Jumat, 30 April 2021

  • Pasar Obligasi Indonesia Menguat Terbatas. Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk kompak ditutup menguat dalam rentang terbatas. Mayoritas harga SUN seri fixed rate menguat dengan ratarata perubahan pada seluruh seri naik +9,20bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara naik +4,19bps. Yield obligasi negara dominan bullish dengan rata-rata perubahan yield seluruh tenor sebesar –0,55bps. Penurunan yield terjadi tenor menengah dan panjang. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder turun –33,28% menjadi Rp13,29tn. Sedangkan total frekuensi turun –25,74% menjadi 1.636 transaksi. Pasar obligasi Indonesia berlanjut dalam tren sideways. Seiring belum adanya sentimen lanjutan di pasar, gerak pasar diperkirakan lebih didorong oleh aksi trading pelaku pasar. Hasil FOMC Meeting yang sudah diduga pasar juga tidak terlalu mempengaruhi pergerakan pasar SBN. Pelaku pasar diprediksi masih akan melakukan wait and see jelang rilis data awal GDP Amerika dan Uni Eropa pada akhir pekan serta GDP Indonesia yang akan dirilis pada pekan depan. Perdagangan Kamis, kurs spot Rupiah ditutup menguat ke level Rp14.450/US$. Today’s Outlook Pola sideways diperkirakan masih mewarnai gerak pasar obligasi Indonesia pada perdagangan akhir pekan. Pelaku pasar akan merespon bagaimana data awal GDP Amerika Q1-2021. Selain itu masih tingginya risiko perlambatan pemulihan ekonomi global akibat belum meredanya penyebaran Covid-19 diprediksi turut menahan minat pasar untuk lebih aktif bertransaksi.
  • Investor masih mengamati dampak ekonomi yang timbul dari kebijakan pemerintah yaitu larangan mudik lebaran tanggal 06 s.d 17 Mei 2021. Kebijakan tersebut guna mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 di Indonesia akibat libur panjang lebaran. Sementara itu, investor juga tengah mengamati nomenklatur baru dalam pemerintahan yaitu Kementerian Investasi pasca pelantikan Menteri Investasi. Adanya kementerian tersebut diharapkan dapat semakin membuat iklim investasi di Indonesia semakin menarik diantaranya dengan adanya penyederhanaan perizinan yang masih rumit, adanya sinergi investasi dari dalam dan luar negeri, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan adanya pemerataan ekonomi melalui investasi untuk seluruh level usaha.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Pada perdagangan Kamis (29/04) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6,012, naik 38.48 poin atau 0.64% dibanding hari sebelumnya. Total transaksi sebesar Rp. 9.81 triliun dengan investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp. 20.13 miliar. Terdapat 312 saham menguat, 181 saham terkoreksi, dan 145 lainnya stagnan. Sektor konstruksi mengalami penguatan paling signifikan yaitu sebesar 0.72%.

BONDS

  • Harga obligasi pemerintah berdenominasi Rupiah diperdagangkan menguat pada hari Kamis (29/04). Harga SUN seri acuan menguat pada kisaran 2 – 4 bps dengan yield SUN bertenor 10 tahun (FR0087) turun 2 bps ke level 6.46%. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp 12.3 triliun, menurun dari volume transaksi Rabu (28/04) sebesar Rp 17.9 triliun dan lebih rendah dari rata-rata transaksi harian secara year to date yang sebesar Rp 20.8 triliun. Keputusan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneternya pada FOMC Meetings hari Kamis (29/04) memberikan optimisme investor untuk berinvestasi di emerging market dan membuat yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) tertahan di bawah 1.62% untuk tenor 10 tahun.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Kamis (29/04), Rupiah dibuka di level 14,400/14,470 dengan kejadian pertama di 14,460 dan kurs acuan JISDOR di level 14,468 (prior : 14,510). Rupiah diperdagangkan pada range 14,450 -14,475. Rupiah diperdagangkan menguat didorong sentimen positif global. Pada FOMC Meetings hari Kamis (29/04) The Fed memutuskan untuk mempertahankan arah kebijakan moneternya. Sedangkan dari dalam negeri, investor masih menanti kebijakan baru dari Kementerian Investasi yang memiliki fungsi utama untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia semakin baik.
  • Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada penutupan perdagangan hari Kamis (29/04) merespon baiknya rilis data kinerja dua raksasa teknologi AS yaitu Apple dan Facebook. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0.43% menjadi 33,966, indeks S&P 500 melemah 0.71% ke level 4,212 dan indeks Nasdaq menguat 0.71% ke level 14,150. Sementara itu, pada FOMC Meetings hari Kamis (29/04) The Fed menyatakan bahwa Fed rate masih akan dipertahankan di level 0 – 0.25% setidaknya sampai dengan tahun 2023 meskipun ekonomi AS membaik lebih cepat dari ekspektasi. Selain itu, Powell juga menyatakan bahwa The Fed masih mempertahankan program Quantitave Easing dalam bentuk pembelian obligasi sebesar USD 120 Miliar per bulan.
  • Dolar AS nampak stabil di pagi hari Jumat (30/4), setelah semalam sempat menguat didukung naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, di tengah serangkaian data ekonomi AS yang lebih buruk dari ekspektasi. Di awal pagi ini, serangkaian data ekonomi Jepang dirilis lebih baik dari ekspektasi, dengan yen Jepang masih menantikan data Consumer Confidence jam 12:00 WIB. Sedangkan dolar Australia berpeluang mendapat pengegrak dari data indeks manufaktur Tiongkok pada jam 08:00 WIB (dari pemerintah), dan jam 08:45 WIB (dari lembaga survei Caixin), serta laporan PPI AUstralia jam 08:30 WIB.

Peluang Pergerakan

Emas

Harga emas berakhir melemah sebesar $9.72 di level $1771.79 karena tertekan oleh tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS dan investor yang optimis terhadap pertumbuhan ekonomi global. Di sesi Asia (30/4), harga emas berpotensi dijual menguji support $1766 selama harga bertahan di bawah level $1775. Jika naik ke atas level tersebut, harga emas berpeluang dibeli menguji resisten $1782. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1766 – $1782.

Minyak Mentah

Harga minyak berakhir menguat sebesar $1.22 di level $64.85 karena tertopang oleh sentimen tingginya permintaan minyak mentah di tengah outlook positif pemulihan ekonomi global. Di sesi Asia (30/4), harga minyak berpotensi dibeli menguji resisten $65.50 selama harga bertahan di atas level $64.30. jika turun ke bawah level tersebut, harga minyak berpotensi dijual menguji support $63.90. Potensi rentang harga di sesi Asia: $63.90 – $65.50.

EURUSD

Dolar AS yang kembali menguat didukung oleh naiknya tingkat imbal hasil obligasi AS telah memicu penurunan EURUSD pada hari Kamis sebesar 5 pip di level 1.2119. Di sesi Asia (30/4), EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.2100 selama harga bertahan di bawah level 1.2135. Jika naik ke atas level tersebut, EURUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.2150. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.2100 – 1.2150.

GBPUSD

GBPUSD bergerak lebih rendah pada hari Kamis sebesar 3 pip di level 1.3938 karena aksi beli dolar AS seiring meningkatnya tingkat imbal hasil obligasi AS. Di sesi Asia (30/4), GBPUSD berpotensi dijual menguji support 1.3930 selama harga bertahan di bawah level 1.3965. Jika naik ke atas level tersebut, GBPUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.3980. Laporan Nationwide HPI Inggris jam 13:00 WIB berpeluang menggerakkan GBPUSD. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3930 – 1.3980.

USDJPY

Dolar AS yang menguat dan investor yang optimis terhadap pemulihan ekonomi global telah memicu kenaikan USDJPY pada hari Kamis sebesar 31 pip di level 108.90. Di sesi Asia (30/4), USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 109.25 bila laporan Consumer Confidence Jepang jam 12:00 dirilis di bawah ekspektasi. Jika turun ke bawah level 108.75, USDJPY berpotensi dijual menguji support 107.55. Potensi rentang harga di sesi Asia: 108.55 – 109.25.

AUDUSD

AUDUSD diperdagangkan lebih rendah pada hari Kamis, hingga ditutup melemah sebesar 28 di level 0.7764 karena aksi beli dolar AS yang didukung oleh tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS. Di sesi Asia (30/4), AUDUSD berpotensi dijual menguji support 0.7750 bila laporan PPI Australia jam 08:30 dirilis di bawah ekspektasi. Sebaliknya, jika laporan Manufacturing PMI Tiongkok jam 08:00 WIB dan Caixin manufacturing PMI Tiongkok jam 08:45 dirilis lebih baik dari ekspektasi, AUDUSD berpeluang dibeli menguji resisten 0.7805. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7750 – 0.7805.

Nikkei

Ditopang optimisme pemulihan ekonomi global dan kebijakan The Fed yang menjaga tingkat suku bunga rendah, indeks Nikkei berakhir naik sebesar 95 poin di level29045 pada akhir perdagangan hari Kamis. Di sesi Asia (30/4), Indeks nikkei berpotesi dijual menguji support 28750 bila laporan  Consumer Confidence Jepang jam 12:00 dirilis di bawah ekspektasi. Jika naik ke atas level 29100, indeks Nikkei bherpotensi dibeli menguji resisten 29200. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28750 – 29200.

Hang Seng

Indeks Hang Seng bergerak naik pada hari Kamis sebesar 62 poin di level 29030 karena didukung sikap dovish The Fed dan optimisme pemulihan ekonomi global. Di sesi Asia (30/4), indeks Hang Seng berpotensi dijual menguji support 28840, selama harga bertahan di bawah level 29170. Jika data  Manufacturing PMI Tiongkok jam 08:00 WIB dan Caixin manufacturing PMI Tiongkok jam 08:45 dirilis lebih baik dari ekspektasi,indeks Hang Seng berpotensi dibeli menguji resisten 29250. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28840 – 29250.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.