Jumat, 27 September 2019

 

  • Ketiga indeks return ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat ke level 266,3926 (+0,07%). Sedangkan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) naik ke level 261,3244 (+0,07%) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) ke level 290,5962 (+0,08%). Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola bullish dengan rata-rata tenor 1-30 tahun turun sebesar –1,10bps. Penurunan yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) -2,74bps; menengah (5-7tahun) -1,21bps; dan panjang (>7tahun) -0,80bps. Dengan demikian, level INDOBeXG-Effective Yield turut bergerak positif yakni turun –0,0152poin ke level 7,1839. Hingga akhir sesi end of day, harga seluruh seri SUN benchmark bertahan menguat dengan rentang perubahan berada di antara +0,67bps (FR0079) hingga +19,54bps (FR0078). Harga SUN seri FR&ORI secara keseluruhan juga didominasi menguat. Rata-rata harga SUN seri FR naik +7,24bps; seri ORI naik +6,28bps; sementara kelompok SUN acuan naik +8,60bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin naik +0,06% ke level 113,6208. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin berlangsung cukup semarak dengan mencatat total volume sebesar Rp12,48tn (+29,65%) dan total frekuensi sebanyak 832 transaksi (-0,72%). Peningkatan volume yang dialami transaksi SUN tenor terjadi pada seluruh tenor dengan akumulasi peningkatan nilai Rp3,26tn. Seri FR0082 kembali menjadi seri SBN yang mencatat total volume terbesar yakni senilai Rp1,68tn. Sementara pada obligasi korporasi, total volume terbesar senilai Rp300miliar oleh seri SMLPPI01B. Tekanan yang melanda pasar obligasi domestik terpantau mereda pada perdagangan kemarin. Mayoritas harga SUN seri FR dan ORI berbalik menguat dan memicu imbal hasil SBN pada seluruh tenor bergerak turun. Performa positif pasar didorong oleh ekspektasi positif pasar akan tercapainya perdamaian dagang antara AS dan China. Meski sempat dibuat panik dengan kritik Trump pada kebijakan perdagangan China di depan Majelis Umum PBB, namun statement Trump sehari setelahnya yang menyatakan bahwa kesepakatan AS-China kemungkinan bisa berlangsung lebih cepat ternyata sanggup meredam kekhawatiran pasar. Selain itu, langkah konkrit yang dilakukan China guna mencapai kesepakatan damai seperti meningkatkan pembelian daging babi asal Amerika semakin meningkatkan ekspektasi positif di pasar. Meski demikian, Rupiah di pasar spot masih terpantau melemah –13,0poin ke level Rp14.165/US$. Pada perdagangan kemarin, IHSG juga ditutup menguat +1,37% di level 6.230,33. Pada perdagangan hari ini, kinerja positif pasar obligasi diprediksi berlanjut rally meski terbatas. Sentimen positif masih datang dari meredanya tensi perang dagang AS-China. Katalis positif diprediksi juga datang dari pidato Kuroda yang menyebutkan akan memandu kebijakan moneter secara tepat. Kuroda juga menyebutkan bahwa penting bagi Bank Sentral guna menjaga pelonggaran moneter yang kuat untuk menjaga momentum menuju pencapaian target inflasi 2,0%.

 EKONOMI GLOBAL

  • Dollar AS dan aset-aset berisiko berpeluang menguat dalam jangka pendek di tengah adanya kabar positif dari pejabat Tiongkok yang meredakan kekhawatiran akan tensi dagang antara AS dengan Tiongkok. Namun, waspadai untuk adanya sentimen risk aversion seiring masih berlangsungnya ketidakpastian politik di AS yang melibatkan Presiden Donald Trump. Hari in fokus para pelaku pasar akan tertuju pada pidato anggota MPC Michael Saunders pada pukul 14:00 WIB untuk mencari petunjuk langkah bank sentral Inggris di tengah ketidakpastian Brexit. Selain itu perilisan data pesanan barang tahan lama, jumlah belanja personal dan pidato anggota FOMC Randal Quarles yang dijadwalkan bersamaan pukul 19:30 WIB berpotensi akan memicu volatilitas pada dollar AS.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di $1500 – $1495 di tengah sentimen menguatnya dollar AS dibalik meredanya tensi dagang AS-Tiongkok. Namun, harga emas berpeluang untuk berbalik naik untuk menguji level resisten di $1510 – $1515 jika sejumlah data ekonomi dan pidato anggota FOMC dipandang hasilnya pesimis dan kembali munculnya kekhawatiran akan ketidakpastian politik di AS.

Minyak

Harga minyak berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek untuk mengincar resisten di $56.70 – $57.20 di tengah outlook membaiknya hubungan dagang AS-Tiongkok, konsumen minyak terbesar di dunia. Namun, jika pasar mempertimbangkan meredanya geopolitik di Timur Tengah dan pulihnya produk minyak Arab Saudi, berpotensi berikan tekanan turun pada harga minyak untuk menguji level support di $55.90 – $55.40.

EURUSD

Sentimen menguatnya dollar AS dan outlook perlambatan ekonomi zona Euro berpotensi masih akan menjadi beban untuk pergerakan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.0890 – 1.0840. Namun, EURUSD berpeluang untuk bergerak naik menguji level resisten di 1.0950 – 1.1000 jika data harga impor Jerman pada pukul 13:00 WIB dan inflasi Perancis pukul 13:45 WIB dirilis lebih tinggi dari estimasi.

GBPUSD

Tren pelemahan GBPUSD yang berlangsung akhir-akhir ini berpotensi berlanjut untuk menguji level support 1.2280 – 1.2230 di seiring semakin memburuknya outlook ketidakpastian Brexit pasca juru bicara Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan bahwa masih jauh dari harapan untuk tercapainya kesepakatan Brexit. Sementara itu jika bergerak naik, level resisten berada di 1.2370 – 1.2420.

USDJPY

Sentimen menguatnya dollar AS, pesimisnya data inflasi Tokyo, dan meredanya tensi dagang AS – Tiongkok berpotensi menopang kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 108.10 – 108.60. Namun, jika pasar kembali dapatkan kabar buruk dari ketidakpastian politik di AS, USDJPY berpotensi untuk bergerak turun menguji support di 107.50 – 107.00.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah kabari baik yang meredakan ketegangan dagang AS-Tiongkok untuk menguji level resisten di 0.6780 – 0.6830. Namun, jika sentimen penguatan dollar AS mendominasi pasar, AUDUSD berpotensi untuk bergerak turun menguji level support di 0.6720 – 0.6670.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat 27/09/2019 pukul 10.09 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.