Jumat, 29 Mei 2020

EKONOMI DOMESTIK

  • Sesi Penutupan Perdagangan Kamis, Pasar Obligasi Domestik Bearish. Seluruh indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk berbalik melemah pada perdagangan Kamis Dari 43 seri SUN fixed rate yang beredar di pasar, 42 seri mencatat penurunan harga dengan rata-rata perubahan sebesar –47,78bps. Yield SBN bergerak naik dengan rata-rata seluruh tenor (1-30tahun) sebesar +1,02bps. Kenaikan yield terbesar dicatatkan kelompok tenor panjang. Total volume perdagangan di pasar sekunder menurun menjadi Rp10,41tn (-40,38%). Begitu pula total frekuensi yang turun menjadi 1.152 transaksi (-19,61%).  Turunnya aktivitas perdagangan hari ini diprediksi karena wait and see pasar terhadap beberapa sentimen dari global seperti kelanjutan konflik AS-China dan data prelim GDP US Ditengah dominannya sentimen positif seperti harapan pasar akan kondisi “new normal”, kinerja pasar obligasi Indonesia bergerak negatif hingga sesi penutupan yang diperkirakan karena aksi profit taking setelah pasar obligasi mencatatkan penguatan selama 10 hari beruntun. Pada hari perdagangan terakhir bulan Mei ini, pasar obligasi domestik diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Selain respon pasar atas rilis data prelim GDP US, pelaku pasar diperkirakan juga kembali dibayangi oleh konflik geopolitik dan risiko munculnya gelombang Covid-19 jilid II beberapa negara seiring penerapan kondisi “new normal”.

Mencermati perkembangan COVID-19 terkini, Bank Indonesia (BI) memperpanjang kebijakan penyesuaian jadwal kegiatan operasional dan layanan publik, dari yang sebelumnya berakhir 29 Mei 2020 menjadi 15 Juni 2020. Dengan demikian jadwal kegiatan operasional dimaksud terhitung setelah tanggal 29 Mei hingga 15 Juni 2020 tetap mengacu kepada siaran pers BI No.22/24/DKom tanggal 24 Maret 2020. Perpanjangan kebijakan memerhatikan aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat, serta hasil koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan pelaku industri keuangan. Secara berkala, kebijakan ini akan dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan pandemi COVID-19 di tanah air.

EKONOMI GLOBAL

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.