Kamis, 01 Oktober 2020

  • Hari Perdagangan Terakhir Kuartal-III, Kinerja Pasar Obligasi Berlanjut Sideways. Indeks return obligasi konvensional maupun sukuk bergerak tipis dengan rentang perubahan –0,08% hingga +0,04%. Harga SUN seri Fixed Rate bergerak variatif dengan rata-rata perubahan pada seluruh seri turun sebesar –4,24bps. Kurva yield PHEI-IGSYC bergerak mixed dengan rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) naik –1,01bps. Transaksi obligasi di pasar sekunder meningkat. Total frekuensi tercatat sebanyak 1.140 transaksi (+7,14%) dan total volume sebesar Rp21,64tn (+29,46%). Menutup perdagangan hari terakhir Q3-2020, pasar obligasi mencatat penurunan kinerja namun masih dalam rentang yang terbatas. Tekanan diperkirakan berasal dari meningkatnya ketidakpastian pemulihan ekonomi di Q4-2020 seiring masih tingginya kasus Covid di Indonesia yang disertai pembatasan aktivitas ekonomi hingga saat ini. Namun demikian, stimulus terbaru dari pemerintah kepada 4 bank BUMN dalam rangka Program PEN diperkirakan sedikit meredam tekanan di pasar. Pada perdagangan Kamis esok gerak pasar masih akan diliputi oleh wait and see. Concern pasar akan tertuju pada data rutin awal bulan dari domestik seperti inflasi, indeks markit manufaktur dan keyakinan bisnis yang diproyeksikan mencatat penurunan kinerja. Sementara dari global, rilis data final GDP US dan dinamika politik AS jelang pilpres bulan November juga akan menyita perhatian pasar.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS kembali melemah semalam setelah kabar ditundanya pengesahan RUU stimulus bantuan ekonomi pemerintah AS karena gagalnya tercapai kesepakatan pada senat AS. Laporan ekonomi yang lebih baik tidak dapat membantu mempertahankan penguatan dolar sebelumnya yang terbentuk dari kekacauan debat pertama calon presiden pagi kemarin.

Peluang Pergerakan

Emas
Positifnya data -data AS seperti ADP Non-Farm Employment Change, Final GDP dan Pending Home Sales , serta meningkatnya minat pada aset berisiko telah menekan turun harga emas. Melemah sebesar $12.01 di level $1885.62. Harga emas berpotensi naik menguji resisten $1893 jika pelemahan dolar AS berlanjut dan harga bertahan di atas level $1884. Peluang rentang harga di sesi Asia: $1880 – $1893.

Minyak
Ditopang oleh data cadangan minyak AS yang lebih rendah dari perkiraan telah membuat harga minyak berakhir menguat sebesar $0.75 di level $39.86. Di tengah kekhawatiran penundaan RUU stimulus ekonomi AS dan laporan cadangan minyak mentah yang menyusut semalam, harga minyak berpotensi naik menguji resisten $40.35. Peluang rentang harga di sesi Asia: $39.60 – $40.35.

EURUSD
Terbebani oleh  outlook rapuhnya  ekonomi kawasan euro serta kabar penundaan pada RUU stimulus ekonomi AS telah menekan EURUSD pada hari Rabu. Turun sebesar 22 pips di level 1.1722. EURUSD berpotensi naik menguji resisten 1.1755 selama harga bertahan di atas 1.1700 dan pelemahan dolar AS berlanjut. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.1685 – 1.1755.

GBPUSD
Berbalik melemahnya dolar AS setelah kabar penundaan kesepakatan RUU stimulus ekonomi AS dan  telah membantu GBPUSD menguat pada hari Rabu sebesar 65 pips di level 1,2924. GBPUSD berpotensi naik menguji resisten 1.2970 jika dolar AS masih tertekan melemah dan harga bertahan di atas 1.2900. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.2870 – 1.2970.

USDJPY
USDJPY berakhir turun sebesar 21 pips di level 105.44 karena berbalik melemahnya dolar AS setelah kabar penundaan kesepakatan RUU stimulus ekonomi pemerintah AS. Laporan indeks manufaktur Tank Kan yang buruk berpotensi mengangkat USDJPY naik menguji resisten 105.80 dan jika harga menembus ke atas 105.65. Peluang rentang harga di sesi Asia: 105.25 – 105.80.

AUDUSD
Di tengah melemahnya harga komoditas tembaga dan penundaan RUU stimulus ekonomi pemerintah AS yang menekan dolar AS melemah, membantu penguatan  AUDUSD sebesar 32 pips dan ditutup di level 0.7163. Selama bertahan di atas level 0,7145, AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.7200. Peluang rentang harga di sesi Asia: 0.7120 – 0.7200.

Indeks Nikkei

Sempat menguatnya dolar AS di awal sesi Rabu telah menekan indeks Nikkei melemah, berakhir turun sebesar 155 point di level 23275. Indeks Nikkei berpotensi turun menguji support 23100 jika harga bertahan di bawah 23400 dan laporan indeks manufaktur Tankan membebani pasar. Peluang rentang harga di sesi Asia: 231100 – 23515.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.