Jumat, 27 November 2020

  • Harga Obligasi Rally, Pasar SBN Berlanjut Bullish. Seluruh indeks return obligasi Indonesia berlanjut ditutup menguat pada perdagangan Kamis. Harga SUN seri Fixed Rate didominasi kenaikan dengan rata -rata harga naik +15,38bps. Sementara itu rata-rata harga sukuk negara naik sebesar +6,43bps. Yield obligasi negara bergerak turun dengan rata-rata perubahan pada seluruh tenor sebesar –1,50bps. Penurunan terbesar dicatatkan kelompok tenor menengah. Total volume perdagangan di pasar sekunder meningkat tipis sebesar +0,75% menjadi Rp27,97tn. Sedangkan total frekuensi turun –13,01% menjadi 2.106 transaksi. Pasar obligasi domestik masih meneruskan tren positifnya. Pada perdagangan Kamis, faktor penggerak diperkirakan lebih berasal dari respon positif pasar terhadap pernyataan terbaru Presiden China yang akan kembali mempererat hubungan ekonomi dengan AS dibawah kepemimpinan Joe Biden mendatang. Dari domestik, berlanjutnya tren apresiasi kurs spot Rupiah ke level Rp14.100/US$ turut menambah penguatan pasar. Senada dengan pasar surat utang, kinerja IHSG juga naik +1,42% ke level 5.759,92. Penguatan pasar obligasi diperkirakan belum terhenti pada perdagangan Jumat. Tengah meredanya risiko pasar berkat serangkaian kabar positif diperkirakan masih menjadi faktor penggerak pasar. Selain itu, tren net buy asing ke pasar SBN yakni sebesar Rp7,61tn dalam sepekan turut menopang penguatan pasar. Namun, pasar juga dibayangi oleh kenaikan kasus aktif Covid-19 Indonesia yang mencetak rekor tertinggi.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Kamis (26/11) ditutup menguat sebesar 1.42% ke level 5,759. Tercatat 184 saham menguat, 171 saham melemah dan 168 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan closing hari sebelumnya.

BONDS

  • Harga obligasi dipasar surat utang Indonesia menguat terbatas pada perdagangan Kamis (26/11). Harga beberapa SBN seri acuan menguat pada kisaran 1-25 bps, dengan yield SBN bertenor 10 tahun (FR0082) turun 1bp ke level 6.16%. Penguatan tersebut juga diikuti oleh peningkatan aktivitas investor, dengan volume transaksi SBN secara outright tercatat mencapai Rp 26.5 Triliun, meningkat dari volume transaksi yang sebesar Rp 25.6 Triliun dihari sebelumnya, serta lebih tinggi dari rata – rata transaksi harian baik secara MtD maupun YtD yang masing –masing tercatat sebesar Rp 22.9 Triliun dan Rp 17.8 Triliun.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Kamis (26/11), Rupiah dibuka di level 14,100/14,145 dengan kurs acuan JISDOR di level 14,130. Rupiah di perdagangkan pada range 14,110–14,145. Harga obligasi dipasar surat utang Indonesia menguat terbatas pada perdagangan tanggal 26/11. Harga beberapa SBN seri acuan menguat pada kisaran 1-25 bps. Penguatan Rupiah dan SBN tersebut terjadi setelah rilis notula rapat moneter bank Sentral AS (TheFed) yang menunjukkan para pembuat kebijakan membahas langkah-langkah untuk menambah stimulus moneter dengan quantitative easing (QE). Di sisi lain aliran modal masuk dalam negeri karena sentimen pelaku pasar yang sedang riskon juga membuat Rupiah dan SBN menguat. Sedangkan dipasar saham terjadi net buy Rp 268M dipasar reguler dan total Rp 581M (termasuk pasar tunai dan nego) pada (26/11) investor asing juga mencatatkan net buy Rp 598M dipasar saham.
  • Departemen Perdagangan AS melaporkan PDB Q3 2020 sebesar 33.1% YoY. Hal ini mengkonfirmasikan laju ekspansi ekonomi AS pada kuartal ketiga (Q3) 2020. Pada Q2 2020 perekonomian AS berkontraksi atau minus 31.4%, terdalam sejak pemerintah mulai mencatatkan PDB pada tahun 1947. Selain itu, pada Kamis (26/11) terdapat rilis notula rapat kebijakan moneter bank sentral AS (FederalReserve/TheFed) yang menunjukkan para pembuat kebijakan membahas langkah-langkah untuk menambah stimulus moneter dengan quantitative easing (QE).

Peluang Pergerakan

EMAS
Harga emas berakhir naik $1.67  di level $1809.48 pada hari Kamis, di tengah sentimen permintaan aset safe haven dibalik kekhawatiran terhadap lonjakan kasus Covid-19 global. Harga emas berpotensi jual dengan target penurunan menguji level support di $1795 selama harga tidak mampu menembus level resisten $1814, di atas level $1814, harga emas berpotensi beli dengan target $1821. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1795 – $1821.

MINYAK

Harga minyak ditutup melemah $0.87 di level $ 44.99  karena  sentimen kekhawatiran terhadap meningkatnya suplai global dibalik kenaikan produksi di Libya dan bertambahnya jumlah aktivitas rig AS dalam laporan Baker Hughes.   Harga minyak berpotensi jual dengan target penurunan menguji level support di $43.80 selama harga tidak mampu menembus level resisten $45.35, di atas level $45.35, harga minyak berpotensi beli dengan target $45.85. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $43.80 – $45.85.

EURUSD

Hasil notula rapat ECB yang dovish serta pesimisnya data iklim konsumen Jerman telah menekan turun EURUSD di hari Kamis, ditutup melemah 4 pips di level 1.1914. EURUSD berpotensi jual dengan target penurunan menguji level support di 1.1875 selama harga tidak mampu menembus level resisten 1.1925, di atas level 1.1925, EURUSD berpotensi beli dengan target 1.1950. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.1875 – 1.1950.

GBPUSD

GBPUSD berakhir turun 24 pips di level 1.3358  pada hari Kamis di tengah sentimen kekhawatiran terhadap  ketidakpastian kesepakatan Brexit. GBPUSD berpotensi jual dengan target penurunan menguji level support di 1.3320 selama harga tidak mampu menembus level resisten 1.3375, di atas level 1.3375, GBPUSD berpotensi beli dengan target 1.3395. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.3320 – 1.3395.

USDJPY

Sentimen permintaan aset safe haven yen Jepang karena kekhawatiran terhadap tingginya kasus Covid-19 global telah mendorong penurunan USDJPY di hari Kamis, berakhir melemah  19 pips di level 104.27. USDJPY berpotensi jual dengan target penurunan menguji level support di 103.90 selama harga tidak mampu menembus level resisten 104.35, di atas level 104.35, USDJPY berpotensi beli dengan target 104.50. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 103.90 – 104.50.

AUDUSD

Pesimisnya data belanja modal swasta dan sentimen hindar aset berisiko telah menekan turun AUDUSD di hari Kamis, ditutup melemah 1 pips di level 0.7361. AUDUSD berpotensi jual dengan target penurunan menguji level support di 0.7325 selama harga tidak mampu menembus level resisten 0.7380, di atas level 0.7380, AUDUSD berpotensi beli dengan target 0.7395. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7325 – 0.7395.

NIKKEI

Indeks Nikkei ditutup menguat 95  poin  di level  26450 pada hari Kamis, ditopang oleh reli saham perusahaan transportasi dan properti.  Indeks Nikkei  berpotensi jual dengan target penurunan menguji level support di 26180 selama harga tidak mampu menembus level resisten 26590, di atas level 26590, Indeks Nikkei berpotensi beli dengan target 26715. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 26180 – 26715.

HANG SENG

Indeks Hang Seng berakhir naik sebesar 61 poin di level 26747  pada hari Kamis, dipicu oleh optimisme vaksin dan transisi pemerintah Joe Biden. Indeks Hang Seng berpotensi jual dengan target penurunan menguji level support di 26645 selama harga tidak mampu menembus level resisten 26880, di atas level 26880, Indeks Hang Seng berpotensi beli dengan target 26995. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 26645 – 26995.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya