Jumat, 31 Januari 2020

  • Yield Curve PHEI Bullish, Pasar Obligasi Berlanjut Menguat. Pada perdagangan Kamis, seluruh indeks return obligasi Indonesia mencatat penguatan. Mayoritas harga SUN seri FR dan ORI naik dengan rata-rata sebesar +10,94bps. Yield obligasi negara dan obligasi korporasi kompak turun dengan penurunan terbesar terjadi pada tenor pendek. Aktivitas perdagangan kemarin meningkat dari sisi total volume yakni menjadi Rp26,50tn (+18,10%) sementara total frekuensi turun menjadi 1.100 transaksi (-10,50%). Berlanjutnya penguatan di pasar diperkirakan didorong oleh kebijakan The Fed yang sesuai konsensus pasar serta ditopang oleh lancarnya proses Brexit pada voting terakhir di Parlemen sehingga semakin memberi kepastian di pasar. Dari domestik, kurs spot Rupiah terhadap USD melemah 23poin ke level Rp13.657/US$. Pada perdagangan akhir pekan ini, pasar obligasi berpotensi menguat dengan kecenderungan terbatas. Katalis positif diperkirakan berasal dari kepastian proses Brexit dimana pada 31 Januari ini Inggris secara resmi keluar dari Uni Eropa tanpa skema Hard Brexit. Namun pergerakan pasar juga masih dibayangi oleh kekhawatiran penyebaran virus Corona. Pada pembukaan pagi ini, kurs spot Rupiah menguat ke level Rp13.645/US$.
  • Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, meyakini bahwa saat ini adalah kesempatan yang baik untuk melakukan investasi di Indonesia. Hal ini didasari oleh kondisi Indonesia yang semakin baik, ketahanan Indonesia semakin kuat, stabilitas ekonomi nasional terjaga, dan momentum pertumbuhan berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi global. Indonesia mampu menjadi salah satu performer terbaik di Asia dalam mempertahankan stabilitas ekonomi selama tahun 2019. Demikian disampaikan dalam acara Visionary Talk yang merupakan bagian dari rangkaian acara Annual Investment Forum 2020 yang diadakan di Bali, pada hari ini (30/01). Pada kesempatan tersebut Gubernur Perry juga menyampaikan bahwa salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia adalah melalui bauran kebijakan. Di tengah pelemahan ekonomi global yang masih berlanjut, bauran kebijakan Bank Indonesia yang akomodatif akan dilanjutkan pada tahun 2020. Seluruh instrumen bauran kebijakan Bank Indonesia diarahkan untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi. Suku bunga kebijakan moneter diturunkan, likuiditas dikendurkan, dan stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan. Pelonggaran kebijakan makroprudensial juga kembali ditempuh. Bauran kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif ini ditujukan untuk meningkatkan intermediasi perbankan dan pembiayaan ekonomi lainnya dari sisi penawaran maupun permintaan. Kebijakan akomodatif juga terus ditempuh di bidang sistem pembayaran yang difokuskan pada penguatan instrumen dan infrastruktur publik berbasis digital, termasuk implementasi QR Code Indonesian Standard (QRIS). Kebijakan terkait pendalaman pasar keuangan, dan pengembangan ekonomi keuangan syariah juga terus dilakukan untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi. Annual Investment Forum 2020 merupakan acara yang diadakan secara rutin setiap tahun oleh Bank Indonesia. Acara ini juga dirangkaikan dengan acara seminar internasional yang menghadirkan pembicara yang berasal dari kalangan ekonom, pengelola investasi perbankan, pengelola aset global serta bank sentral dari berbagai negara. Salah satu topik bahasan adalah terkait Pandangan Global dalam Prespektif Ekonomi dan Politik. Acara ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari berbagai institusi, termasuk bank sentral dari berbagai negara, pejabat pemerintah, pengelola aset perbankan dan kalangan internal Bank Indonesia. Melalui forum ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama melalui pertukaran pengalaman dan ide-ide terkait pengelolaan cadangan devisa serta cara mengatasai tantangan pengelolaan cadangan devisa saat ini.

EKONOMI GLOBAL

  • Permintaan terhadap aset berisiko berpeluang meningkat dalam jangka pendek dibalik pernyataan terbaru dari WHO yang meredakan kekhawatiran akan virus Korona dimana mereka memuji cara penanganan Tiongkok dalam menghadapi Wabah tersebut. Fokus pasar lainnya pada hari ini akan tertuju kepada perkembangan Brexit menjelang detik-detik keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Selama pasar tidak mendapatkan perkembangan positif, maka poundsterling berpeluang turun. Data ekonomi penting hari ini Manufacturing PMI China pukul 8:00 WIB, German Retail Sales pukul 14:00 WIB, Euro Zone CPI Flash Estimate pukul 17:00 WIB, Canada GDP pukul 20:00 WIB, US Core PCE Price Index dan Personal Spending pukul 20:30 WIB serta US Chicago PMI pukul 21:45 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah meredanya kekhawatiran akan virus Korona pasca pernyataan dari WHO untuk menguji level support di $1570 – $1564. Namun, harga emas berpeluang untuk bergerak naik kembali jika pasar dapatkan kabar meningkatnya jumlah korban virus Korona serta antisipasi menjelang Brexit untuk menguji level resisten di $1580 – $1586. Data penting hari ini akan tertuju ke US Core PCE Price Index dan Personal Spending pukul 20:30 WIB serta US Chicago PMI pukul 21:45 WIB.

MINYAK
Harga minyak berpeluang naik dalam jangka pendek di tengah sentimen melemahnya dolar AS, serta meredanya kekhawatiran akan virus Korona untuk menguji level resisten di $53.30 – $54.00. Namun, harga minyak berpotensi bergerak turun jika pasar cemaskan penenatangan Rusia terhadap usulan Arab Saudi untuk memajukan pertemuan OPEC+ menjadi bulan Februari untuk menguji level support di $52.50 – 51.80. Fokus data hari ini ke laporan aktivitas rig AS pukul 01:00 WIB/Sabtu.

EURUSD

EURUSD berpeluang naik dalam jangka pendek di tengah sentimen risk appetite dan melemahnya dolar AS untuk menguji level resisten di 1.1060 – 1.1100. EURUSD berpeluang bergerak turun untuk menguji level suppot di 1.1000 – 1.0960 jika data German Retail Sales pukul 14:00 WIB dan Euro Zone CPI Flash Estimate pukul 17:00 WIB hasilnya dirilis lebih buruk dari estimasi.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.3050 – 1.3000 pada outlook profit taking pasca kenaikan semalam di tengah sentimen ketidakpastian Brexit. Namun, jika pasar dapatkan perkembangan positif Brexit, GBPUSD berpeluang naik untuk menguji level resisten di 1.3130 – 1.3180.

USDJPY

USDPY berpeluang naik dalam jangka pendek karena sentimen minat aset berisiko serta pesimisnya data penjualan retail Jepang tadi pagi untuk menguji level resisten di 109.20 – 109.70. USDJPY berpotensi bergerak turun, menguji support di 108.60 – 108.10 jika pasar mendapatkan kabar pesimis terkait virus Korona dan Brexit.

AUDUSD

Perilisan data indeks manufaktur Tiongkok yang lebih rendah dari estimasi berpeluang memicu penurunan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.6680 – 0.6640. Namun, AUDUSD berpeluang bergerak rebound menguji resisten di 0.6740 – 0.6780 jika dolar AS melemah serta naiknya harga komoditas.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat, 31 Januari 2020 pukul 10.12 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.