Jumat, 23 Oktober 2020

  • Transaksi Kamis, Pasar Obligasi Melemah Terbatas. ICBI dan INDOBeXG-TR ditutup melemah terbatas di akhir end of day Kamis. Harga SUN seri Fixed Rate terpantau bergerak mixed dengan rata-rata pada seluruh seri naik +1,22bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola mixed dengan tekanan naik melanda tenor 9 tahun hingga 30 tahun. Total volume transaksi hari ini turun –6,76% menjadi sebesar Rp32,53tn dan total frekuensi turun –31,98% menjadi 1.793 transaksi. Ketidakpastian stimulus AS langsung memicu terkoreksinya harga beberapa seri obligasi negara termasuk seri SUN acuan. Kabar terkait lonjakan kasus Covid-19 di beberapa wilayah Amerika semakin memberikan tekanan ke pasar. Sentimen negatif juga datang dari IMF yang memproyeksikan ekonomi kawasan Asia Pasifik di tahun 2020 akan terkontraksi hingga –2,2%yoy.  Rupiah sore ini ditutup melemah 27,0poin di level Rp14.660/US$. Pasar obligasi berpotensi berlanjut sideways pada perdagangan Jumat. Selain faktor ketidakpastian stimulus AS, maupun ancaman lonjakan kasus Covid-19 di global, sideways-nya pasar juga terpicu aksi wait and see pelaksanaan debat Pilpres AS dan rilis data manufacturing di beberapa negara.
  • Dengan ini diberitahukan bahwa Suku Bunga Obligasi Pemerintah untuk Obligasi Seri VR0033 25 Oktober 2020 s.d. 25 Januari 2021 yang akan jatuh waktu pada tanggal 25 Januari 2021 adalah sebesar 4,04%. Tingkat kupon ini merupakan penjumlahan dari tingkat suku bunga BI 7-Day (Reverse) Repo Rate sebesar 4,00% yang berlaku mulai tanggal 13 Oktober 2020 dengan spread tetap 4 bps (0,04%).
  • Dalam rangka memenuhi sebagian pembiayaan public goods, pada Kamis (22/10) pemerintah menerbitkan empat seri Surat Utang Negara (SUN) melalui mekanisme burden sharing kepada Bank Indonesia (BI) dengan jumlah nominal penerbitan mencapai Rp. 22.87 Triliun. Skema burden sharing ini dilakukan sebagai pembiayaan untuk belanja kesehatan, perlindungan sosial, dan pembiayaan sektoral Kementrian/Lembaga dan Pemda dalam rangka penanganan COVID-19 untuk mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemerintah menyatakan bahwa realisasi penyaluran anggaran PEN hingga 19 Oktober 2020 telah mencapai 49.54% dari total anggaran Rp. 695.2 Triliun. Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunardi menargetkan anggaran PEN terserap seluruhnya di kuartal IV 2020.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY vs IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Kamis (22/10) ditutup melemah sebesar 0.09% ke level 5,091.82. Tercatat 147 saham menguat, 264 saham melemah dan 180 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 9.35 Triliun. Adapun investor asing net sell sebesar Rp. 262.45 Milyar.

BONDS

  • Pada hari Kamis (22/10) harga obligasi pemerintah bergerak relatif sideways pada seluruh seri benchmark. Yield SBN tenor 10 tahun mengalami penguatan kenaikan sebesar 1 bp. Sentimen positif terkait surplus neraca perdagangan Indonesia selama lima bulan berturut-turut masih mempengaruhi pergerakan harga obligasi, namun aksi massa terkait pro kontra pengesahan UU Cipta Kerja yang masih berlanjut di beberapa kota dan perkembangan kasus Covid-19 masih menjadi kekhawatiran investor terkait kondisi ekonomi di kuartal IV.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Kamis (22/10), Rupiah ditutup melemah terhadap Dollar AS di level 14,660 (prior: 14,632) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,697 (prior: 14,658). Yield obligasi pemerintah cenderung bergerak sideways pada semua tenor benchmark. Harga SBN tenor 10 tahun mencatatkan pelemahan terbatas yang diindikasikan oleh kenaikan yield sebesar 1 bp. Penyaluran dana PEN periode September 2020 memiliki pertumbuhan positif sebesar Rp. 25.64 Triliun MoM (prior: Rp. 106.88 Triliun MoM), tetapi pada hari Kamis (22/10) pertambahan 4,432 kasus positif COVID-19 di Indonesia masih menjadi kekhawatiran pasar terhadap situasi ekonomi, sosial ,dan kesehatan masyarakat yang tercermin pada pelemahan pasar.
  • China berencana menambah kuota pendanaan investasi dalam aset sekuritas luar negeri (outbound). Berdasarkan data State Administration of Foreign Exchange (SAFE) China, kuota The Qualified Domestic Institutional Investor (QDII), yang merupakan program pemerintah China yang mengizinkan investor korporasi China untuk berinvestasi dalam bentuk surat berharga di luar China, akan ditambah sebesar USD 10 Miliar. Yuan sempat menyentuh level terkuatnya sebesar 6.64 per Dollar AS. Hal ini menginisiasi pemerintah China untuk memperlambat atau menghentikan kenaikan Yuan dengan membuka channel outflow sehingga diharapkan dinamika-dinamika ekspor dan impor dapat terjaga. Pemodalan China ke negara lain mendorong potensi apresiasi mata uang berbagai negara.
  • Pernyataan Trump melalui Twit yang kembali memicu pesimisme akan dicapainya kesepakatan stimulus bantuan Korona AS dalam waktu dekat telah kembali menopang menguatnya dolar AS. Debat final calon presiden AS yang akan berlangsung jam 08:00 WIB dipandang menjadi langkah akhir bagi Trump untuk membalikkan sentimen pemilih AS.

Peluang Pergerakan:

Emas
Harga emas berakhir melemah pada perdagangan hari Kamis, turun sebesar $20.53 di level $ 1904.11 karena kembali pesimisnya pasar terhadap kesepakatan stimulus AS. Harga emas berpotensi turun menguji support $1899 jika harga bertahan di bawah level $1910 dan sentimen beli dolar berlanjut. Peluang rentang harga di sesi Asia: $1899 – $1913.

Minyak
Harga minyak berakhir menguat sebesar $0.61 di level $40.61 karena pernyataan Presiden Rusia bahwa pemangkasan produksi minyak mentah  OPEC+ dapat berlanjut. Kembalinya keraguan stimulus AS berpotensi menekan harga minyak turun ke level support $40.00. Peluang rentang harga di sesi Asia: $40.00 – $41.00

EURUSD
EURUSD berakhir melemah sebesar 41 pips di level 1.1819 karena dolar AS yang menguat didukung kembali pesimisnya pasar terhadap kesepakatan stimulus AS. EURUSD berpotensi turun menguji support 1.1760 di tengah kembali menguatnya dolar AS karena keraguan stimulus AS dan selama harga bertahan di bawah level 1.1825. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.1760 – 1.1845.

GBUSD
Menguatnya dolar AS karena kembali pesimisnya pasar terhadap kesepakatan stimulus AS telah menekan GBPUSD sebesar 62 pips di level 1.3084 . GBPUSD berpotensi turun menguji support 1.3035 jika penguatan dolar AS berlanjut dan masih rendahnya harapan pembahasan Brexit. Pasar nantikan laporan Retail Sales Inggris jam 13:00 WIB. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.3035 – 1.3120.

USDJPY
Dipicu kenaikan dolar AS setelah kembali pesimisnya pasar terhadap kesepakatan stimulus AS, USDJPY berakhir naik sebesar 29 pips di level 104.88 pada perdagangan hari Kamis. Meningkatnya minat pada dolar AS sebagai aset likuid berpotensi menopang USDJPY naik ke level resisten 105.20, terlepas dari laporan CPI Jepang yang lebih baik dari ekspektasi. Peluang rentang harga di sesi Asia: 104.45 – 105.20.

AUDSD
AUDUSD berakhir stabil di level 0.7118 di tengah kembali pesimisnya pasar terhadap kesepakatan stimulus AS dan kebijakan Tiongkok untuk meningkatkan investasi saham di luar negeri serta kenaikan harga komoditas tembaga. AUDUSD berpotensi turun menguji support 0.7085 jika sentimen penguatan dolar AS berlanjut. Peluang rentang harga di sesi Asia: 0.7085 – 0.7170.

Nikkei
Melemahnya mata uang yen Jepang dan menguatnya harga minyak mentah dunia telah menopang kenaikan indeks Nikkei sebesar 35 pips di level 23585. Indeks Nikkei berpotensi turun menguji support 23400 , di tengah kekhawatiran masih buruknya pemulihan ekonomi di tengah wabah korona dan kembali pesimisnya pasar terhadap pembahasan stimuulus AS. Peluang rentang harga di sesi Asia: 23400 – 23590.

Hang Seng

Ditopang oleh pasar yang kembali optimis terhadap paket stimulus bantuan covid19 setelah pernyataan dari Pelosi telah menopang kenaikan indeks Hang Seng sebesar 116 point di level 24834. Indeks Hang Seng berpotensi turun menguji support 24525 jika harga bertahan di bawah level 24885 dan kembali pesimisnya pasar terhadap pembahasan stimuulus AS. Peluang rentang harga di sesi Asia: 24525 – 25000.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.