut pada perdagangan Kamis. Tekanan terutama berasal dari terus melonjaknya kasus baru harian Covid baik di global maupun Indonesia. Dampak dari masih tingginya kasus harian tersebut, beberapa kawasan di AS dan Inggris kembali melakukan pembatasan, dan masa PSBB Transisi di Jakarta kembali diperpanjang hingga 14 hari kedepan. Pasar berpotensi semakin tertekan jika data pengangguran di AS yang rencana dirilis esok hari waktu setempat mengalami peningkatan atau lebih buruk dari konsensus.
  • Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2020 tetap rendah. Inflasi IHK Juni 2020 tercatat 0,18% (mtm) atau tetap rendah, meskipun relatif lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,07% (mtm).  Perkembangan ini dipengaruhi oleh penurunan inflasi kelompok inti dan kelompok administered prices sedangkan inflasi kelompok volatile food mengalami kenaikan. Secara tahunan, inflasi IHK Juni 2020 tercatat sebesar 1,96% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,19% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia terus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengendalikan inflasi tetap rendah dan terkendali dalam sasarannya sebesar 3,0%±1% pada 2020. Menurut komponennya, inflasi IHK Juni 2020 yang rendah dipengaruhi inflasi inti yang melambat dari 0,06% (mtm) pada bulan sebelumnya menjadi 0,02% (mtm). Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh deflasi komoditas bawang bombay, gula pasir, dan emas perhiasan di tengah inflasi nasi dengan lauk yang meningkat. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,26% (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi Mei 2020 sebesar 2,65% (yoy). Inflasi inti yang kembali melambat tidak terlepas dari perlambatan permintaan domestik akibat pandemi COVID-19, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, harga komoditas global yang rendah, dan stabilitas nilai tukar yang terjaga. Kelompok administered prices kembali mencatat inflasi 0,22% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,67% (mtm). Inflasi kelompok administered prices terutama bersumber dari meningkatnya tarif aneka angkutan pascarelaksasi aturan pembatasan operasional angkutan umum pada awal bulan Juni 2020. Secara tahunan, inflasi kelompok administered prices terpantau meningkat dari 0,28% (yoy) pada bulan Mei 2020, menjadi 0,52% (yoy) pada periode Juni 2020. Kelompok volatile food mencatat inflasi 0,77% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi 0,50% (mtm). Perkembangan ini terutama bersumber dari meningkatnya inflasi komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, dan kelapa. Sementara itu, beberapa komoditas seperti aneka cabai, bawang putih, dan minyak goreng tercatat deflasi didukung oleh pasokan yang memadai ditopang hasil panen dan kelancaran distribusi di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah, serta harga komoditas global yang masih rendah. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food pada bulan Juni2020 tercatat 2,32% (yoy), lebih rendah dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,52% (yoy). 

EKONOMI GLOBAL

  • Para pembuat kebijakan Federal Reserve sedang berjuang melawan potensi resesi hebat dengan mempertahankan suku bunga rendah sampai kondisi tertentu terpenuhi, dalam upaya untuk memberikan pemulihan yang lebih cepat dari resesi yang dipicu oleh pandemi coronavirus. Selain itu DPR AS telah mengeluarkan undang-undang pada hari Rabu (1/7/2020) yang akan menghukum bank melakukan bisnis dengan pejabat Tiongkok yang menerapkan hukum keamanan nasional terhadap Hong Kong.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas ditutup melemah sebesar $29.85  pada hari Rabu, dan hari ini berpotensi melemah sebesar $15 menguji level support 1760 -1755 karena tertekan oleh sentimen pulihnya ekonomi dan penemuan vaksin Covid19. Level resisten harga emas berada pada kisaran 1775 – 1780.

MINYAK

Harga minyak ditutup menguat $1.53 pada perdagangan Rabu, dan hari ini harga minyak berpotensi bergerak melanjutkan kenaikan sebesar $1 menguji level resisten 40.60 – 40.80 karena didukung oleh outlook pulihnya permintaan di tengah pandemi dan menurunnya cadangan minyak AS. Level support harga minyak berada pada kisaran 39.50 – 38.55.

EURUSD

Didukung optimisnya data ekonomi Jerman dan zona Euro telah membuat EURUSD menguat 91 Pips pada hari Rabu, dan hari ini EURUSD berpotensi  menguat sebesar 40 Pips menguji level resisten 1.1280 – 1.1295. Level support EURUSD berada pada kisaran 1.1220 – 1.1205.

GBPUSD

GBPUSD berakhir menguat 131 Pips kemarin, dan hari ini GBPUSD berpotensi menguat 60 Pips menguji resisten 1.2530 – 1.2545 karena positifnya berita tentang hubungan dagang EU dan Inggris  dan data ekonomi Inggris yang berangsur pulih. Level support GBPUSD berada pada kisaran 1.2430 – 12390.

USDJPY

USDJPY berakhir turun 80 Pips pada hari Rabu, dan hari ini USDJPY berpotensi melanjutkan penurunan sebesar 50 Pips menguji support 107.15 – 106.95 karena berita terkait penemuan vaksi covid19 yang lemahkan dolar AS. Level resisten USDJPY berada pada level 107.65 – 107.85.

AUDUSD

AUDUSD berakhir menguat sebesar 67 Pips kemarin, dan hari ini AUDUSD berpotensi melanjutkan kenaikan sebesar 45 Pips menguji resisten  0.6940 – 0.6960 karena didukung oleh outlook pelemahan dolar AS. Level support AUDUSD berada pada kisaran 0.6885 – 0.6870.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.