Jumat, 28 Agustus 2020

  • End Of Day Kamis, Harga Obligasi Terkoreksi, Yield Bearish. Performa negatif berlanjut mewarnai seluruh indeks return obligasi Indonesia pada peredagangan Kamis.  Mayoritas harga seri-seri SUN Fixed Rate ditutup melemah dengan rata-rata pada seluruh seri turun –18,08bps. Kurva yield PHEI-IGSYC bergerak bearish. Yield seluruh tenor bergerak naik pada rentang +1,28bps hingga +8,38bps. Tekanan naik juga terjadi pada seluruh tenor yield obligasi korporasi. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder hari ini naik +2,45% menjadi Rp20,74tn. Sementara total frekuensi turun –11,45% menjadi 1.377 transaksi. Tertekannya berbagai indikator pasar obligasi Indonesia hari ini salah satunya dikarenakan konflik Laut China Selatan yang semakin memanas setelah China meluncurkan dua rudalnya sebagai bentuk peringatan untuk AS. Selain itu, pasar juga masih diwarnai wait and see isi pidato dari Jerome Powell. Meski demikian, Rupiah cenderung stabil yakni berada di level Rp14.660/US$ dari sebelumnya Rp14.678/US$. Pasar obligasi berpotensi menguat meski terbatas pada hari Jumat. Kabar positif terkait vaksin covid-19 Moderna yang diberitakan mampu menciptakan antibodi penawar diprediksi menjadi katalis positif bagi pasar. Meksi demikian, pasar juga masih akan terus mencermati perkembangan konflik di Laut China Selatan dan pidato Jerome Powell.
  • Bank sentral harus mampu beradaptasi dalam menghadapi tantangan perkembangan di era digital. Berdasarkan refleksi Bank Indonesia, terdapat lima langkah strategis yang dapat dilakukan bank sentral. Pertama, memperkuat kerangka bauran kebijakan yang tidak hanya fokus pada stabilitas harga namun juga terhadap stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran. Kedua, memperkuat sinergi bauran kebijakan nasional untuk mendukung reformasi struktural, baik dari sisi kebijakan moneter, kebijakan fiskal dan kebijakan lainnya. Ketiga, akselerasi pendalaman pasar keuangan, melalui penguatan infrastruktur pasar keuangan domestik yang saling terkoneksi. Keempat, penguatan digitalisasi sistem pembayaran sebagai tulang punggung dari kebijakan moneter, serta kelima, transformasi Bank Sentral tidak hanya terkait kebijakan, namun juga transformasi di bidang organisasi dan sumber daya manusia. Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo pada pembukaan Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-14 dan Call for Papers pada hari ini (27/8) yang dilakukan secara vitual. Konferensi internasional BMEB dan call for papers yang dilaksanakan pada 27-28 Agustus 2020 dengan tema “Maintaining Stability, Promoting Sustainable Growth Amidst Global Challenges”, relevan dengan kondisi di mana pengambil kebijakan menghadapi berbagai tantangan perekonomian global khususnya di tengah pandemic Covid-19. Konferensi internasional BMEB bukan hanya menjadi wadah refleksi atas kebijakan ekonomi dan teori ekonomi atas kondisi saat ini, namun juga refleksi bagi Bank Indonesia untuk beradaptasi di era digital. Penyelenggaraan konferensi internasional dan call for papers ini, selaras dengan aspirasi Bank Indonesia untuk memberi sumbangsih yang nyata pada perekonomian, melalui peningkatan kualitas riset akademis dan kebijakan, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang riset ekonomi. Kegiatan yang mempertemukan para peneliti di bidang ekonomi, moneter dan keuangan baik dari dalam maupun luar negeri akan mempresentasikan 54 karya tulis ilmiah terbaik dari 236 karya tulis yang ikut serta dalam kegiatan tahunan ini. Karya tulis terbaik tersebut berasal dari 10 negara yaitu Indonesia, Belgia, Italia, Bosnia dan Herzegovina, Malaysia, Pakistan, India, China, Australia dan Fiji. Penyelenggaraan konferensi internasional BMEB dan call for papers tahun ini merupakan hasil kerjasama Bank Indonesia dengan berbagai pihak terkait, yaitu Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Indonesia Bureau of Economic Research (IBER), The Asia-Pacific Applied Economics Association (APAEA), dan 5 (lima) Perguruan Tinggi di Indonesia (Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, dan Universitas Padjadjaran). BMEB sebagai jurnal ilmiah merupakan katalis yang menghubungkan berbagai pemikiran untuk memajukan ilmu pengetahuan dan memberdayakan perumusan kebijakan di era global. Bank Indonesia akan terus mendorong BMEB agar semakin berkontribusi nyata pada pembangunan ekonomi nasional, dengan menjadikannya sebagai jurnal internasional dan referensi ilmiah terkemuka di bidang teori dan kebijakan ekonomi, moneter dan keuangan untuk negara berkembang. Untuk menghubungkan berbagai pemikiran dalam memajukan ilmu pengetahuan dan memberdayakan perumusan kebijakan di era global, Bank Indonesia sejak tahun 2015 secara sistematis mendorong penguatan ekosistem riset akademis dan kebijakan di bidang ekonomi di tanah air. Salah satunya upaya dilakukan adalah melalui peningkatan kualitas publikasi riset dan infrastruktur pendukungnya, termasuk peningkatan kualitas penyelenggaraan konferensi internasional. Sejak Juli 2019, BMEB menjadi salah satu jurnal ekonomi Indonesia yang telah terindeks scopus[1], hal tersebut merupakan bukti nyata pencapaian target Bank Indonesia Institute dalam menyediakan publikasi riset yang berkualitas. 

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS berpeluang mempertahankan penguatan dalam jangka pendek pada hari Jumat, di tengah pasar yang mencerna pernyataan ketua Federal Reserve Jerome Powell semalam yang akan mengganti strategi bank sentral AS untuk menaikan target rata-rata inflasi dan jumlah lapangan kerja. Selanjutnya pada hari ini pasar akan menantikan perilisan sejumlah data ekonomi AS seperti Core PCE Price Index, Personal Spending dan Goods Trade Balance yang dirilis pukul 19:30 WIB, Chicago PMI pukul 20:45 WIB dan Revised UoM Consumer Sentiment pukul 21:00 WIB untuk menjadi petunjuk tentang tingkat kesehatan ekonomi AS.  Sementara itu untuk sektor komoditas. Harga emas berpotensi melemah di tengah sentimen menguatnya dolar AS dan kenaikan yield Treasury. Dan untuk harga minyak berpeluang bergerak turun seiring pasar yang melihat mulai melemahnya dampak badai Laura di Teluk Meksiko serta sentimen menguatnya dolar AS.  

Potensi Pergerakan 

EMAS 

Pasca kemarin berakhir turun $24.07 di level $1929.74, harga emas berpeluang untuk melanjutkan penurunannya dalam jangka pendek di tengah sentimen menguatnya dolar AS dan kenaikan yield Treasury setelah pasar mencerna pidato Fed Powell semalam untuk menguji level support di $1920 – $1910. Namun, jika dolar AS melemah pada perilisan sejumlah data ekonomi AS seperti Core PCE Price Index, Personal Spending dan Goods Trade Balance yang dirilis pukul 19:30 WIB, Chicago PMI pukul 20:45 WIB dan Revised UoM Consumer Sentiment pukul 21:00 WIB, maka harga emas berpeluang untuk bergerak naik untuk menguji resisten di $1934 – $1944.

Minyak

Harga minyak berpeluang memperdalam penurunannya, menguji support di $42.50 – $42.00 setelah kemarin berakhir turun $0.39 di level $43.02 di tengah laporan mulai melemahnya badai Laura serta mulai bergeraknya kapal tanker ke wilayah tersebut. Harga minyak berpeluang untuk menguat jika laporan aktivitas rig AS yang dilaporkan Baker Hughes pukul 24:00 WIB menunjukkan penurunan, untuk menguji level resisten di $43.40 – $43.90.

EURUSD 

EURUSD berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek setelah kemarin ditutup turun 9 pips di level 1.1822 untuk menguji level support di 1.1780 – 1.1730 di tengah sentimen menguatnya dolar AS. Namun, penurunan berpeluang terbatas dan dapat berbalik naik untuk menguji resisten di 1.1860 – 1.1910 jika data ekonomi dari dua negara dengan tingkat ekonomi terbesar di zona Euro yaitu dari Jerman seperti Gfk Consumer Climate dan Import Prices yang dirilis pukul 13:00 WIB dan dari Perancis yaitu Consumer Spending, Prelim CPI dan Prelim GDP pukul 13:45 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi. 

GBPUSD 

GBPUSD berpeluang melanjutkan penurunan kemarin dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.3160 – 1.3100 setelah kemarin berakhir melemah 11 pips di level 1.3200 di tengah sentimen menguatnya dolar AS dan kekhawatiran no-deal Brexit. GBPUSD berpeluang untuk berbalik naik, mengincar resisten di 1.3240 – 1.3300 jika pidato Gubernur Bank of England Andrew Bailey yang dijadwalkan pukul 20:05 WIB berikan pandangan yang hawkish.

USDJPY 

Pesimisnya data inflasi konsumen Tokyo dan menguatnya dolar AS berpeluang memperpanjang reli kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji resisten di 107.00 – 107.50 setelah kemarin berakhir naik 58 pips di level 106.57. Namun, jika bergerak turun, level support terlihat di 106.30 – 105.80.

AUDUSD

Setelah berakhir naik 27 pips di level 0.7260 yang dipicu optimisnya data ekonomi Australia, kini AUDUSD berpeluang untuk bergerak turun untuk menguji level support di 0.7230 – 0.7180 di tengah sentimen menguatnya dolar AS dan turunnya harga komoditas. Jika bergerak naik, level resisten berada di 0.7300 – 0.7350.

Nikkei

Indeks Nikkei berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 23500 – 23800 di tengah sentimen penguatan Wall Street semalam serta outlook melemahnya mata uang yen setelah kemarin ditutup turun 70 poin di level 23230. Jika bergerak turun, level support terlihat di 23000 – 22700. 

Hang Seng 

Indeks Hang Seng berpeluang untuk melanjutkan penurunannya dalam jangka pendek untuk menguji support di 24900 – 24600 di tengah kekhawatiran akan memburuknya hubungan antara AS-Tiongkok pasca Washington berikan sanksi terbaru kepada Beijing. Namun, jika bergerak naik, level resisten berada di 25400 – 25700.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat 28/09/2020 pukul 10.01 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.