Jumat, 28 Februari 2020

  • Persepsi Risiko Naik, Kinerja Pasar Obligasi Domestik Berlanjut Tertekan. Performa pasar obligasi Indonesia akhir sesi end of day kemarin masih tertahan melemah. Harga SUN seri FR dan ORI dominan melemah dengan rata-rata perubahan sebesar –41,72bps. Begitu pula yield obligasi negara dan korporasi yang tertekan naik dengan rata-rata pada tenor 1-30tahun naik +6,18bps. Pelemahan kinerja pasar diwarnai dengan kenaikan volume perdagangan menjadi Rp40,60tn (+17,57%). Begitu pula dengan total frekuensi perdagangan yang naik menjadi 1.496 transaksi (+7,47%). Tertekannya pasar obligasi diperkirakan karena terus meningkatnya persepsi risiko akibat beberapa sentimen seperti meluasnya penyebaran covid-19, konflik di India, serta rilis riset Fitch Solutions yang memproyeksi CAD melebar menjadi 2,5% PDB. Berdasarkan data DJPPR per 26 Feb, investor asing telah mencatatkan net sell sebesar Rp15,08tn dalam sepekan terakhir. Begitu pula dengan kurs spot Rupiah terhadap USD yang berlanjut terdepresiasi ke level Rp14.025/US$. Pada perdagangan akhir pekan, tren negatif diperkirakan masih membayangi pergerakan pasar obligasi Indonesia. Isu seputar virus Corona yang terus meluas ke 50 negara dan masih disasarnya safe haven asset seperti USD diprediksi menjadi sentimen negatif untuk pasar SBN. Pada pagi ini, kurs spot Rupiah dibuka melemah ke level Rp14.067/US$

EKONOMI GLOBAL

  • Harga emas bergerak stabil dua hari berturut-turut karena aksi ambil untung mencegah logam mulia dari mendapatkan momentum yang membawanya ke tertinggi tujuh tahun di minggu ini, meskipun Wall Street terus mengalami kehancuran. Tiga indeks saham utama di Wall Street kehilangan sekitar 3 persen, jatuh selama enam hari berturut-turut. Goldman Sachs mengatakan perusahaan-perusahaan AS tidak mungkin menghasilkan pertumbuhan pendapatan pada tahun 2020 karena dampak dari coronavirus.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang naik menguji level resisten di 1655 – 1600 karena didukung oleh minat pelaku pasar yang meningkat di tengah penyebaran wabah korona. Namun jika bergerak turun harga emas berpeluang menguji level support 1635 – 1630.

MINYAK

Kekhawatiran akan melambatnya permintaan minyak mentah di tengah outlook perlambatan ekonomi global berpeluang menakan harga minyak menguji level 45.20 – 44.70. Harga minyak berpeluang naik menguji resisten 47.50 – 48.00 bila OPEC+ lakukan pemangkasan produksi.

EURUSD
EURUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1.1050 – 1.1080 karena didukung oleh outlook pemangkasan suku bunga The Fed. level support EURUSD berada pada kisaran 1.0940 – 1.0900.

GBPUSD

Potensi no deal Brexit tampaknya masih menjadi katalis bagi Inggris, GBPUSD berpeluang bergerak turun menguji level support di 1.2840 – 1.2800. Namun bila bergerak naik besar kemungkinan resisten yang akan di uji GBPUSD di kisaran 1.2930 – 1.2960.

USDJPY

Dipicu oleh meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset aman, USDJPY berpeluang bergerak turun menguji level support di kisaran 108.80 – 108.50. Resisten USDJPY berada pada kisaran 110.35 – 110.60.

AUDUSD
Potensi perlambatan ekonomi Tiongkok karena virus korona dan melemahnya harga komoditas tembaga berpeluang menekan AUDUSD menguji level support di kisan 0.6530 – 0.6500. Resisten AUDUSD berada pada kisaran 0.6600 – 0.6680.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat 28/02/2020 pukul 09.49 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.